Terima kasih atas kunjungan Anda :: Bersama SOLO PEDULI Menjalin Sinergi, Menerbar Peduli, Membantu Sesama ::

PRODUK & LAYANAN
Statistik
Total visitor : 119411
Page : 260386
User Online : 16
» Detail Berita
Sabtu, 22 Agustus 2009
Pertama Kali Aktivis Muslimah Safari Ramadhan di Eropa
Ditulis oleh : Administrator
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Islam Maroko memutuskan mengirim 176 aktivis, dai, muballigh, dan qari’ ke negara-negara Eropa untuk Ramadhan tahun ini. Mereka diharapkan bisa memberi pencerahan bagi komunitas Maroko di Eropa. Dari 176 orang yang dikirim itu, ada 9 aktivis muslimah.
Ini kesempatan kali pertama pengiriminan dai dengan menyertakan aktivis muslimah. Sebelum diberangkatkan, kafilah dakwah ini telah dipersiapkan secara matang melalui pelatihan kepemimpinan dan muballigh.
Rencananya mereka akan disebar kesejumlah negara. Perancis akan didatangi 100 dai, Belgia 31 dai, Albania dan Belanda tujuh 7 dai, Denmark, Kanada, dan Inggris masing-masing satu orang.
Partisipasi Positif
Salah seorang dai tidak resmi yang mengurusi dakwah di luar negeri, Abdun Nashr At Tijani mengomentari pengiriman aktivis muslimah dengan positif. Ia mengatakan:
“Kami merasa gembira dengan partisipasi aktivis muslimah, karena komunitas muslimah asal Maroko di luar negeri cukup signifikan, sehingga keberadaan aktivis muslimah sangat dibutuhkan, juga karena minimnya pemahaman agama dan pengalaman sosial bagi komunitas muslimah di luar negeri.”
Meluruskan Citra Islam
Surat kabar The Guardian Inggris, mengajak pemerintahnya dan pemimpin komunitas muslim di Inggris untuk mengikuti jejak Maroko. Surat kabar ini menilai pengiriman dai sebagai sarana untuk “Meluruskan Citra Islam”, dengan peran langsung aktivis muslimah.
Aktivitas ini ternyata sudah dimulai semenjak tahun 1999, ketika Pemimpin Maroko, Muhammad As Sadis menjabat pemerintahan. Ia mengkampanyekan keterlibatan muslimah dalam urusan agama, dengan memberi ruang gerak kepada mereka dalam bidang pendidikan, pengajaran yang diselenggarakan setiap tahunnya di bulan Ramadhan dan kegiatan-kegiatan ilmiah di luar bulan Ramadhan.
Yang menarik juga adalah, bahwa pengiriman dai ini juga dalam rangka pemberdayaan alumni pelatihan “Kepemimpinan dan Muballigh”. Follow up pelatihan ini dengan cara memberi lahan bagi alumni untuk berkiprah dan aktualisasi diri.
Para dai yang dikirim tentunya diseleksi secara ketat, baik secara pemahaman dan pengamalan agama dan komitmen dengan nilai-nilai kenegaraan Maroko. (io/ut)
sumber : dakwatuna.com
Berita lainnya:
» Menjamurnya Trend Halal di Prancis
» Potensi Industri Syariah Global USD5 Triliun
» Time: Tentara AS Bunuh Diri Lebih Banyak Dari yang Tewas di Pertempuran
» Demonstrasi Mengecam Sikap Anti Islam Berlangsung di Jerman
» Situs Web di Irlandia Serukan Penerapan Syariat Islam
» Hamas: Tentara Israel dan Pasukan Abbas Membunuh 1.090 Rakyat Palestina
» Israel Tangkap Anak-Anak Palestina Sewaktu Mereka Sedang Tidur
» Israel Gunakan Anak-Anak Palestina Untuk Membuka Tas yang Dicurigai Bom
» Dalam Sekejap, Pasukan Udara AS Membunuh 100 Warga Sipil Afghanistan
» 100.000 Al Qur'an untuk Warga AS