Operasi Katarak Gratis untuk 100 Dhuafa Non-BPJS

Operasi Katarak Gratis untuk 100 Dhuafa Non-BPJS

Bersama, mari wujudkan bakti sosial operasi katarak gratis agar mereka dapat kembali melihat, beraktivitas, dan menikmati hidup dengan penuh harapan.

  • Rp 100.000.000Target
  • SELESAIHari Tersisa
  • Rp 5.211.000Terkumpul
Campaign Telah Berakhir
Dipublikasi pada tanggal : 3 Aug 2026

Bagi sebagian orang, membuka mata di pagi hari adalah hal yang biasa. Namun, bagi banyak masyarakat dhuafa yang menderita katarak, setiap hari justru dipenuhi kabut yang perlahan menghilangkan kemampuan mereka untuk melihat.

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia, padahal penyakit ini sebenarnya dapat disembuhkan melalui operasi yang relatif singkat. Sayangnya, keterbatasan biaya, minimnya akses layanan kesehatan, serta panjangnya antrean pelayanan membuat banyak masyarakat berpenghasilan rendah harus terus hidup dalam kondisi tersebut.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 70–80% kasus kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Diperkirakan 2,4% penduduk Indonesia mengalami katarak, namun sekitar 60,8% di antaranya belum mendapatkan tindakan operasi akibat kesenjangan antara kebutuhan dan akses pelayanan kesehatan.

Di Jawa Tengah, persoalan ini menjadi semakin memprihatinkan. Provinsi ini termasuk salah satu daerah dengan jumlah penderita katarak tertinggi di Indonesia. Hambatan ekonomi, keterbatasan tenaga medis, hingga akses layanan yang belum merata menyebabkan banyak masyarakat dhuafa harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kesempatan melihat kembali.

Akibatnya, banyak orang tua kehilangan kemampuan bekerja, kesulitan beribadah, tidak lagi mampu mengurus diri sendiri, bahkan tidak bisa melihat wajah anak dan cucu mereka dengan jelas. Penglihatan yang terus menurun bukan hanya mengurangi kualitas hidup, tetapi juga memperbesar ketergantungan mereka kepada keluarga.

Melalui program Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis, kami ingin menghadirkan harapan baru bagi 100 dhuafa non-BPJS yang selama ini belum mampu mengakses layanan operasi. Bersama dokter spesialis mata dan tenaga kesehatan profesional, kami berupaya membantu mereka mendapatkan operasi katarak tanpa dipungut biaya, sehingga mereka dapat kembali melihat, beraktivitas, bekerja, dan menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.

Namun, program ini tidak dapat terwujud tanpa dukungan orang-orang baik seperti Sahabat Peduli.

Yuk menjadi bagian dari ikhtiar mengembalikan cahaya di mata mereka. Berapa pun donasi yang Sahabat Peduli berikan akan menjadi jalan bagi seorang dhuafa untuk kembali melihat dunia, menatap wajah keluarga tercinta, dan menjalani hidup dengan penuh harapan.

Kami berharap, melalui program ini semakin banyak masyarakat dhuafa yang terbebas dari kebutaan akibat katarak dan memperoleh kesempatan untuk hidup lebih sehat, mandiri, serta produktif. 

Jazakumullahu khairan katsiran atas kebaikan yang telah Sahabat Peduli titipkan. Semoga Allah SWT menghadirkan cahaya keberkahan dalam hidup sebagaimana Sahabat Peduli telah membantu menghadirkan cahaya penglihatan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah menerima amal ibadahnya, melipatgandakan pahalanya, melimpahkan kesehatan, kemudahan rezeki, serta mengumpulkan kita semua di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Campaign Telah Berakhir
  • Dihadiri Walikota Solo, SOLOPEDULI Dan Korem 074/Warastratama Gelar Operasi Katarak Gratis Untuk Masyarakat Solo Raya




    Lembaga Amil Zakat (LAZ) SOLOPEDULI bersama Korem 074/Warastratama, RST Slamet Riyadi, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menggelar seremoni pelaksanaan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis SOLOPEDULI Tahun 2026 di RST Slamet Riyadi, Sabtu (22/8/2026).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-27 SOLOPEDULI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro. Pelaksanaan bakti sosial tersebut menjadi bentuk kolaborasi berbagai elemen dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu yang membutuhkan penanganan katarak.

    Berdasarkan data pelaksanaan program, sebanyak 132 peserta telah mendaftar melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di seluruh wilayah Soloraya. Setelah melalui proses pemeriksaan dan seleksi, sebanyak 86 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti skrining oleh dokter spesialis mata. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 peserta non-BPJS dinyatakan memenuhi syarat dan mengikuti operasi katarak. 

    Peserta yang terpilih sebelumnya telah melalui serangkaian tahapan, mulai dari pendaftaran, skrining di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), hingga pemeriksaan oleh dokter spesialis mata. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, peserta kini memasuki tahap pelaksanaan operasi katarak. Pendampingan tidak berhenti pada pelaksanaan operasi. Pascaoperasi, peserta juga akan menjalani tiga kali kontrol untuk memantau kondisi dan proses pemulihan mata, yaitu pada H+1, H+5, dan H+28.


    dok.humas: Peserta yang dilakukan penanda oleh dokter Perdami pada mata yang akan dioperasi

    Peserta berasal dari tujuh wilayah di Soloraya, yaitu Kota Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Sragen, Klaten, dan Wonogiri. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan sekaligus mempercepat penanganan kasus katarak.

    Ketua Dewan Pembina Solopeduli, Drs. Danie H. Soe’oed, mengatakan bahwa kolaborasi dengan Korem 074/Warastratama dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian peserta, terutama masyarakat yang benar-benar membutuhkan layanan operasi katarak.

    “SOLOPEDULI menginisiasi untuk berkolaborasi dengan Korem 074/Warastratama karena kami ingin dibantu dalam pencarian peserta, yaitu warga yang benar-benar membutuhkan di seluruh wilayah Solo Raya, dan kami ucapkan kepada seluruh pihak yang sudah hadir dan menjadi bagian dari kolaborasi bersama ini,” ujar Danie H. Soe’oed.

    “Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita di NTT yang saat ini sedang berjuang menghadapi musibah pascagempa yang terjadi pekan lalu. Insyaallah, SOLOPEDULI akan berkolaborasi dengan TNI AU melalui Pesawat Hercules untuk mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Mari kita bersama-sama memberikan kepedulian dan bantuan terbaik bagi saudara-saudara kita di NTT,” imbuh Danie H. Soe’oed dalam sambutannya.


    dok.humas: Sambutan oleh Pembina Solopeduli, Walikota Solo dan Danrem 074/Warastratama

    Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi katarak gratis tersebut menjadi hal yang telah dinantikan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat secara langsung bagi penerima manfaat.

    “Operasi katarak ini adalah hal yang dinanti-nanti oleh masyarakat. Informasinya sudah tiga bulan proses terlewati dan hari ini benar-benar terlaksana. Semoga ini benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat,” ujar Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, S.H., M.Kn.

    “Harapannya operasi dapat berjalan dengan lancar dan seluruh peserta dapat melihat dengan jelas setelahnya,” imbuhnya.

    Sementara itu, Danrem 074/Warastratama menegaskan bahwa kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi berbagai elemen masyarakat dalam memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

    “Kami bangga dengan adanya kolaborasi ini. Kami mengangkat seluruh elemen masyarakat, baik TNI, Polri, pemerintahan, hingga masyarakat. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang sudah ikut terlibat,” ujar Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf M. Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han., dalam sambuatannya.

    Setelah seremoni, para tamu undangan melakukan visitasi ke ruang pasca operasi untuk berinteraksi dengan peserta dan peserta mendapatkan edukasi pascaoperasi.


    dok.humas: Peserta Post Op Katarak Gratis Solopeduli

    Operasi katarak gratis ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat dhuafa, mengurangi angka kebutaan akibat katarak, serta membantu mempercepat penanganan backlog kasus katarak di Jawa Tengah.

    Katarak menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di Indonesia yang sebenarnya dapat ditangani melalui operasi. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kemampuan penglihatan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup, kemandirian, produktivitas, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.

    Melalui kolaborasi ini, SOLOPEDULI bersama Korem 074/Warastratama, RST Slamet Riyadi, dan Perdami berharap semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses pengobatan mata, sehingga mereka dapat kembali beraktivitas dengan penglihatan yang lebih baik serta menjalani kehidupan secara sehat, aktif, dan produktif.(snk)

  • SOLOPEDULI Gelar Screening Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis Untuk 8 Kabupaten/Kota Di Jawa Tengah


    SOLOPEDULI kembali menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program bakti sosial operasi katarak gratis dalam rangka serangkaian Milad ke-27 SOLOPEDULI. Berkolaborasi dengan Korem 074/Warastratama Surakarta, Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta, dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), SOLOPEDULI telah melaksanakan screening calon pasien operasi katarak gratis pada Sabtu (15/8/2026).

    Kegiatan screening yang berlangsung di Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta tersebut diikuti masyarakat dari berbagai wilayah Soloraya dan sekitarnya yaitu dari Solo, Sragen, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar dan Magelang.

    Sebanyak 85 peserta mendaftar, dengan hasil 50 peserta dinyatakan lolos screening, 21 peserta tidak lolos, dan 14 peserta tidak hadir.

    Program bakti sosial ini telah dimulai sejak Juli 2026 melalui proses pencarian dan pendaftaran calon peserta. Setelah melalui tahap pendaftaran, para calon pasien mengikuti screening kesehatan dan pemeriksaan mata sebagai tahapan awal sebelum mendapatkan tindakan operasi katarak gratis.


    dok.humas: Peserta Screening Bakti Sosial 

    Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu melakukan registrasi dan pendaftaran. Selanjutnya, peserta menjalani pemeriksaan tekanan darah serta gula darah yang dilakukan oleh tim tenaga kesehatan SOLOPEDULI dan RS Slamet Riyadi Surakarta.

    Setelah pemeriksaan awal, peserta menjalani screening mata oleh tim dokter Perdami Yogyakarta. Pemeriksaan meliputi wawancara medis, tes ketajaman penglihatan (visus), pemeriksaan tekanan bola mata, pemeriksaan kornea dan lensa menggunakan mikroskop khusus (slit-lamp), hingga evaluasi bagian dalam dan saraf mata.


    dok.humas: Pemeriksaan Peserta Baksos oleh Dokter Spesialis Mata dari Perdami

    Hasil dari seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi tim medis dalam menentukan kelayakan peserta untuk melanjutkan ke tahap operasi. Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya mendapatkan edukasi mengenai kondisi kesehatan mata serta informasi terkait persiapan operasi.

    Sementara itu, peserta yang belum dapat melanjutkan ke tahap operasi juga mendapatkan edukasi dan pemahaman mengenai kondisi kesehatan mereka serta alasan medis yang menyebabkan belum dapat mengikuti tindakan operasi.

    Bagi peserta yang dinyatakan lolos screening, SOLOPEDULI bersama para mitra akan melanjutkan program dengan pelaksanaan operasi katarak yang dijadwalkan pada 22 dan 23 Agustus 2026.


    dok.humas: Peserta Melakukan Cek Tensi dan Gula Darah

    Chief Program Officer SOLOPEDULI, Megawati Nurjanah, mengatakan bahwa peserta yang telah lolos screening diharapkan dapat menjaga kondisi kesehatannya hingga hari pelaksanaan operasi.

    “Harapannya untuk peserta yang lolos, untuk menjaga kesehatannya. Tensi dijaga normal sampai nanti pelaksanaan. Kami berharap dengan program ini masyarakat dengan penglihatan blur bisa melihat dengan jelas dan waktu pelaksanaan operasi bisa berjalan dengan lancar,” ujar Megawati.

    Megawati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program bakti sosial tersebut.

    “Terima kasih untuk sponsor dan mitra stakeholder yang sudah mendukung pelaksanaan program baksos ini,” tambahnya.

    Salah satu peserta, Endang Purwani, warga Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, mengaku sangat terbantu dengan adanya program operasi katarak gratis yang dihadirkan SOLOPEDULI.

    Endang mengatakan, selama ini gangguan penglihatan membuat aktivitasnya menjadi lebih sulit. Ia telah mencoba menggunakan berbagai macam kacamata, tetapi penglihatannya tetap tidak jelas.

    “Saya dicoba berbagai macam kacamata tidak bisa terlihat. Kalau melihat biasa itu bisa melihat, akan tetapi tidak jelas. Melihat itu tidak jelas jadi saya susah. Saya kalau disuruh operasi tidak mampu. Saya sudah tua, ditinggal suami, menganggur, hanya mengandalkan anak dan cucu. Terima kasih banyak kami ucapkan kepada SOLOPEDULI,” ujar Endang.

    Dalam kegiatan tersebut turut hadir Chief Program Officer SOLOPEDULI Megawati Nurjanah, Karumkit RS Slamet Riyadi Surakarta Letkol Ckm dr. Moch. Fatichul Huda, Sp.JP(K), M.M.RS., AIFO-K, FIHA, CHMP, jajaran Korem 074/Warastratama, serta perwakilan Kodim dari wilayah Soloraya.

    Rangkaian screening calon pasien operasi katarak gratis ini berlangsung secara tertib, aman, dan lancar. Melalui program tersebut, SOLOPEDULI berharap semakin banyak masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dapat memperoleh akses pengobatan dan kembali menjalani aktivitas dengan penglihatan yang lebih baik.(snk)

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 27 Agustus 2026

Semoga bermanfaat

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 04 Agustus 2026

Solopeduli

  • Rp 5.091.000

  • Donasi Offline