Bersama Kami, Wujudkan Air Bersih & Aman Untuk Masyarakat Pedalaman

Bersama Kami, Wujudkan Air Bersih & Aman Untuk Masyarakat Pedalaman

Kelangkaan air bersih ini berdampak besar kepada masyarakat terlebih yang tinggal di pedalaman. Mari ikut program Kami, Pahala Terus mengalir

  • Rp 350.000.000Target
  • 19Hari Tersisa
  • Rp 185.599.148Terkumpul
Donasi Sekarang
Dipublikasi pada tanggal : 24 Oct 2020

Setiap tahun, Indonesia mengalami musim kemarau yang biasanya dimulai sekitar bulan April hingga Oktober. Menurut BMKG, beberapa wilayah di Indonesia, termasuk sebagian Jawa Tengah, diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April 2025, dengan puncaknya terjadi pada Juni hingga Agustus. Daerah seperti Kepulauan Karimunjawa, Pekalongan, Kota Pekalongan, Rembang, Blora Utara, Pati Selatan, dan Pati Utara diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal.

Musim kemarau ini berpotensi menyebabkan kekeringan di berbagai daerah, terutama di wilayah dengan sumber air terbatas. Sumur-sumur mengering, sungai menyusut, dan warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, banyak keluarga harus berjalan jauh untuk mendapatkan air, bahkan ada yang terpaksa menggunakan air yang tidak layak konsumsi, berisiko menyebabkan penyakit seperti diare dan infeksi kulit. Krisis ini terus terjadi setiap tahunnya dan membutuhkan solusi nyata agar masyarakat dapat bertahan menghadapi musim kemarau yang panjang.

Sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat yang terdampak, LAZ SoloPeduli menginisiasi program Sedekah Air Bersih, sebuah gerakan kemanusiaan untuk memastikan akses air bersih bagi mereka yang membutuhkan.

Mengapa Program Sedekah Air Bersih? Air adalah sumber kehidupan. Dengan menyediakan air bersih, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar manusia tetapi juga membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Program Sedekah Air Bersih dari LAZ SoloPeduli ini bertujuan untuk:

  • Menyalurkan air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan.

  • Mendistribusikan tandon air dan peralatan penampungan bagi warga yang membutuhkan.

  • Membantu membangun sumur atau instalasi air bersih untuk keberlanjutan pasokan air.

Manfaat Program Dengan sedekah air bersih, kita dapat:

  • Memastikan keluarga-keluarga yang terdampak memiliki akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

  • Mencegah berbagai penyakit akibat konsumsi air yang tidak higienis.

  • Membantu anak-anak tetap sehat dan bisa bersekolah tanpa terganggu masalah air.

  • Menanamkan kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas antar sesama.

Semoga setiap tetesan air yang kita berikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.

Berbagai riwayat hadits menyebutkan keutamaan bersedekah air. Suatu saat Sa’ad mendatangi Nabi Saw dan bertanya: "Sedekah apa yang paling mengagumkan kepadamu?" Nabi Saw menjawab: "Sedekah air." (HR Abu Daud)

Dari Jabir, dia berkata: "Barangsiapa menggali air, maka tiada meminum darinya mahluk hidup dari bangsa jin, manusia, dan burung kecuali Allah akan memberinya pahala di hari kiamat" (HR Bukhari Muslim).

Bersama Solopeduli mari kita ikut berpartisipasi dalam program ini, dengan cara:

1 Klik tombol "DONASI SEKARANG"

2 Masukkan nominal donasi

3 Pilih metode pembayaran melalui BCA/Mandiri/BRI/BSM/CIMB Niaga Syariah/BNI Syariah/GOPAY/OVO/DANA/LinkAja/QRIS

4 Transfer sesuai intruksi yang muncul.

Donasi Sekarang
  • Kekeringan Melanda, SOLOPEDULI Dan SD Al Azhar Syifa Budi Solo Salurkan 24.000 Liter Air Bersih Untuk Warga Sragen




    SRAGEN-Musim kemarau yang masih berlangsung membuat sejumlah masyarakat di Kabupaten Sragen mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih. Kondisi tersebut turut dirasakan warga Dusun Kowang, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

    Melihat kondisi tersebut, SOLOPEDULI berkolaborasi dengan SD Al Azhar Syifa Budi Solo menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat Dusun Kowang pada Sabtu (3/10/2026).

    Sebanyak 3 tangki air bersih dengan total 24.000 liter disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Air tersebut kemudian dibagikan ke 6 titik tampungan air yang tersebar di wilayah Dusun Kowang.

    Bantuan air bersih tersebut diperuntukkan bagi 372 jiwa. Adapun penerima manfaat tersebar di beberapa wilayah, yakni Dusun Kowang RT 7A sebanyak 80 jiwa, RT 7B Pos sebanyak 60 jiwa, RT 7B Taman sebanyak 68 jiwa, RT 8A sebanyak 100 jiwa, serta RT 8B sebanyak 64 jiwa.

    Bagi warga, keberadaan bantuan air bersih tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya dirasakan oleh Mbah Dasmi, warga Dusun Kowang. Ia mengatakan air yang disalurkan digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasak, minum, hingga kebutuhan ternak.

    “Dinggo masak, damel ngombe, yo dinggo kebutuhan kulo, dinggeh sapi. Mboten pernah beli, nggih dikasih kaleh Mas SOLOPEDULI. Maturnuwun, paringi sehat,” ungkap Mbah Dasmi.


    dok.humas : Penyaluran Air Bersih Untuk Warga Sragen

    Bantuan air bersih menjadi salah satu bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi dampak kekeringan. Ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan warga, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan ternak.

    Melalui bantuan tersebut, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus sedikit meringankan beban warga selama menghadapi kondisi kekeringan.

    SOLOPEDULI menyampaikan terima kasih kepada SD Al Azhar Syifa Budi Solo atas dukungan dan kolaborasinya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi antara lembaga sosial dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    Semoga bantuan air bersih yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi warga Dusun Kowang dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat dan mendukung kegiatan ini.

    Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, mencukupi kebutuhan air masyarakat, serta memberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan bagi seluruh warga yang terdampak kekeringan.

  • Hampir 3 Bulan Kekeringan, SOLOPEDULI Bantu Air Bersih Untuk 256 Warga Di Miri Sragen



    Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dirasakan masyarakat di Kecamatan Miri yang telah mengalami kekeringan selama beberapa bulan terakhir.

    Melihat kondisi tersebut, SOLOPEDULI berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Miri, Lazismu Miri, Balai Dakwah Sragen, dan Sambi Berkah Jaya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di tiga wilayah terdampak, Kamis (1/10/2026).

    Tim SOLOPEDULI, Ivan Diva mengawal langsung penyaluran air bersih bersama dengan para relawan. Masyarakat Miri antusias dengan kedatangan tangki dari SOLOPEDULI, mereka berbondong-bondong untuk mengambil air menggunakan dirigen, galon air, ember dan lainnya.

    dok.humas: Pengambilan Air Bersih oleh Warga Miri, Sragen

    Sebanyak 24.000 liter air bersih disalurkan kepada 64 kepala keluarga atau 256 warga di tiga lokasi, yakni Dukuh Sumberrejo, Dukuh Ngeplangrejo, dan Dukuh Dondong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

    Rinciannya, sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan untuk 24 KK atau 96 warga di Dukuh Sumberrejo. Kemudian, 8.000 liter untuk 15 KK atau 60 warga di Dukuh Ngeplangrejo, serta 8.000 liter untuk 25 KK atau 100 warga di Dukuh Dondong.

    Bagi warga, bantuan air bersih tersebut menjadi angin segar di tengah kondisi sumur yang mulai mengering. Salah satu penerima manfaat di Dukuh Sumberrejo mengungkapkan bahwa warga telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama hampir tiga bulan.

    “Sudah hampir tiga bulan sumur-sumur warga mengering. Di sana kering, di sini juga kering. Sebenarnya banyak sumur, tetapi airnya sudah tidak ada. Kedalamannya pun sekitar 60 meter,” ungkapnya.

    Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran bantuan air bersih dari SOLOPEDULI diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban warga selama menghadapi musim kemarau.

    SOLOPEDULI terus berkomitmen hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akibat bencana maupun kondisi kekeringan. Penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk kepedulian SOLOPEDULI untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih, terutama di wilayah yang mengalami kekurangan sumber air.

    SOLOPEDULI juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Miri, Lazismu Miri, Balai Dakwah Sragen, dan Sambi Berkah Jaya atas dukungan dan kolaborasi dalam penyaluran bantuan tersebut.

    Semoga bantuan air bersih ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat penerima dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kekeringan. SOLOPEDULI berharap kondisi kekeringan segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh air bersih dengan mudah dan mencukupi.(snk)

  • Kekeringan Melanda, SOLOPEDULI Dan PPPI Salurkan 24.000 Liter Air Bersih Untuk Warga Wonosegoro

    BOYOLALI — Kondisi kekeringan membuat sebagian masyarakat di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, SOLOPEDULI bersama Perkumpulan Perencana Pembangunan Indonesia (PPPI) Komisariat Daerah Kabupaten Boyolali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.

    Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Jumat (2/10/2026) di tiga wilayah, yakni Dukuh Tempuran RT 01, Desa Bojong; Dukuh Bogor, Desa Bojong; serta Dukuh Durenan, Desa Garangan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

    Sebanyak 24.000 liter air bersih disalurkan dalam kegiatan tersebut. Bantuan diberikan secara merata dengan masing-masing wilayah mendapatkan 8.000 liter air bersih. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang membuat akses terhadap air menjadi lebih terbatas. Di Dukuh Tempuran RT 01, Desa Bojong, bantuan air bersih sebanyak 8.000 liter disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 100 jiwa. Selanjutnya, bantuan dengan jumlah yang sama diberikan kepada sekitar 100 jiwa di Dukuh Bogor, Desa Bojong. Sementara itu, Dukuh Durenan, Desa Garangan mendapatkan bantuan sebanyak 8.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan sekitar 80 jiwa.

    Secara keseluruhan, bantuan air bersih yang disalurkan mencapai 24.000 liter dan menjangkau sekitar 280 jiwa di tiga wilayah Kecamatan Wonosegoro. Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung. Keterbatasan akses terhadap air bersih tidak hanya berdampak pada kebutuhan konsumsi, tetapi juga berbagai aktivitas masyarakat, seperti memasak, mencuci, membersihkan diri, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

    Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak kekeringan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat penting. Oleh karena itu, penyaluran bantuan air diharapkan dapat membantu meringankan beban warga dan memberikan manfaat secara langsung bagi kebutuhan mereka sehari-hari. Penyaluran dilakukan dengan menyasar beberapa titik yang membutuhkan dukungan air bersih. Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat di Dukuh Tempuran, Dukuh Bogor, dan Dukuh Durenan diharapkan dapat memanfaatkan air yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi kekeringan masih terjadi.


    dok.humas: Penyaluran Air Bersih  untuk Warga Wonosegoro

    Kolaborasi antara SOLOPEDULI dan PPPI Komisariat Daerah Kabupaten Boyolali juga menjadi bagian dari kepedulian bersama terhadap masyarakat yang membutuhkan. Sinergi dari berbagai pihak menjadi penting dalam menghadirkan bantuan, khususnya ketika masyarakat menghadapi kondisi yang berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar. Melalui kolaborasi tersebut, bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di beberapa wilayah sekaligus. Tidak hanya membantu menyediakan air bersih, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian dan perhatian terhadap kondisi masyarakat di tengah situasi kekeringan.

    SOLOPEDULI menyampaikan terima kasih kepada PPPI Komisariat Daerah Kabupaten Boyolali atas kepedulian, dukungan, dan kolaborasinya dalam membantu masyarakat di Kecamatan Wonosegoro. Dukungan dan sinergi dari berbagai pihak diharapkan dapat terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari berbagai program sosial dan kemanusiaan. Semoga bantuan 24.000 liter air bersih yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi 280 jiwa penerima di Dukuh Tempuran, Dukuh Bogor, dan Dukuh Durenan. Semoga air bersih yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dan sedikit meringankan beban masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan.

    Semoga setiap bantuan dan kepedulian yang diberikan menjadi amal kebaikan, mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT, serta menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kolaborasi ini. Aamiin.

  • 4 Bulan Dilanda Kekeringan, SOLOPEDULI Dan Hotel Brother Salurkan Bantuan Air Bersih Untuk Warga Karangwuni


    Musim kemarau membuat warga di Kauman RT 03/01, Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Melihat kondisi tersebut, SOLOPEDULI berkolaborasi dengan Hotel Brothers Solo Baru menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan pada Rabu (30/9/2026). Sebanyak 2 tangki air bersih dengan total 16.000 liter disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 60 KK atau 240 jiwa di wilayah tersebut.

    Dalam proses penyaluran, Ivan Diva dan tim SOLOPEDULI turut hadir dan membantu proses distribusi air bersih kepada warga. Bantuan tersebut disambut oleh masyarakat yang memang tengah mengalami keterbatasan sumber air akibat kekeringan.  

    Salah satu penerima manfaat, Mbah Karti, menceritakan kondisi warga yang telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kurang lebih empat bulan. Menurutnya, warga selama ini mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kondisi kekeringan membuat sumur yang digunakan warga kini turut mengering.

    “Sudah sekitar empat bulan susah mencari air. Ada satu sumur yang digunakan untuk sekitar 12 orang, tapi sekarang sumurnya juga sudah kering,” ungkap Mbah Karti. 


    dok.humas: Penyaluran Air Bersih untuk Warga Desa Weru, Sukoharjo

    Kondisi tersebut membuat warga harus mencari alternatif lain untuk mendapatkan air. Ketika tidak ada bantuan penyaluran air bersih, warga terpaksa membeli air apabila memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    “Sudah kekeringan semua, sumurnya juga sudah kering. Kalau tidak ada penyaluran air, ya beli kalau ada uang, Terima kasih kakak-kakak sudah memberikan air bersih ini. Semoga panjang umur dan rezekinya semakin melimpah,” ungkap penerima manfaat.

    Bantuan air bersih yang disalurkan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga, khususnya di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung. Kehadiran bantuan ini juga menjadi bentuk kepedulian bersama agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan air bersih. Mbah Karti menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan air bersih yang telah diberikan kepada warga.

    Semoga bantuan air bersih yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi warga Kauman RT 03/01 dan membantu memenuhi kebutuhan mereka selama menghadapi kondisi kekeringan. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi para donatur dan pihak yang terlibat. SOLOPEDULI mengucapkan terima kasih kepada Hotel Brothers Solo Baru atas dukungan dan kolaborasinya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan, serta mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.

  • Krisis Air Melanda Grobogan, SOLOPEDULI Dan LAZ Al Abidin Salurkan 18.000 Liter Air Bersih


    Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Merespons kondisi tersebut, LAZ SOLOPEDULI berkolaborasi dengan LAZ Al Abidin menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di tiga lokasi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (18/9/2026).

    Bantuan air bersih disalurkan ke Dusun Kemiri dan Dusun Teguhan, Desa Depok, Kecamatan Toroh, serta Dusun Cingkrong, Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi. Sebanyak 18.000 liter air bersih disalurkan dengan masing-masing 6.000 liter untuk setiap lokasi.

    Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 72 kepala keluarga atau sekitar 288 warga. Rinciannya, sebanyak 25 KK atau 100 warga di Dusun Kemiri, 21 KK atau 84 warga di Dusun Teguhan, dan 26 KK atau 104 warga di Dusun Cingkrong.


    dok.humas: Penyaluran Air Bersih oleh Ivan, Tim Program SOLOPEDULI

    Kondisi kekeringan membuat sebagian warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Mbah Moko, warga Dusun Kemiri, Desa Depok, menuturkan bahwa sumur warga telah mengering sehingga masyarakat harus mengandalkan sumber air yang tersisa.

    “Di sini memang masalahnya air. Sudah kekeringan dan sama sekali tidak ada air. Sumur juga kering, tidak ada sumber air. Kami biasanya membuat belik di sungai, tetapi harus antre dan bergantian mengambil air,” ungkapnya.

    Menurut Mbah Moko, air dari belik tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memasak. Dalam kondisi tertentu, warga hanya mampu mendapatkan air dalam jumlah terbatas dan harus membaginya dengan tetangga.

    “Kalau bisa mendapatkan sekitar sepuluh galon dalam sehari saja sudah sangat membantu. Air tersebut kemudian dibagi kepada tetangga. Untuk kebutuhan minum, kami biasanya membeli air galon,” lanjutnya.

    Hal serupa dirasakan warga Dusun Teguhan. Keterbatasan sumber air membuat warga harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan air ketika sumur tidak lagi mencukupi kebutuhan.

    “Kondisi air di sini memang kekeringan. Kalau ada sumur pun, kami harus membeli air. Kalau tidak ada sumur, kami mengandalkan bantuan air bersih karena sumber air di sini sudah kering kerontang,” ujar salah satu warga Dusun Teguhan.

    Ia menambahkan, warga terkadang harus menunggu hingga sumber air kembali tersedia. Sebagian warga juga membeli air menggunakan tangki untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

    “Kami biasanya membeli air satu tangki sekitar Rp120 ribu. Setelah itu air dimasukkan ke sumur karena tidak memiliki wadah penampungan. Biasanya satu tangki bisa digunakan sekitar satu minggu,” jelasnya.


    dok.humas: Penerima Manfaat mengambil Air Bersih dari SOLOPEDULI dan LAZ Al Abidin

    Penyaluran bantuan air bersih ini menjadi bagian dari ikhtiar SOLOPEDULI untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

    SOLOPEDULI menyampaikan terima kasih kepada LAZ Al Abidin, para donatur, dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya penyaluran bantuan air bersih tersebut. Kolaborasi dan dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Semoga bantuan air bersih ini dapat memberikan manfaat bagi warga di Dusun Kemiri, Dusun Teguhan, dan Dusun Cingkrong serta meringankan kebutuhan mereka selama masa kekeringan. SOLOPEDULI juga berharap hujan segera turun dan membawa keberkahan serta mencukupi kebutuhan air masyarakat. Aamiin.(snk)

  • Cari Air Hingga Hutan, SOLOPEDULI Dan LAZ Al Abidin Drop 15.000 Liter Air Untuk Juwangi


    Kekeringan yang berlangsung selama berbulan-bulan membuat warga di sejumlah wilayah Kabupaten Boyolali kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut dirasakan masyarakat Dusun Wuluhgede dan Dusun Pringjowo, Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi. Merespons kondisi tersebut, SOLOPEDULI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Abidin menyalurkan bantuan air bersih kepada warga pada Kamis (17/9/2026).

    Tim SOLOPEDULI yang ke lapangan langsung yaitu Ivan, menyalurkan sebanyak 15.000 liter air bersih dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 8.000 liter air bersih diberikan untuk warga Dusun Wuluhgede yang terdiri dari 25 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa, sedangkan 7.000 liter disalurkan kepada warga Dusun Pringjowo yang terdiri dari 28 kepala keluarga atau sekitar 112 jiwa.

    Bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, terutama untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci di tengah keterbatasan sumber air akibat musim kemarau.


    dok.humas: Potret Warga Mengambil Air Bersih Bantuan SOLOPEDULI dan LAZ Al Abidin

    Salah seorang warga Dusun Pringjowo, Prehmini, mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan telah dirasakan masyarakat selama kurang lebih tiga bulan. Untuk mendapatkan air, warga harus mengambil dari sumur yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.

    “Alhamdulillah, kami sangat senang mendapatkan bantuan air ini. Selama kemarau, kami harus mencari air di salah satu sumur yang jaraknya kurang lebih satu kilometer dan membawanya dengan cara digendong. Terima kasih banyak kepada SOLOPEDULI dan LAZ Al Abidin. Semoga selalu sukses, lembaga pendidikannya semakin maju dan selalu diberi keberkahan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Werdikinasih, warga Dusun Wuluhgede, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayahnya telah menghadapi kekeringan selama kurang lebih empat bulan. Ketika tidak ada bantuan air bersih, warga terpaksa mencari sumber air di kawasan hutan dengan jarak sekitar dua kilometer dari permukiman.

    “Kalau tidak ada bantuan air bersih, kami mencari air di hutan. Di sana ada kubangan yang digunakan untuk mengambil air. Jaraknya sekitar dua kilometer dengan jalan yang naik turun. Ada yang berjalan kaki dan ada juga yang menggunakan sepeda motor,” tuturnya.

    Menurut Werdikinasih, keterbatasan air tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memengaruhi aktivitas pertanian warga. Para petani kesulitan menanam karena ketersediaan air yang terbatas sehingga turut berdampak pada penghasilan keluarga.

    “Kekeringan sudah sekitar empat bulan. Yang paling berat untuk memasak, mencuci baju, dan mandi. Selain itu, petani juga kesulitan menanam karena kekurangan air. Kalau tidak bisa menanam, penghasilan kami juga ikut berkurang,” jelasnya.

    Ia menambahkan, bantuan satu tangki air bersih dapat memenuhi kebutuhan warga selama satu hingga dua hari, tergantung penggunaannya. Bantuan tersebut menjadi sangat berarti bagi masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan air.

    “Terima kasih banyak karena air ini sangat membantu, khususnya bagi warga Wuluhgede. Semoga SOLOPEDULI dan LAZ Al Abidin dipermudah segala urusannya, rezekinya mengalir, dan selalu diberikan keberkahan. Aamiin,” ujarnya.


    dok.humas: Antusiasme Warga Juwangi untuk Mengambil Air Bersih

    Penyaluran air bersih ini menjadi salah satu ikhtiar SOLOPEDULI bersama mitra untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih, bantuan tersebut juga diharapkan dapat meringankan beban warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

    SOLOPEDULI menyampaikan terima kasih kepada LAZ Al Abidin dan seluruh pihak yang telah mendukung penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat Juwangi. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang menghadapi keterbatasan air dapat terbantu.

    Semoga bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah bagi para donatur dan seluruh pihak yang terlibat, serta membawa keberkahan bagi masyarakat penerima manfaat. Aamiin.(snk)

  • Krisis Air Di Boyolali, SOLOPEDULI Dan Alumni 1990 SMPN 02 Boyolali Salurkan 16.000 Liter Air



    Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sebagian warga di Kabupaten Boyolali masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat di Dusun Tempuran, Kecamatan Wonosegoro, dan Dusun Ngelo, Kecamatan Wonosamudro.

    Melihat kondisi tersebut, SOLOPEDULI bersama Alumni 1990 SMPN 02 Boyolali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan pada Sabtu (12/9/2026). Tim Program Solopeduli, Ivan, menyalurkan sebanyak 16.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di dua wilayah tersebut.

    Bantuan air bersih masing-masing sebanyak 8.000 liter disalurkan kepada 96 warga di Dusun Tempuran dan 120 warga di Dusun Ngelo. Penyaluran ini menjadi bentuk kepedulian SOLOPEDULI bersama mitra dan para donatur untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.


    dok.humas: Warga Boyolali Antusias Mengambil Air Bersih dari SOLOPEDULI dan Alumni 1990 SMPN 02 Boyolali

    Bagi warga, bantuan tersebut memiliki arti penting. Di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas, sebagian masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air dari sumber yang berada di kawasan hutan.

    “Kalau kondisi kekeringan seperti ini, kami harus mengambil air dari hutan yang jaraknya sekitar satu sampai dua kilometer. Dalam sehari, kami bisa sampai empat atau lima kali mengambil air karena kebutuhan air cukup banyak,” ujar salah satu warga penerima manfaat.

    Keterbatasan sumber air juga membuat warga harus bergantian mengambil air dari sumur yang berada cukup jauh dari permukiman. Kondisi tersebut membutuhkan waktu dan tenaga, terlebih bagi warga yang mengambil air dengan berjalan kaki.

    “Kami mengambil air dari sumur di hutan yang jaraknya sekitar dua kilometer dan harus mengantre. Kalau berjalan kaki, biasanya hanya bisa mendapatkan sekitar dua jeriken dalam setengah hari. Sementara itu, warga yang menggunakan sepeda motor bisa membawa lebih banyak,” tuturnya.

    Menurut warga tersebut, kondisi kekeringan tidak hanya menyulitkan pemenuhan kebutuhan air, tetapi juga berdampak pada aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus mengandalkan bahan pangan sederhana yang tersedia di sekitar mereka.

    “Kalau di sana, kami terkadang sampai kesulitan mendapatkan makanan dan harus membakar singkong. Karena itu, bantuan air bersih seperti ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada SOLOPEDULI dan semua pihak yang telah membantu. Bantuan ini sangat meringankan kebutuhan kami,” ungkapnya.


    dok.humas: Potret Warga Boyolali Mengambil Air Bersih

    SOLOPEDULI terus berupaya menghadirkan bantuan bagi masyarakat yang menghadapi krisis air bersih di berbagai wilayah. Kolaborasi bersama Alumni 1990 SMPN 02 Boyolali menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.

    Melalui penyaluran air bersih ini, SOLOPEDULI berharap masyarakat dapat sedikit terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dukungan dari para donatur dan mitra kolaborasi juga diharapkan terus mengalir sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari gerakan kepedulian tersebut.(snk)

  • Kemarau Kian Panjang, SOLOPEDULI Kirim 24 Ribu Liter Air Untuk Warga Lereng Merapi




    Musim kemarau yang berkepanjangan membuat warga di kawasan lereng Gunung Merapi, Kabupaten Klaten, harus menghadapi keterbatasan akses air bersih. Kondisi tersebut dirasakan masyarakat di Dusun Pucang, Dusun Brajan Kidul, dan Dusun Sumur, Desa Tegalrejo, Kecamatan Kemalang.

    Melihat kebutuhan tersebut, SOLOPEDULI melalui tim yang dikomandani oleh Ivan, menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 24.000 liter kepada masyarakat pada Kamis (10/9/2026). Bantuan disalurkan dalam tiga tangki air dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter, yang diberikan satu tangki untuk setiap dusun.

    Sebanyak 92 kepala keluarga atau sekitar 368 warga menjadi penerima manfaat dalam penyaluran tersebut. Rinciannya, Dusun Pucang sebanyak 30 KK atau 120 warga, Dusun Brajan Kidul sebanyak 28 KK atau 112 warga, dan Dusun Sumur sebanyak 34 KK atau 136 warga.

    Wilayah Desa Tegalrejo berada di kawasan lereng Gunung Merapi yang pada musim penghujan masih memiliki sejumlah sumber air. Namun, memasuki musim kemarau, kondisi berubah drastis. Sumur-sumur warga mulai mengering dan debit sejumlah sumber mata air tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Sebagian warga kemudian mengandalkan air tadah hujan yang disimpan dalam bak penampungan untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Sementara itu, kebutuhan air untuk memasak dan minum harus dipenuhi dengan membeli air dari penyedia jasa air bersih.

    Seorang warga mengungkapkan bahwa air dari embung yang berada di sekitar permukiman lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan mencuci dan ternak karena kualitasnya tidak memungkinkan untuk konsumsi. Kondisi tersebut membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air bersih.

    “Air bersih yang diberikan kualitasnya bagus dan bisa untuk konsumsi. Kalau air embung tidak bisa untuk konsumsi, hanya untuk ternak dan mencuci. Kalau untuk mencuci baju, air embung membuat bajunya menjadi cokelat. Kami juga mengandalkan bantuan karena kalau membeli cukup mahal,” ujar warga penerima manfaat air bersih (anonim).

    Menurut warga, kebutuhan air rumah tangga juga cukup besar. Dalam kondisi tertentu, satu tampungan air dapat habis dalam waktu sehari, terutama bagi keluarga yang berbagi kebutuhan dengan keluarga lainnya.

    Lima Bulan Kekeringan, Warga Harus Membeli Air Bersih


    dok.humas: Penyaluran Air Bersih yang dimasukkan ke Dalam Penampungan

    Kekeringan telah dirasakan warga selama kurang lebih lima bulan. Ketika persediaan air tadah hujan habis, masyarakat harus mencari air ke wilayah yang lebih tinggi atau membeli dari penyedia air bersih.

    Kondisi serupa juga disampaikan Joko, warga Desa Brajan, Dukuh Tegalrejo, Kecamatan Kemalang. Ia mengatakan, pada musim kemarau warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Di musim kemarau ini banyak kekurangan air bersih. Selama ini kalau untuk ternak dan mencuci baju, kami mengambil air ke Embung Tirtamulya yang jaraknya sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari sini,” tutur Joko.

    Joko menjelaskan bahwa hampir setiap keluarga telah memiliki bak penampungan air hujan dengan kapasitas yang beragam, sekitar 5.000 hingga 8.000 liter. Namun, persediaan tersebut tidak mampu bertahan ketika musim kemarau berlangsung panjang.

    Di wilayah yang lebih tinggi sebenarnya terdapat sumber mata air. Namun, debitnya belum mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat. Bantuan pasokan air dari pemerintah melalui BNPB maupun BPBD juga telah diterima, tetapi distribusinya belum selalu tersedia secara rutin.

    “Kalau musim kemarau panjang, air dari sumber yang ada pasti kurang. Bantuan dari BNPB maupun BPBD juga ada, tetapi tidak tentu dan harus bergiliran,” ungkapnya.

    Keterbatasan air tersebut turut berdampak pada pengeluaran rumah tangga. Warga harus menyisihkan biaya untuk membeli air bersih, bahkan terkadang patungan dengan beberapa keluarga agar kebutuhan air tetap terpenuhi.

    “Satu kecamatan yang terdampak kekeringan sekitar empat desa atau kelurahan. Yang paling dirasakan warga adalah kekurangan air karena air merupakan kebutuhan hidup. Kami berusaha memenuhi kebutuhan itu dengan patungan membeli air bersih, misalnya tiga keluarga bersama-sama. Walaupun sudah memiliki bak penampungan, ketika musim kemarau tetap tidak mencukupi,” jelas Joko.

    24 Ribu Liter Air Mengalir untuk Warga Lereng Merapi


    dok.humas: Tim SOLOPEDULI Membantu Warga Mengambil Air Bersih dari Tangki

    Melalui penyaluran ini, SOLOPEDULI berupaya membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Sebanyak 24.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di tiga dusun.

    Air bantuan dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama memasak dan mandi. Sementara kebutuhan untuk ternak masih dipenuhi dari sumber air lain seperti embung yang berada di sekitar wilayah permukiman.

    Di tengah keterbatasan sumber air, masyarakat juga terus berupaya mencari solusi jangka panjang. Salah satunya dengan mencari sumber mata air baru dan melakukan pengeboran agar kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi secara lebih berkelanjutan.

    Kehadiran bantuan air bersih dari SOLOPEDULI pun disambut baik oleh masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan bagi warga yang selama beberapa bulan harus bertahan menghadapi kekeringan.

    “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada SOLOPEDULI yang telah memberikan bantuan kepada saudara-saudara kami di lereng Gunung Merapi, khususnya di wilayah timur dan tenggara Gunung Merapi. Kalau musim kemarau, wilayah ini selalu kekurangan air bersih,” ungkap Joko.

    Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

    “Semoga apa yang diberikan kepada saudara-saudara kita di sini bisa bermanfaat dan apa yang telah dikorbankan mendapatkan balasan yang setimpal dan tidak disangka-sangka. Matur nuwun,” ucapnya.

    Melalui penyaluran air bersih ini, SOLOPEDULI terus berkomitmen menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang menghadapi krisis air bersih. Setiap tetes air yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi penguat bagi masyarakat untuk terus bertahan dan menghadapi musim kemarau. Mari donasi air bersih untuk warga yang membutuhkan. (snk)

  • Kemarau Kian Panjang, SOLOPEDULI Kirim 24 Ribu Liter Air Untuk Warga Lereng Merapi




    Musim kemarau yang berkepanjangan membuat warga di kawasan lereng Gunung Merapi, Kabupaten Klaten, harus menghadapi keterbatasan akses air bersih. Kondisi tersebut dirasakan masyarakat di Dusun Pucang, Dusun Brajan Kidul, dan Dusun Sumur, Desa Tegalrejo, Kecamatan Kemalang.

    Melihat kebutuhan tersebut, SOLOPEDULI melalui tim yang dikomandani oleh Ivan, menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 24.000 liter kepada masyarakat pada Kamis (10/9/2026). Bantuan disalurkan dalam tiga tangki air dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter, yang diberikan satu tangki untuk setiap dusun.

    Sebanyak 92 kepala keluarga atau sekitar 368 warga menjadi penerima manfaat dalam penyaluran tersebut. Rinciannya, Dusun Pucang sebanyak 30 KK atau 120 warga, Dusun Brajan Kidul sebanyak 28 KK atau 112 warga, dan Dusun Sumur sebanyak 34 KK atau 136 warga.

    Wilayah Desa Tegalrejo berada di kawasan lereng Gunung Merapi yang pada musim penghujan masih memiliki sejumlah sumber air. Namun, memasuki musim kemarau, kondisi berubah drastis. Sumur-sumur warga mulai mengering dan debit sejumlah sumber mata air tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Sebagian warga kemudian mengandalkan air tadah hujan yang disimpan dalam bak penampungan untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Sementara itu, kebutuhan air untuk memasak dan minum harus dipenuhi dengan membeli air dari penyedia jasa air bersih.

    Seorang warga mengungkapkan bahwa air dari embung yang berada di sekitar permukiman lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan mencuci dan ternak karena kualitasnya tidak memungkinkan untuk konsumsi. Kondisi tersebut membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air bersih.

    “Air bersih yang diberikan kualitasnya bagus dan bisa untuk konsumsi. Kalau air embung tidak bisa untuk konsumsi, hanya untuk ternak dan mencuci. Kalau untuk mencuci baju, air embung membuat bajunya menjadi cokelat. Kami juga mengandalkan bantuan karena kalau membeli cukup mahal,” ujar warga penerima manfaat air bersih (anonim).

    Menurut warga, kebutuhan air rumah tangga juga cukup besar. Dalam kondisi tertentu, satu tampungan air dapat habis dalam waktu sehari, terutama bagi keluarga yang berbagi kebutuhan dengan keluarga lainnya.

    Lima Bulan Kekeringan, Warga Harus Membeli Air Bersih


    dok.humas: Penyaluran Air Bersih yang dimasukkan ke Dalam Penampungan

    Kekeringan telah dirasakan warga selama kurang lebih lima bulan. Ketika persediaan air tadah hujan habis, masyarakat harus mencari air ke wilayah yang lebih tinggi atau membeli dari penyedia air bersih.

    Kondisi serupa juga disampaikan Joko, warga Desa Brajan, Dukuh Tegalrejo, Kecamatan Kemalang. Ia mengatakan, pada musim kemarau warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Di musim kemarau ini banyak kekurangan air bersih. Selama ini kalau untuk ternak dan mencuci baju, kami mengambil air ke Embung Tirtamulya yang jaraknya sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari sini,” tutur Joko.

    Joko menjelaskan bahwa hampir setiap keluarga telah memiliki bak penampungan air hujan dengan kapasitas yang beragam, sekitar 5.000 hingga 8.000 liter. Namun, persediaan tersebut tidak mampu bertahan ketika musim kemarau berlangsung panjang.

    Di wilayah yang lebih tinggi sebenarnya terdapat sumber mata air. Namun, debitnya belum mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat. Bantuan pasokan air dari pemerintah melalui BNPB maupun BPBD juga telah diterima, tetapi distribusinya belum selalu tersedia secara rutin.

    “Kalau musim kemarau panjang, air dari sumber yang ada pasti kurang. Bantuan dari BNPB maupun BPBD juga ada, tetapi tidak tentu dan harus bergiliran,” ungkapnya.

    Keterbatasan air tersebut turut berdampak pada pengeluaran rumah tangga. Warga harus menyisihkan biaya untuk membeli air bersih, bahkan terkadang patungan dengan beberapa keluarga agar kebutuhan air tetap terpenuhi.

    “Satu kecamatan yang terdampak kekeringan sekitar empat desa atau kelurahan. Yang paling dirasakan warga adalah kekurangan air karena air merupakan kebutuhan hidup. Kami berusaha memenuhi kebutuhan itu dengan patungan membeli air bersih, misalnya tiga keluarga bersama-sama. Walaupun sudah memiliki bak penampungan, ketika musim kemarau tetap tidak mencukupi,” jelas Joko.

    24 Ribu Liter Air Mengalir untuk Warga Lereng Merapi


    dok.humas: Tim SOLOPEDULI Membantu Warga Mengambil Air Bersih dari Tangki

    Melalui penyaluran ini, SOLOPEDULI berupaya membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Sebanyak 24.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di tiga dusun.

    Air bantuan dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama memasak dan mandi. Sementara kebutuhan untuk ternak masih dipenuhi dari sumber air lain seperti embung yang berada di sekitar wilayah permukiman.

    Di tengah keterbatasan sumber air, masyarakat juga terus berupaya mencari solusi jangka panjang. Salah satunya dengan mencari sumber mata air baru dan melakukan pengeboran agar kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi secara lebih berkelanjutan.

    Kehadiran bantuan air bersih dari SOLOPEDULI pun disambut baik oleh masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan bagi warga yang selama beberapa bulan harus bertahan menghadapi kekeringan.

    “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada SOLOPEDULI yang telah memberikan bantuan kepada saudara-saudara kami di lereng Gunung Merapi, khususnya di wilayah timur dan tenggara Gunung Merapi. Kalau musim kemarau, wilayah ini selalu kekurangan air bersih,” ungkap Joko.

    Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

    “Semoga apa yang diberikan kepada saudara-saudara kita di sini bisa bermanfaat dan apa yang telah dikorbankan mendapatkan balasan yang setimpal dan tidak disangka-sangka. Matur nuwun,” ucapnya.

    Melalui penyaluran air bersih ini, SOLOPEDULI terus berkomitmen menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang menghadapi krisis air bersih. Setiap tetes air yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi penguat bagi masyarakat untuk terus bertahan dan menghadapi musim kemarau. Mari donasi air bersih untuk warga yang membutuhkan. (snk)

  • Kemarau Kian Panjang, SOLOPEDULI Kirim 24 Ribu Liter Air Untuk Warga Lereng Merapi




    Musim kemarau yang berkepanjangan membuat warga di kawasan lereng Gunung Merapi, Kabupaten Klaten, harus menghadapi keterbatasan akses air bersih. Kondisi tersebut dirasakan masyarakat di Dusun Pucang, Dusun Brajan Kidul, dan Dusun Sumur, Desa Tegalrejo, Kecamatan Kemalang.

    Melihat kebutuhan tersebut, SOLOPEDULI melalui tim yang dikomandani oleh Ivan, menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 24.000 liter kepada masyarakat pada Kamis (10/9/2026). Bantuan disalurkan dalam tiga tangki air dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter, yang diberikan satu tangki untuk setiap dusun.

    Sebanyak 92 kepala keluarga atau sekitar 368 warga menjadi penerima manfaat dalam penyaluran tersebut. Rinciannya, Dusun Pucang sebanyak 30 KK atau 120 warga, Dusun Brajan Kidul sebanyak 28 KK atau 112 warga, dan Dusun Sumur sebanyak 34 KK atau 136 warga.

    Wilayah Desa Tegalrejo berada di kawasan lereng Gunung Merapi yang pada musim penghujan masih memiliki sejumlah sumber air. Namun, memasuki musim kemarau, kondisi berubah drastis. Sumur-sumur warga mulai mengering dan debit sejumlah sumber mata air tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Sebagian warga kemudian mengandalkan air tadah hujan yang disimpan dalam bak penampungan untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Sementara itu, kebutuhan air untuk memasak dan minum harus dipenuhi dengan membeli air dari penyedia jasa air bersih.

    Seorang warga mengungkapkan bahwa air dari embung yang berada di sekitar permukiman lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan mencuci dan ternak karena kualitasnya tidak memungkinkan untuk konsumsi. Kondisi tersebut membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air bersih.

    “Air bersih yang diberikan kualitasnya bagus dan bisa untuk konsumsi. Kalau air embung tidak bisa untuk konsumsi, hanya untuk ternak dan mencuci. Kalau untuk mencuci baju, air embung membuat bajunya menjadi cokelat. Kami juga mengandalkan bantuan karena kalau membeli cukup mahal,” ujar warga penerima manfaat air bersih (anonim).

    Menurut warga, kebutuhan air rumah tangga juga cukup besar. Dalam kondisi tertentu, satu tampungan air dapat habis dalam waktu sehari, terutama bagi keluarga yang berbagi kebutuhan dengan keluarga lainnya.

    Lima Bulan Kekeringan, Warga Harus Membeli Air Bersih


    dok.humas: Penyaluran Air Bersih yang dimasukkan ke Dalam Penampungan

    Kekeringan telah dirasakan warga selama kurang lebih lima bulan. Ketika persediaan air tadah hujan habis, masyarakat harus mencari air ke wilayah yang lebih tinggi atau membeli dari penyedia air bersih.

    Kondisi serupa juga disampaikan Joko, warga Desa Brajan, Dukuh Tegalrejo, Kecamatan Kemalang. Ia mengatakan, pada musim kemarau warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Di musim kemarau ini banyak kekurangan air bersih. Selama ini kalau untuk ternak dan mencuci baju, kami mengambil air ke Embung Tirtamulya yang jaraknya sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari sini,” tutur Joko.

    Joko menjelaskan bahwa hampir setiap keluarga telah memiliki bak penampungan air hujan dengan kapasitas yang beragam, sekitar 5.000 hingga 8.000 liter. Namun, persediaan tersebut tidak mampu bertahan ketika musim kemarau berlangsung panjang.

    Di wilayah yang lebih tinggi sebenarnya terdapat sumber mata air. Namun, debitnya belum mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat. Bantuan pasokan air dari pemerintah melalui BNPB maupun BPBD juga telah diterima, tetapi distribusinya belum selalu tersedia secara rutin.

    “Kalau musim kemarau panjang, air dari sumber yang ada pasti kurang. Bantuan dari BNPB maupun BPBD juga ada, tetapi tidak tentu dan harus bergiliran,” ungkapnya.

    Keterbatasan air tersebut turut berdampak pada pengeluaran rumah tangga. Warga harus menyisihkan biaya untuk membeli air bersih, bahkan terkadang patungan dengan beberapa keluarga agar kebutuhan air tetap terpenuhi.

    “Satu kecamatan yang terdampak kekeringan sekitar empat desa atau kelurahan. Yang paling dirasakan warga adalah kekurangan air karena air merupakan kebutuhan hidup. Kami berusaha memenuhi kebutuhan itu dengan patungan membeli air bersih, misalnya tiga keluarga bersama-sama. Walaupun sudah memiliki bak penampungan, ketika musim kemarau tetap tidak mencukupi,” jelas Joko.

    24 Ribu Liter Air Mengalir untuk Warga Lereng Merapi


    dok.humas: Tim SOLOPEDULI Membantu Warga Mengambil Air Bersih dari Tangki

    Melalui penyaluran ini, SOLOPEDULI berupaya membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Sebanyak 24.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di tiga dusun.

    Air bantuan dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama memasak dan mandi. Sementara kebutuhan untuk ternak masih dipenuhi dari sumber air lain seperti embung yang berada di sekitar wilayah permukiman.

    Di tengah keterbatasan sumber air, masyarakat juga terus berupaya mencari solusi jangka panjang. Salah satunya dengan mencari sumber mata air baru dan melakukan pengeboran agar kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi secara lebih berkelanjutan.

    Kehadiran bantuan air bersih dari SOLOPEDULI pun disambut baik oleh masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan bagi warga yang selama beberapa bulan harus bertahan menghadapi kekeringan.

    “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada SOLOPEDULI yang telah memberikan bantuan kepada saudara-saudara kami di lereng Gunung Merapi, khususnya di wilayah timur dan tenggara Gunung Merapi. Kalau musim kemarau, wilayah ini selalu kekurangan air bersih,” ungkap Joko.

    Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

    “Semoga apa yang diberikan kepada saudara-saudara kita di sini bisa bermanfaat dan apa yang telah dikorbankan mendapatkan balasan yang setimpal dan tidak disangka-sangka. Matur nuwun,” ucapnya.

    Melalui penyaluran air bersih ini, SOLOPEDULI terus berkomitmen menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang menghadapi krisis air bersih. Setiap tetes air yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi penguat bagi masyarakat untuk terus bertahan dan menghadapi musim kemarau. Mari donasi air bersih untuk warga yang membutuhkan. (snk)

  • 5 Bulan Tak Turun Hujan, SOLOPEDULI Dan Hotel Brothers Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih Ke Wonogiri


    SOLOPEDULI bersama Hotel Brothers menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Wonogiri, Kamis (13/8/2026). Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-13 Hotel Brothers sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

    Sebanyak dua tangki air bersih dengan total 12.000 liter disalurkan kepada warga di dua lokasi, yakni Dusun Weru dan Dusun Jamburejo, Desa Songbledeg, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Masing-masing lokasi mendapatkan bantuan satu tangki dengan kapasitas 6.000 liter.

    Penyaluran bantuan dipimpin oleh Kepala Cabang SOLOPEDULI Wonogiri, Sumarno, bersama tim program. Tim SOLOPEDULI mendistribusikan bantuan secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

    Di Dusun Weru, bantuan sebanyak 6.000 liter air bersih disalurkan kepada 55 rumah penerima manfaat. Sementara itu, sebanyak 6.000 liter air bersih lainnya disalurkan kepada 68 rumah di Dusun Jamburejo. Dengan demikian, total terdapat 123 rumah yang menerima manfaat dari bantuan tersebut.

    Di Dusun Jamburejo, penyaluran dilakukan di depan Masjid An-Nur, tepatnya di lokasi penampungan air bersih. Warga datang membawa berbagai wadah, seperti ember, galon, dan jeriken untuk mengambil air yang telah disalurkan. Sementara di Dusun Weru, air bersih disalurkan di depan rumah warga yang memiliki tempat penampungan air.


    dok.humas: Panyaluran Air Bersih di Dusun Jamburejo, Desa Songbledeg, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri

    Bantuan ini menjadi penting bagi masyarakat Paranggupito yang tengah menghadapi kondisi kekeringan. Keterbatasan sumber air membuat warga harus mengandalkan tampungan air hujan maupun membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Salah seorang warga Dusun Jamburejo, Jami’, mengatakan bahwa masyarakat biasanya memanfaatkan air hujan yang ditampung dalam bak sebagai salah satu sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Ketika musim hujan, kami menyiapkan bak penampungan untuk menampung air hujan. Kalau dihitung, dua truk tangki seperti yang datang hari ini sekitar 12.000 liter air,” ujar Jami’.

    Warga lainnya, Tumikem, mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan membuat kebutuhan air bersih menjadi beban tambahan bagi masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus membeli air tangki dengan harga yang cukup tinggi.

    “Kalau tidak ada air, kami harus membeli air tangki. Satu tangki harganya sekitar Rp130 ribu sampai Rp150 ribu. Sekarang memang sudah ada PAM, tetapi karena pasokan air masih kurang, kami tetap harus membeli air,” ungkap Tumikem.

    Menurut Tumikem, kondisi kekeringan telah berlangsung selama beberapa bulan dan berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat.

    “Sudah sekitar lima bulan tidak turun hujan. Dua bulan terakhir kondisi kekeringannya semakin terasa. Untuk mandi dan memasak, kami mengandalkan air tangki. Kalau untuk minum, kami membeli air galon dengan harga sekitar Rp5.000–Rp6.000 per galon. Dalam satu bulan, kami bisa membeli sampai dua tangki,” jelasnya.

    Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas pertanian dan kebutuhan rumah tangga warga. Ketersediaan air yang terbatas membuat masyarakat harus menghemat penggunaan air untuk berbagai keperluan.


    dok.humas: Warga Mengambil Air Bersih dari Tangki Air yang Didistribusikan SOLOPEDULI

    Kepala Cabang SOLOPEDULI Wonogiri, Sumarno, mengatakan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian SOLOPEDULI bersama Hotel Brothers kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.

    “Kami melihat kebutuhan air bersih di wilayah Paranggupito cukup tinggi karena masyarakat sedang menghadapi musim kekeringan. Melalui bantuan ini, kami berharap air yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama untuk keperluan sehari-hari,” ujar Sumarno.

    Sumarno menambahkan, SOLOPEDULI berupaya memastikan amanah bantuan dari para mitra dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Hotel Brothers yang telah berkolaborasi bersama SOLOPEDULI dalam penyaluran air bersih ini. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga dan menjadi manfaat bagi masyarakat di Dusun Weru dan Jamburejo,” tambahnya.

    Melalui penyaluran ini, SOLOPEDULI berharap bantuan air bersih dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kekeringan. Kolaborasi bersama Hotel Brothers juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.(snk)

  • Dua Bulan Kekeringan, SOLOPEDULI Salurkan 16.000 Liter Air Bersih Untuk Warga Gesi Dan Tangen Kabupaten Sragen




    Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut turut dirasakan warga di Kecamatan Gesi dan Kecamatan Tangen yang harus berjuang mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Merespons kondisi tersebut, SOLOPEDULI menyalurkan 16.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di dua wilayah tersebut pada Sabtu (8/8/2026). Penyaluran dilakukan secara langsung oleh tim program SOLOPEDULI bersama Kepala Cabang SOLOPEDULI Sragen, Febrianzah, dengan mendatangkan tangki air bersih ke lokasi permukiman warga.

    Penyaluran dilakukan di Kecamatan Gesi terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Tangen. Warga terlihat antusias menyambut kedatangan tangki air bersih dengan membawa berbagai wadah, mulai dari galon kosong, ember, jeriken, baskom, hingga panci berukuran besar.

    SOLOPEDULI Bantu Warga Gesi Penuhi Kebutuhan Air Sehari-hari

    dok.humas: Tim Program Solopeduli Menyalurkan Air Bersih Langsung untuk Warga di Kecamatan Gesi

    Di Kecamatan Gesi, penyaluran air bersih disalurkan kepada warga di wilayah Desa Gesi dengan sasaran sekitar 41 kepala keluarga (KK). Bantuan tersebut menjadi sangat berarti bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air dari sumur akibat kemarau yang berlangsung sejak beberapa waktu terakhir.

    Salah satu penerima manfaat, Sri Widodo, warga Dukuh Padas RT 11/RW 05, Srawung, Gesi, Sragen, mengatakan bahwa dampak kemarau mulai dirasakan warga sejak Juli. Selama ini, warga mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, debit air dari sumur semakin sedikit hingga akhirnya tidak lagi mengalir.

    “Dampak kemarau sudah terasa sejak bulan Juli. Biasanya kami mengambil air dari sumur, tetapi airnya sedikit. Kalau mengambil air pada pukul 01.00, terkadang sudah kering dan harus menunggu sampai jam yang sama untuk mendapatkan air lagi,” ujar Sri Widodo.

    Sri menjelaskan, bantuan air bersih dari SOLOPEDULI akan digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti mencuci, mandi, memasak, serta berwudu.

    “Kalau ada bantuan air bersih seperti ini, semuanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, untuk memasak, mencuci, dan wudu. Dampaknya memang sangat terasa bagi kami,” lanjutnya.

    Menurut Sri, warga sebenarnya telah memiliki sumur yang cukup dalam. Namun, sumber airnya kecil sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan warga ketika musim kemarau. Kondisi tersebut semakin sulit karena sumber air saat ini sudah tidak lagi mengalir.

    “Sumur dalam sebenarnya sudah ada, tetapi sumbernya kecil sehingga sulit mendapatkan air. Sekarang sudah tidak mengalir dan airnya tidak muncul lagi,” katanya.

    Kondisi kekeringan tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga sekitar Oktober. Warga pun berharap adanya dukungan air bersih dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka selama sumber air belum kembali normal.

    SOLOPEDULI Hadir di Tengah Perjuangan Warga Tangen Mendapatkan Air

    dok.humas: Warga Mengantri untuk Mengambil Air Bersih dari Tangki SOLOPEDULI

    Setelah menyalurkan bantuan di Gesi, SOLOPEDULI melanjutkan penyaluran air bersih ke Kecamatan Tangen, Sragen. Salah satu lokasi penerima manfaat berada di Dukuh Gondang, Desa Galeh, Kecamatan Tangen, dengan sasaran sekitar 70 kepala keluarga.

    Bagi warga Tangen, mendapatkan air bersih selama musim kemarau bukan perkara mudah. Sebagian warga terpaksa mencari sumber air di persawahan sekitar desa karena sumur yang mereka miliki mulai mengering.

    Ketika sumber air tersedia, warga harus mengantre sejak pagi hingga malam hari. Bahkan, tidak jarang warga harus mengambil air hingga tengah malam ketika persediaan air di rumah telah habis.

    Air dari sumber yang cukup jauh tersebut kemudian dibawa menggunakan berbagai wadah, seperti baskom, panci, jeriken, dan ember. Sebagian warga bahkan harus memikul wadah-wadah tersebut untuk dibawa pulang.

    Kehadiran bantuan air bersih dari SOLOPEDULI menjadi angin segar bagi warga. Air yang disalurkan biasanya ditampung terlebih dahulu di tandon agar dapat digunakan bersama-sama oleh warga.

    Mbah Tumini, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan air bersih yang diberikan SOLOPEDULI. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga yang kesulitan mendapatkan air selama kemarau.

    “Alhamdulillah, para penerima manfaat sangat antusias mendapatkan air bersih. Semoga ini menjadi keberkahan untuk Bapak dan Ibu semua, dan apa yang menjadi hajat Bapak dan Ibu dilancarkan oleh Allah SWT,” ujar Mbah Tumini.

    Mbah Tumini menjelaskan bahwa air bantuan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, terutama mandi, mencuci pakaian, dan berwudu. Sementara itu, untuk kebutuhan memasak dan minum, warga harus membeli air galon.

    “Kalau membeli satu galon harganya Rp4.000. Itu saja terkadang hanya bertahan sampai pukul 02.00. Biasanya air bantuan seperti ini kami ambil dan dalam empat hari sudah habis,” jelasnya.

    Menurut Mbah Tumini, kondisi kekeringan membuat warga harus berjuang mencari air dari satu tempat ke tempat lainnya. Ketika satu sumber air mengering, warga terpaksa mencari sumber lain yang masih tersedia.

    “Kalau sudah tidak ada air sama sekali, kami mencari ke mana-mana, seadanya air atau sumur yang masih ada. Ketika kekeringan seperti ini memang sangat susah dan penuh perjuangan,” tuturnya.

    dok.humas: Warga Sragen Mengambil Air Bersih Setelah Adanya Penyaluran dari Tangki SOLOPEDULI

    Melalui penyaluran tersebut, SOLOPEDULI berupaya membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga hingga kondisi sumber air kembali membaik.

    Penyaluran air bersih menjadi bagian dari komitmen SOLOPEDULI untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang menghadapi kesulitan akibat bencana hidrometeorologi dan kekeringan. Dukungan dari para donatur dan masyarakat menjadi bagian penting agar bantuan air bersih dapat terus menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan. Mari bersama mendukung Penyaluran Air Bersih untuk Wilayah yang Terdampak Kekeringan Bersama SOLOPEDULI.(snk)

  • SOLOPEDULI Bantu Hadirkan Akses Air Bersih: Dukung Pembangunan Sumur Masjid Ar Rahman Di Sukoharjo

    Penyaluran bantuan dilakukan oleh Fawzan, Amil SOLOPEDULI Cabang Sukoharjo, yang menyerahkan langsung bantuan kepada Bapak Parno selaku pengurus Masjid Ar Rahman. Pembangunan sumur bor ini diperuntukkan bagi kebutuhan air bersih masjid, sekolah, serta warga sekitar yang selama ini mengalami kesulitan akibat sumber air sebelumnya yang tidak layak konsumsi. Sedikitnya 100 jiwa warga diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari program ini.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan SOLOPEDULI. Semoga pembangunan ini menjadi amal jariyah bagi para donatur yang telah membantu,” ujar Bapak Parno.

    Hingga saat ini, proses pengeboran telah mencapai kedalaman sekitar 100 meter dan berhasil mengeluarkan sumber air bersih. Namun, pembangunan sempat terhenti sementara akibat keterbatasan biaya. Bantuan semen dari SOLOPEDULI diharapkan dapat mempercepat penyelesaian konstruksi sumur agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

    “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian SOLOPEDULI terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses air bersih. Harapan kami, pembangunan sumur Masjid Ar Rahman dapat segera rampung dan memberikan manfaat luas bagi jamaah, siswa, serta warga sekitar,” ungkap Fawzan.

    Program ini menjadi bagian dari komitmen SOLOPEDULI dalam menghadirkan solusi kemaslahatan melalui pemenuhan kebutuhan air bersih serta penguatan sarana ibadah masyarakat.

  • Update Wakaf Sumur Wonogiri: Proses Pipanisasi Capai 90%, 43 Keluarga Sudah Manfaatkan Air Bersih

    Program Wakaf Sumur Bor yang digagas SOLOPEDULI yang berlokasi di Dusun Jetis RT 02 RW 05, Desa Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, kini sudah memasuki tahap pipanisasi dengan progres mencapai 90% (06/10/2025). Saat ini, sudah ada 43 keluarga yang mulai menikmati manfaat air bersih dari sumur tersebut.

    Program Wakaf Sumur Bor ke-13 ini merupakan hasil kolaborasi antara SOLOPEDULI, BMT Mitra Usaha Mandiri (MUM) Wonogiri, dan Solusi Wakaf Indonesia, dengan dukungan penuh masyarakat setempat. Pembangunan sumur ini menjadi jawaban atas kebutuhan air bersih yang telah lama menjadi permasalahan utama warga Dusun Jetis, terutama saat musim kemarau.

    Koordinator lapangan, Dwi Hariyanto, menyampaikan bahwa keberadaan sumur bor ini telah membawa perubahan nyata bagi kehidupan warga.

    “Alhamdulillah, kini warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur ini menjadi sumber kehidupan baru yang sangat membantu kebutuhan harian masyarakat, mulai dari mandi, mencuci, memasak, hingga beribadah,” ujarnya.

    Dwi menambahkan, pembangunan saat ini tengah difokuskan pada proses pipanisasi dan pembuatan penampungan air untuk memastikan distribusi air berjalan lebih merata dan efisien ke seluruh rumah warga.


    dok.humas: Tempat penampungan air

     

    Sementara itu, Chief Program Officer SOLOPEDULI, Sutarno, turut menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung program ini.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan mitra kolaborator atas kepercayaannya. Keberhasilan program ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian bersama mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

     “Semoga wakaf sumur ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi seluruh pihak yang terlibat,” tambahnya.

    Dengan progres pipanisasi yang hampir rampung, SOLOPEDULI berharap dalam waktu dekat seluruh warga Dusun Jetis dapat menikmati akses air bersih secara penuh dan berkelanjutan. Program ini menjadi wujud nyata komitmen SOLOPEDULI dalam menghadirkan solusi atas krisis air bersih melalui gerakan Wakaf Air di berbagai daerah terdampak kekeringan.(snk)

  • Warga Dusun Jetis Kini Nikmati Air Bersih: Wakaf Sumur Bor Ke-14 SOLOPEDULI Resmi Selesai Dibangun


    SOLOPEDULI kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi atas permasalahan air bersih melalui program wakaf air. Kali ini, pembangunan Sumur Bor Wakaf ke-14 berhasil diselesaikan di Dusun Jetis RT 02 RW 05, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Selasa (24/06/2025).

    Program ini merupakan hasil kolaborasi antara SOLOPEDULI, BMT Mitra Usaha Mandiri (MUM) Wonogiri, dan Solusi Wakaf Indonesia, serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.

    Selama bertahun-tahun, terutama di musim kemarau, warga Dusun Jetis menghadapi kesulitan serius dalam mengakses air bersih. Sumber air dari PDAM yang ada sering mengalami gangguan dan kualitasnya dinilai kurang layak. Bahkan, warga harus berjalan cukup jauh untuk mengambil air hanya demi memenuhi kebutuhan harian seperti mandi, mencuci, memasak, hingga berwudhu.

    Kini, harapan itu menjadi kenyataan. Sumur bor dengan kedalaman mencapai 60 meter telah berhasil dibangun dan menunjukkan indikasi sumber air yang cukup baik. Pembangunan ini berlangsung selama kurang lebih dua pekan dengan partisipasi aktif dari warga dan kerja keras tim di lapangan.

    Koordinator lapangan, Bapak Dwi Hariyanto, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas keberhasilan program ini.

    “Alhamdulillah, warga di Dusun Jetis sudah mendapatkan sumber air. Ini sangat membantu kebutuhan harian mereka dan menjadi harapan yang sejak lama dinanti-nanti,” ungkapnya.

    Saat ini, proses pembangunan berlanjut pada tahap pembuatan penampungan air, yang bertujuan untuk mendistribusikan air secara lebih merata dan efisien ke rumah-rumah warga.

    Kami dari SOLOPEDULI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur atas kepercayaannya. Tanpa dukungan dan doa dari para dermawan, program kebaikan ini tidak akan dapat terwujud. Semoga keberadaan sumur bor ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya untuk seluruh pihak yang terlibat.(snk)

  • Solopeduli Salurkan 52.000 Liter Air Bersih Untuk Warga Solo Raya Yang Terdampak Kekeringan

    Sabtu, 2 November 2024 - Solo Raya

    Solopeduli terus menunjukkan komitmennya untuk membantu warga Solo Raya yang terdampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih. Pada Sabtu, 2 November 2024, sebanyak 52.000 liter air bersih didistribusikan ke beberapa wilayah, yaitu Weru Sukoharjo, Eromoko Wonogiri, Bayat Klaten, dan Wonosegoro Boyolali.

    Salah satu wilayah yang mendapat bantuan adalah Dunggupit, Tempurharjo, Eromoko, Wonogiri. Giman, seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan betapa sulitnya warga mendapatkan air bersih dalam beberapa bulan terakhir. "Sudah beberapa bulan kami kesulitan mendapatkan air bersih, dan selama ini kami hanya mengandalkan bantuan air bersih dari donatur. Alhamdulillah, Solopeduli datang untuk memberikan bantuan air bersih kepada kami," ujar Giman dengan penuh rasa syukur.

    Meskipun hujan sudah mulai turun di beberapa wilayah Solo Raya, sejumlah daerah masih sangat membutuhkan bantuan air bersih karena sumber air sumur warga belum kembali normal. Soni, Kepala Charity SOLOPEDULI, menjelaskan bahwa beberapa wilayah seperti Eromoko, Pracimantoro Wonogiri, Weru Sukoharjo, Wonosegoro Boyolali, dan Gesi Sragen masih memerlukan suplai air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

    Dengan penyaluran ini, Solopeduli berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak dan terus berupaya memberikan dukungan kepada warga yang masih mengalami kesulitan akibat kekeringan.

  • SOLOPEDULI SALURKAN AIR BERSIH UNTUK WARGA WONODADI PRACIMANTORO, WONOGIRI

    Sabtu, 26 Oktober 2024 – Solopeduli kembali membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akses air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Kali ini, Solopeduli menyalurkan bantuan sebanyak 18.000 liter air bersih kepada warga di Dusun Kerok, Wonodadi, Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Meskipun telah memasuki musim hujan, wilayah ini masih mengalami kesulitan mendapatkan sumber air bersih, terutama karena posisi dusun yang diapit oleh bukit dan terbatasnya akses terhadap sumber air alami.

    Dusun Kerok di Wonodadi Pracimantoro merupakan salah satu wilayah yang kerap kali mengalami dampak dari musim kemarau. Berada di antara perbukitan, akses warga terhadap air bersih sangat bergantung pada tampungan air hujan. Namun, karena curah hujan yang belum merata dan masih terbatas, warga harus menunggu bantuan droping air bersih dari berbagai pihak atau terpaksa membeli air dari truk tangki, yang tentu saja menjadi beban tambahan bagi mereka. Kekeringan yang terjadi terus mendorong Solopeduli untuk mengupayakan solusi dalam mengatasi krisis air yang melanda daerah ini.

    Dalam penyaluran bantuan ini, sebanyak 18.000 liter air bersih dibagikan langsung ke wilayah Kerok, membantu warga untuk memenuhi kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari. Bantuan ini merupakan salah satu bagian dari program besar Solopeduli dalam mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah.

    Perjalanan dan Proses Penyaluran Air Bersih untuk Warga Dusun Kerok, Sabtu (26/10/2024).

    Marwadi, koordinator warga Dusun Kerok, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang telah beberapa kali diberikan oleh Solopeduli. “Kami sangat berterima kasih kepada Solopeduli yang telah peduli dengan kesulitan kami di Dusun Kerok. Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi kami, yang selama ini harus menunggu datangnya hujan atau bantuan air bersih. Kami berdoa semoga Solopeduli semakin sukses dan para donatur diberkahi,” ujar Marwadi.

    Keberhasilan Solopeduli dalam menyalurkan bantuan ini tentu tidak lepas dari peran para donatur yang setia memberikan dukungan. Donasi yang diberikan sangat berarti bagi warga yang membutuhkan, terutama dalam kondisi sulit seperti krisis air. Solopeduli berharap dapat terus menggandeng lebih banyak pihak untuk bahu-membahu mengatasi persoalan kekeringan dan kekurangan air di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

    Solopeduli senantiasa mengajak masyarakat untuk turut serta dalam upaya ini, baik dengan berdonasi maupun dengan menyebarkan informasi mengenai pentingnya bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak. Dengan adanya partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat, diharapkan bantuan dapat menjangkau lebih banyak wilayah yang memerlukan, sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya.

    Melalui program-program bantuan air bersih, Solopeduli menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat yang terdampak krisis air. Program ini tidak hanya berhenti pada wilayah Kerok Wonodadi Pracimantoro, tetapi juga akan terus meluas ke wilayah lain di mana kekeringan dan keterbatasan akses air bersih menjadi masalah serius.

    Dengan berbagai program pemberdayaan dan bantuan langsung, Solopeduli bertekad untuk terus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Kami percaya bahwa tindakan kecil dari setiap individu yang peduli dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat luas. Mari kita bersama-sama mewujudkan kesejahteraan yang merata dengan berkontribusi untuk sesama.

  • Solopeduli Dan BM Al-Itqon Berkolaborasi Menyalurkan 200.000 Liter Air Bersih Untuk Warga Boyolali

    Boyolali, 21 Oktober 2024 – Sebagai bagian dari upaya kemanusiaan berkelanjutan, Solopeduli berkolaborasi dengan BM Al-Itqon untuk menyalurkan air bersih ke daerah-daerah yang masih terdampak parah oleh kekeringan di Boyolali, khususnya di Kecamatan Wonosamudro dan Wonosegoro. Penyaluran ini menjadi langkah penting mengingat di tengah wilayah lain yang mulai diguyur hujan ringan, area Boyolali ini tetap mengalami krisis air bersih yang menyulitkan kehidupan sehari-hari masyarakat.

    Sebanyak 200.000 liter air bersih disalurkan secara bertahap, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan mendesak warga di dua kecamatan tersebut. Kekeringan yang melanda sejak beberapa bulan terakhir telah memperburuk kondisi air di Boyolali, dan masyarakat di Wonosamudro serta Wonosegoro masih kesulitan mengakses air bersih untuk keperluan dasar seperti memasak, minum, mencuci, dan kebutuhan lainnya.

    Solopeduli dan BM Al-Itqon bersama-sama mengambil langkah proaktif untuk memastikan air bersih dapat dijangkau oleh warga yang membutuhkan. Penyaluran dilakukan secara bertahap agar air bersih yang diberikan benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yang paling terdampak. Bantuan ini bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat selama masa krisis dan juga mencegah dampak kesehatan yang lebih parah akibat minimnya akses air bersih.

    Menurut Soni Raharjo, koordinator lapangan dari Solopeduli, penyaluran ini merupakan bagian dari program jangka panjang "25 Juta Liter Air Bersih" yang telah dicanangkan Solopeduli untuk membantu daerah-daerah yang mengalami kekeringan. "Kita ingin memastikan bahwa meski di beberapa tempat hujan sudah mulai turun, kita tidak melupakan daerah-daerah yang masih sangat kesulitan air bersih. Dengan kolaborasi bersama BM Al-Itqon ini, kami berharap bisa memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi warga Boyolali," ujar Soni.

    dok : Warga Menerima Penyaluran Air Bersih kerjasama Solopeduli dengan BM Al-Itqon

    Komsyah, selaku koordinator wilayah Jatilawang, Wonosegoro, menyampaikan rasa terima kasih mewakili masyarakat Boyolali yang menerima bantuan air bersih ini. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Solopeduli dan BM Al-Itqon yang peduli dengan keadaan kami. Meski mereka datang dari jauh, Karanganyar, mereka tetap membantu kami di Jatilawang Boyolali. Semoga Solopeduli dan BM Al-Itqon semakin sukses dan selalu diberi kesehatan,” ucapnya.

    Bantuan air bersih ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga mendorong langkah-langkah lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan kekeringan yang sering kali terjadi di wilayah ini. Air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang mempengaruhi kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Solopeduli dan BM Al-Itqon berkomitmen untuk terus memantau kondisi di lapangan dan memberikan dukungan tambahan jika dibutuhkan.

    Selain dampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat, penyaluran air bersih ini juga mencerminkan solidaritas dan kebersamaan antar wilayah dalam menghadapi bencana alam dan kesulitan lainnya. Kolaborasi Solopeduli dan BM Al-Itqon ini diharapkan menjadi contoh bagi organisasi lain, baik di tingkat lokal maupun nasional, untuk bersama-sama berperan aktif dalam menangani krisis air bersih dan berbagai tantangan kemanusiaan lainnya.

    Sebagai bagian dari misi Solopeduli dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana dan kekeringan, program "25 Juta Liter Air Bersih" telah berjalan di berbagai daerah yang mengalami kekeringan, termasuk Boyolali. Solopeduli berupaya agar masyarakat dapat terus mengakses air bersih selama musim kekeringan berlangsung. Sementara itu, BM Al-Itqon, sebagai mitra dalam penyaluran ini, berkomitmen untuk terus terlibat dalam upaya-upaya sosial yang membawa perubahan positif bagi masyarakat yang membutuhkan.

  • Solopeduli - SMA N 1 Wonosegoro : Salurkan Air Bersih Di Jatilawang Dan Ngasinan Wonosamudro

    Wonosamudro, 9 Oktober 2024 – Solopeduli terus melanjutkan upayanya dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan yang kali ini bekerjasama dengan SMA N 1 Wonosegoro menyalurkan air bersih ke wilayah Jatilawang dan Ngasinan, Kecamatan Wonosamudro, pada tanggal 9 Oktober 2024. Penyaluran ini merupakan bagian dari program "25 Juta Liter Air Bersih," yang bertujuan untuk memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di daerah-daerah yang mengalami krisis air.

    Koordinator lapangan, Soni Raharjo, memimpin langsung kegiatan penyaluran air bersih ini, memastikan air dapat disalurkan dengan tepat sasaran ke wilayah yang sangat membutuhkan. Masyarakat Jatilawang dan Ngasinan, yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih, sangat merasakan manfaat dari bantuan ini.

    "Air bersih di sini sudah semakin sulit kami dapatkan karena kekeringan panjang, Alhamdulillah bantuan dari Solopeduli ini sangat membantu kami untuk kebutuhan sehari-hari. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan air bersih dari Solopeduli," ujar salah satu perwakilan masyarakat setempat.

    Meskipun telah ada upaya penyaluran air bersih, wilayah ini masih memerlukan dukungan berkelanjutan, mengingat kondisi kekeringan yang belum berakhir. Solopeduli berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program-program yang berdampak nyata, seperti "25 Juta Liter Air Bersih" ini.

    dok : Warga mengambil air bersih penyaluran dari Solopeduli

    Dengan adanya penyaluran air bersih dari Solopeduli, harapan utama adalah dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di wilayah Jatilawang dan Ngasinan Wonosamudro, yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih. Program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

    Solopeduli berharap program "25 Juta Liter Air Bersih" dapat memberikan solusi yang lebih luas bagi permasalahan krisis air di berbagai daerah dan mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber daya air. Selain itu, Solopeduli juga ingin menginspirasi lebih banyak pihak, termasuk pemerintah dan lembaga-lembaga terkait, untuk bersama-sama mengatasi tantangan kekeringan dan memastikan akses air bersih yang memadai bagi semua lapisan masyarakat.

    Harapannya, dengan penyaluran air bersih yang konsisten, masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik, tidak lagi terbebani oleh sulitnya akses air bersih, dan kedepannya dapat menikmati kondisi lingkungan yang lebih sehat serta berkelanjutan.

  • SOLOPEDULI Kembali Salurkan Air Bersih Ke Wilayah Kekeringan Di Jatilawang, Boyolali, Jawa Tengah.

    SOLOPEDULI kembali membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di Dusun Jatilawang, Desa Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, dengan menyalurkan bantuan air bersih pada 21 September 2024. Bantuan ini menjadi bagian dari program kemanusiaan SoloPeduli yang secara berkesinambungan membantu wilayah-wilayah terdampak kekeringan di musim kemarau.

    Penyaluran air bersih ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang. Sebanyak 16.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga setempat. Warga Dusun Jatilawang sangat terbantu dengan adanya pasokan air ini, karena sumber air utama di wilayah mereka sudah mengering.

    Koordinator Lapangan SOLOPEDULI, Soni Raharjo, menjelaskan bahwa penyaluran air bersih ini adalah bentuk respons terhadap krisis air yang melanda wilayah tersebut. "Kami berupaya untuk terus hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang mengalami kekeringan. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Soni.

    dok : Humas

    Komsyah, salah satu warga desa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada solopeduli dan para donatur, atas bantuan air bersih untuk warga Pilangsari dan Jatisari “Kalau gak ada bantuan droping Air Bersih warga biasanya beli air tangki untuk kebutuhan harian. Solopeduli sudah tiap tahun membantu air bersih. Semoga menjadi amal Sholeh donatur dan Solopeduli semakin sukses." ujarnya.

    Penyaluran air bersih di Jatilawang ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan SOLOPEDULI dalam program bantuan air bersih ke daerah-daerah terdampak kekeringan di berbagai wilayah, termasuk di Boyolali dan sekitarnya. SOLOPEDULI terus mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama membantu meringankan beban mereka yang terdampak kekeringan.

  • Solopeduli Salurkan 16.000 Liter Air Bersih Untuk Wilayah Kekeringan Di Boyolali, Jawa Tengah

    Boyolali, 3 September 2024 – Solopeduli kembali menyalurkan bantuan air bersih sebagai upaya tanggap bencana kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah. Pada Selasa, 3 September 2024, sebanyak 16.000 liter air bersih disalurkan ke Kalitlawah, Desa Ngaren, Boyolali untuk dua RT yang terdampak kekeringan parah.

    Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Solopeduli dalam merespons kebutuhan masyarakat di wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau. Program ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga wujud kepedulian Solopeduli terhadap kesejahteraan masyarakat.

    dok : Humas

    Wagimin, salah satu warga Kalitlawah, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Solopeduli dan para donatur. "Bantuan air bersih ini sangat membantu kami. Ini bukan pertama kalinya Solopeduli membantu, setiap tahun mereka selalu hadir memberikan air bersih. Semoga menjadi amal sholeh dan Solopeduli semakin sukses di usia yang ke-25 tahun," ujar Wagimin.

    Pada tahun ini, Solopeduli menargetkan untuk menyalurkan hingga 25.000.000 liter air bersih dalam rangka memperingati Milad ke-25 tahun Solopeduli, yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah kekeringan di Jawa Tengah. Bantuan air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan memastikan akses terhadap kebutuhan dasar air bersih bagi semua pihak yang terdampak kekeringan.

  • SOLOPEDULI SIAGA BENCANA: SALURKAN 24.000 LITER AIR BERSIH KE DESA KEKERINGAN DI WONOGIRI

    SOLOPEDULI Siaga Bencana Bantuan Air Bersih Solo Raya adalah salah satu program charity SOLOPEDULI. Program ini merespons cepat kekeringan yang terjadi di wilayah Solo Raya, terutama di Dusun Gunungan, Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, dengan menyalurkan 24.000 liter air bersih pada Jumat (23/08/2024).

    Bantuan air bersih dari SOLOPEDULI ini didistribusikan langsung oleh Kepala Charity SOLOPEDULI, Soni Raharjo, dan diterima oleh Kepala Dusun Gunungan, Desa Wonodadi, Sunarno. Sebanyak 315 warga Wonodadi telah mengambil manfaat dari air bersih ini.

    Setelah truk air bersih SOLOPEDULI tiba, warga Wonodadi berbondong-bondong mengambil air menggunakan ember, jerigen, dan galon bekas. Selain itu, air bersih juga dialirkan ke penampungan yang telah disediakan oleh warga.

    Sunarno menyampaikan bahwa desanya telah mengalami kekeringan selama dua bulan terakhir sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Sehari-hari mereka mencukupi kebutuhan air bersih dengan mengandalkan bantuan air bersih dari truk-truk donatur yang datang ke Wonodadi. 

    "Kalau hanya mengandalkan aliran dari mata air, kebutuhan warga tidak akan terpenuhi. Mata air di sini sudah sangat minim dan kering," kata Sunarno.

    "Kami mewakili masyarakat Wonodadi berterima kasih atas kepedulian SOLOPEDULI dan para donatur yang telah menyalurkan bantuan air bersih di desa kami. Semoga bantuan ini membawa berkah dan kebaikan untuk kita semua," ucap Sunarno kepada Soni.

    Soni, Kepala Charity SOLOPEDULI, mengatakan bahwa program penyaluran bantuan air bersih ini adalah bagian dari respons siaga bencana kekeringan SOLOPEDULI untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih, terutama dalam situasi kekeringan.

    "Ini merupakan komitmen SOLOPEDULI untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan di wilayah Solo Raya. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi solusi atas kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan," tambah Soni.

    SOLOPEDULI tidak hanya membantu masyarakat di Solo Raya dan sekitarnya melalui Bantuan Air Bersih Solo Raya, tetapi juga memiliki program Wakaf Sumur yang menjadi solusi berkelanjutan untuk masyarakat.(snk)

  • AIR BERSIH SOLOPEDULI BANTU TANGANI KEKERINGAN DI WONOGIRI

     

    SOLOPEDULI merespon cepat untuk menangani kekeringan yang ada di wilayah Solo Raya, terutama di Desa Basuhan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri dengan menyalurkan 12.000 liter air bersih, pada Sabtu (27/07/2024).

    Dalam aksi ini, SOLOPEDULI menyalurkan bantuan air bersih di 2 titik kekeringan, pertama di SMP N 3 Satu Atap Eromoko dan penyaluran yang ke dua di Dusun Kendal, Basuhan, Eromoko, Wonogiri.

    dok.humas: Penyaluran air bersih di SMP N 3 Satu Atap Eromoko

    Bantuan air bersih dari SOLOPEDULI ini didistribusikan langsung oleh Kepala Cabang Wonogiri, Sumarno. Para siswa dan masyarakat begitu antusias mengantri dan ramai-ramai menampung air menggunakan ember, jerigen dan galon dan sebagian dari air bersih ini juga dialirkan ke penampungan yang ada di sekolah dan penampungan umum yang ada di Desa Basuhan.

    Ketua RW Kendal, Desa Basuhan, Sumarso mengatakan bahwa desanya telah mengalami kekeringan selama dua bulan terakhir ini sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih dan harus membeli untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

    "Kami mewakili Masyarakat Dusun Kendal  Desa Basuhan berterima kasih atas kepedulian SOLOPEDULI dan para donatur yang telah menyalurkan bantuan air bersih di desa kami. Semoga bantuan ini membawa berkah dan kebaikan untuk kita semua," ucap Sumarso.

    Sumarno, mengatakan bahwa program penyaluran bantuan air bersih ini adalah respons cepat SOLOPEDULI untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial, terutama dalam situasi kekeringan.

    "Ini merupakan komitmen SOLOPEDULI untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan di wilayah Solo Raya. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi solusi atas kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan," tambah Sumarno.

  • Kali Ke-3 Distribusikan 18.000 Liter Air Ke Songbledeg, Wonogiri

    Wonogiri - SOLO PEDULI bergerak cepat dalam membantu menangani kekeringan yang melanda di Wilayah Solo Raya. Sabtu (16/9/2023) SOLO PEDULI kembali menyalurkan bantuan Air bersih tahap ke-3 di Desa Songbledeg, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. 

    Sebanyak 18.000 liter air bersih disalurkan ke Dusun Ngandong Rejo RT.02 RW.02 Desa Songbledeg, Paranggupito, Wonogiri. Di desa tersebut diketahui sangat membutuhkan kiriman air bersih untuk kebutuhan warganya. 

    Menurut Ujianto, Tokoh Masyarakat di Dusun Ngandong Rejo, kekeringan air di dusunnya sudah berjalan empat bulan. Selain itu, kekeringan juga dikarenakan akses air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tidak sampai ke dusun tersebut.

    Penyaluran air bersih SOLO PEDULI dilakukan Kepala Cabang SOLO PEDULI Wonogiri, Sumarno, dan diterima langsung oleh warga setempat.

    Warga antusias dengan kedatangan truk tangki air SOLO PEDULI. Mereka berbondong mengambil air menggunakan ember, selebihnya disalurkan ke penampungan air di masjid terdekat  agar warga bisa mengambil air dengan mudah, dan sebagian lagi disalurkan ke rumah-rumah lansia serta orang sakit. 

    "Saya Ujianto mewakili masyarakat Dusun Ngandong Rejo mengucapkan terima kasih atas kepedulian SOLO PEDULI yang sudah datang ke sini untuk membantu warga. Semoga air bersih yang diberikan berkah, dan Allah balas dengan kebaikan para donatur," ujar Ujianto.

    Selanjutnya Kepala Cabang SOLO PEDULI Wonogiri, Sumarno, mengatakan, "Program pemberian air bersih ini merupakan program respon cepat dari SOLO PEDULI kepada masyarakat di sini yang mengalami krisis air. Kami akan terus memperluas manfaat khususnya di Wilayah Solo Raya untuk membantu bencana kekeringan. Dan kami ucapkan terima kasih banyak untuk donatur,” tutur Sumarno kepada warga Ngandong Rejo.

    Di samping memberikan bantuan air bersih di Wilayah Solo Raya, SOLO PEDULI memiliki Program Wakaf Sumur untuk membantu mengentaskan kekeringan di beberapa wilayah Solo Raya dan sekitarnya juga. Sehingga manfaatnya akan dirasakan lebih lama oleh masyarakat. Mari salurkan donasimu kepada SOLO PEDULI. Karena peduli adalah solusi.

  • Kolaborasi Berbagi Air Bersih Ke 2 Dusun Di Wonosamudro

    Boyolali - Pengiriman Air Bersih Kloter ke-4 di Boyolali kali ini, SOLO PEDULI berkolaborasi dengan BMT Atunnisa. Kompak sumbang 8.000 liter air bersih ke Dusun Prapat, Gunungsari, Wonosamudro, Boyolali dan Dusun Traban, Repaking, Wonosamudro, Boyolali.

    Dalam Program Bantuan Air Bersih Solo Raya, kegiatan penyaluran air bersih ini sukses dilaksanakan, Kamis (14/09/2023). Alhamdulillah mampu memberikan manfaat 65 Keluarga atau 295 jiwa penduduk.

    Terlihat antusiasme warga ketika truk tangki air SOLO PEDULI datang. Mereka berbondong-bondong mendekati tempat penampungan dengan membawa jerigen dan ember dari rumah masing-masing sebagai wadah.

    Selama ini warga Dusun Prapat dan Dusun Traban krisis air kurang lebih 5 bulan lamanya. Hal ini terjadi karena memang di sana sumber dan sumur air sudah kering semua.

    Dikawal langsung oleh Kepala Cabang SOLO PEDULI Boyolali, Dhiya' Uddin Iqbal, beliau ikut membantu mengalirkan air dari truk tangki ke penampungan.

    "Kepada BMT Atunnisa terima kasih, kolaborasi ini menciptakan energi baru untuk semakin meluaskan manfaat ke umat. Semoga air bersih ini dapat membantu meringankan kebutuhan warga serta menjadi amal jariyah untuk para donatur," kata Dhiya'.

    Salah satu warga yang hadir dan mengkoordinir air dengan haru mengucapkan kesannya pada SOLO PEDULI. "Semoga air bersih dari SOLO PEDULI dan BMT Atunnisa ini bermanfaat. Kami berharap bantuan semacam ini datang lagi. Barakallahu fiikum ," tutur ibu Siti Muslimah Koordinator warga setempat.

    SOLO PEDULI akan terus mengalirkan air ke penjuru wilayah Solo Raya dan sekitarnya yang terdampak kekeringan. Mari salurkan donasi airmu ke SOLO PEDULI. Karena peduli adalah solusi.

  • SOLO PEDULI - SMA N 1 WONOSEGORO : BAKTI SOSIAL BAGIKAN 16.000 LITER AIR BERSIH

    BOYOLALI – SOLO PEDULI berkolaborasi dengan SMA N 1 Wonosegoro dalam acara bakti sosial bantuan air bersih untuk memeringati Milad SMA N 1 Wonosegoro. Kegiatan berbagi air bersih disalurkan ke 2 dusun di Wonosamudro pada Jumat (15/09/2023). Aksi ini adalah bentuk kepedulian terhadap masyarakat Wonosamudro yang terdampak kekeringan dan krisis air.

    Lokasi pertama penyaluran berada di Dusun Traban RT. 02 RW.01, Repaking, Wonosamudro, Boyolali, dan lokasi kedua berada di Dusun Dukuh RT.06 RW.03, Repaking, Wonosamudro, Boyolali. Dua titik tersebut adalah lokasi yang berdekatan dengan SMA N 1 Wonosegoro.

    Acara ini dikawal langsung oleh Kepala Cabang SOLO PEDULI Boyolali, Dhiya’ Uddin Iqbal A.Md., Kom., dan juga Kepala SMA N 1 Wonosegoro, Djoko Heriyanto, S.Pd., M.Pd., serta Humas SMA N 1 Wonosegoro, Muh. Reza Fahlafi, S.Pd., M.Pd. Bakti sosial ini juga mengajak siswa-siswi SMA untuk ikut membantu dalam menyalurkan. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kepedulian siswa-siswi terhadap masyarakat.

    Djoko Heriyanto, S.Pd., M.Pd., dalam kesannya mengucapkan, "Bertepatan dengan Milad yang ke-22 SMA N 1 Wonosegoro, dengan semangat berbagi bersama SOLO PEDULI, kami mengajak anak-anak juga untuk berbagi rasa peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan air di sekitar sekolah. Alhamdulillah, berkat kerjasama dengan SOLO PEDULI, kegiatan ini sukses dilaksanakan," tutur Djoko.

    Dhiya’ dalam balasan kesannya menyampaikan, "Selamat Milad yang ke-22 untuk SMA N 1 Wonosegoro. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih, karena sudah mempercayakan SOLO PEDULI sebagai lembaga yang dipercayai untuk mengurus bakti sosial berbagi 16.000 liter air bersih kepada warga Wonosamudro. Semoga ke depannya SMA N 1 Wonosegoro sukses dan maju!," tutur Dhiya’.

    Sukandar, salah satu warga Dukuh, berharap agar bantuan ini dapat datang lagi karena desa mereka sangat mengalami krisis air. "Air bersih sangat penting bagi warga sini, Mbak, karena sumber air sudah kering semua. Kalaupun ingin membuat sumur bor, kedalaman 20 meter saja rasa airnya sudah asin. Awalnya, di sini dulunya adalah segoro (samudra), jadi airnya asin. Ada bantuan dari luar beberapa waktu lalu, tapi hanya sekali dua kali, tidak selalu ada," ucap Sukandar.

    Faktanya, beberapa rumah yang masih memiliki pasokan air, rasanya asin dan berwarna kekuningan. Di Wonosegoro, seluruh aliran sungai sudah mengering, dan pertanian serta sawah juga tidak lagi produktif karena musim kemarau.

    Mari, Sahabat, tebarkan manfaat lebih luas lagi ke berbagai daerah yang terdampak oleh kekeringan bersama SOLO PEDULI. Karena peduli adalah solusi.

  • KONTRIBUSI SOLO PEDULI : 4 KALI SALURKAN AIR BERSIH KE WONOSAMUDRO

    Boyolali - SOLO PEDULI menyalurkan 8.000 liter air bersih dalam program Bantuan Air Bersih Solo Raya. Kali ini menyasar ke Dusun Getaskrikil, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, dan sukses dilaksanakan pada Kamis (14/09/2023).

    Alhamdulillah air bersih yang disalurkan mampu memberi manfaat kepada 50 Kepala Keluarga dan 250 jiwa penduduk di dusun tersebut. Mereka antusias dengan kedatangan Tim yang membawa tangki air. Air yang datang dialirkan ke tempat penampungan yang berada di depan mushola. Lalu warga berbondong mengambil dengan ember dan jerigen.

    Bantuan ini disalurkan langsung oleh Kepala Cabang SOLO PEDULI Boyolali, Dhiya' Uddin Iqbal. "Penyaluran ke Dusun Getaskrikil ini sudah tepat, karena benar-benar krisis air sejak kemarau. Selain itu, juga rekomendasi dari Duta Peduli Boyolali,” tutur Dhiya'.

    "Selama musim kemarau, warga kesulitan mengambil air, adalah jaraknya 10 km dari sini. Adanya bantuan dari SOLO PEDULI ini sangat membantu kami untuk kebutuhan sehari hari. Semoga terus mengalirkan kebaikan, matur nuwun ," ucap ibu Tukiyem Koordinator warga Getaskrikil.

    Penyaluran air bersih SOLO PEDULI ini memang untuk membantu daerah Wonosamudro yang sumber airnya sudah kering. Program ini adalah lanjutan dari agenda penyaluran sebelumnya yang sudah 3x terlaksana di Wonosamudro.

    SOLO PEDULI akan terus melanjutkan marathon penyaluran air ke wilayah terdampak di Solo Raya dan sekitarnya. Mari salurkan donasi air bersihmu ke SOLO PEDULI. Karena peduli adalah solusi.

  • 16.000 Liter Air Untuk Kehidupan Di Tawang, Sukoharjo

    Kecamatan Weru merupakan wilayah di Kabupaten Sukoharjo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Kecamatan ini sering mengalami kekeringan pada musim kemarau. Selama dua bulan terakhir, di Dukuh Babalan, Desa Tawang, Kecamatan Weru, mengalami krisis air. Penyediaan air dari PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) terhambat karena sumber airnya sulit mengalir, sehingga air harus digilirkan kepada warga.

    Masalah ini mendorong Tim SOLO PEDULI yang diawasi oleh Kepala Cabang Sukoharjo, Warsito, untuk turun tangan dan mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 16.000 liter kepada dua RT yaitu RT.01 RW.03 dan RT.02 RW.09, Dukuh Babalan. Total terdapat 66 Kepala Keluarga dengan 160 jiwa. Penyaluran dilaksanakan kemarin, pada Jumat (25/08/2023).

    Air bersih yang disalurkan oleh SOLO PEDULI diambil oleh warga Dukuh Babalan menggunakan jerigen dan ember yang mereka bawa. Terlihat bahwa warga sangat antusias dan gembira. Sebagian air juga dialirkan langsung ke rumah-rumah warga, termasuk rumah-rumah lansia.

    Warsito beserta tim bertemu langsung dengan Titik, istri dari Ketua RT.01 RW.03. _"Matur nuwun"_ karena bantuan air bersih dari SOLO PEDULI dan para donatur sangat membantu kami yang kesulitan air. Meskipun ada PAMSIMAS, distribusinya dilakukan setiap dua hari sekali dan seringkali cepat habis. Saya mewakili warga di sini berdoa agar bantuan ini menjadi amal kebaikan bagi _jenengan_ semua," ujar Titik dengan haru.

    Warsito berharap dengan adanya program "Siaga Bencana Kekeringan" dari SOLO PEDULI seperti ini, akan semakin banyak lagi donatur yang tergerak membantu. SOLO PEDULI akan terus mengalirkan manfaatnya untuk umat di seluruh wilayah, khususnya Solo Raya.

  • Boyolali Kekeringan : SOLO PEDULI Salurkan 8.000 Liter Air Bersih Ke Wonosamudro

    Boyolali - SOLO PEDULI menyalurkan 8.000 Liter Air Bersih dalam program Siaga Bencana Kekeringan, ke Dukuh Ngelo RT.03 RW.03, Desa Jatilawang, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (22/08/2023). 

    Penyaluran ini menyasar 55 Kepala Keluarga (KK) dan 170 jiwa penduduk di dusun tersebut, termasuk lansia dan orang sakit. Anak-anak setempat begitu antusias memegangi selang air dan ikut mengangkut air menggunakan ember.

    "Saya mewakili masyarakat di sini, berterima kasih atas kepedulian SOLO PEDULI dan para donatur yang telah menyalurkan bantuan air bersih. Semoga membawa berkah dan terus mengalirkan kebaikan," kata Riswanto, Ketua RT.

    Penyaluran air bersih SOLO PEDULI ini adalah serangkaian penyaluran, yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Wonogiri dan akan dilanjutkan ke wilayah Sragen dan Sukoharjo yang terdampak kekeringan, sesuai amanah para Donatur. 

    Sementara itu, bantuan disalurkan langsung oleh Kepala SOLO PEDULI Cabang Boyolali, Dhiya’ Uddin Iqbal. " Syukron jazakumullah teruntuk donatur yang sudah mengamanahkan donasinya. Semoga program ini dapat memperluas kebermanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan dan setiap air yang dialirkan menjadi amal jariyah untuk donatur,” tutur Dhiya’.

  • 24.000 Liter Air Bersih Untuk Desa Songbledeg, Wonogiri

    Wonogiri - SOLO PEDULI menyalurkan 24.000 Liter Air Bersih dalam program Siaga Bencana Kekeringan, ke Dusun Jambu dan Dusun Weru, Desa Songbledeg, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, pada Senin (21/08/2023). 

    Penyaluran ini menyasar 123 Kepala Keluarga dan 337 jiwa penduduk di dua dusun tersebut, termasuk rumah para lansia dan orang sakit. Sebagiannya, kemudian dialirkan ke tempat penampungan. 

    Bantuan disalurkan langsung oleh Kepala Charity, Soni Raharjo. "Ini merupakan komitmen SOLO PEDULI untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan di wilayah Solo Raya termasuk di Wonogiri. Semoga bermanfaat dan menjadi solusi atas kebutuhan air bersih di sini. Sehingga warga tidak perlu menjual hewan ternak dan pohon di sekitar rumah," tutur Soni di hadapan warga Dusun Jambu dan Dusun Weru. 

    Penyaluran air bersih SOLO PEDULI akan dilanjutkan ke wilayah-wilayah lain di Sragen, Boyolali, dan Sukoharjo yang terdampak kekeringan, sesuai amanah para Donatur. 

    "Saya mewakili masyarakat di sini, berterima kasih atas kepedulian SOLO PEDULI dan para donatur yang telah menyalurkan bantuan air bersih. Ini adalah kali kedua. Semoga membawa berkah dan terus mengalirkan kebaikan," tutur Kepala Dusun, Slamet Wiyono penuh haru.

  • Krisis Air Di Boyolali : SOLO PEDULI Salurkan 7.500 Liter Air Bersih

    Boyolali (03/08/2023) - Dalam upaya untuk mengatasi krisis air bersih yang sedang melanda desa Gunungsari, Kecamatan Wonosamodro, SOLO PEDULI turut beraksi dengan menyelenggarakan kegiatan "Sedekah Air Bersih" pada hari Kamis, 03 Agustus 2023. Sebanyak 7.500 liter air bersih disalurkan oleh SOLO PEDULI untuk membantu warga di dua RT yang terdampak, dengan jumlah keseluruhan 150 kepala keluarga.



    Desa Gunungsari, yang berada di wilayah Wonosamodro, Boyolali, sudah menghadapi kesulitan air bersih selama lebih dari 3 bulan. Krisis air bersih ini mengakibatkan warga desa harus mencari sumber air dari sungai-sungai yang sebagian besar telah mengering. Meskipun terdapat banyak sungai di sekitar desa, namun tingkat kekeringan yang ekstrem membuat mereka harus mencari air di lokasi yang jauh dari desa.

    Ibu Dasi, selaku Ketua RT di Losari Rt 01/03, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Solopeduli. "Saya sebagai ketua RT, berharap semoga bantuan air bersih bisa diberikan lagi ke desa kami, karena saat ini desa kami sangat membutuhkan air bersih," ucap Ibu Dasi kepada Candra, Staff Charity Solopeduli yang melakukan penyaluran.

    Desa Gunungsari merupakan salah satu desa yang paling parah terdampak krisis air bersih di wilayah Wonosamodro. Dengan bantuan 7.500 liter air bersih dari Solopeduli, diharapkan mampu meringankan beban warga yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.



    SOLO PEDULI akan terus berkomitmen untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat seperti krisis air bersih. Semoga aksi "Sedekah Air Bersih" ini dapat menginspirasi masyarakat, untuk bersama-sama mengulurkan bantuan menghadapi krisis air bersih di Indonesia khusunya wilayah Solo Raya, dengan menyalurkannya melalui SOLO PEDULI.

  • Respon Kekeringan Wonogiri, SOLO PEDULI Kirim 24.000 Liter Air Bersih

    Wonogiri - SOLO PEDULI sigap menangani kekeringan di wilayah Solo Raya, terutama di Desa Songbledeg, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri dengan menyalurkan 24.000 liter air bersih pada Rabu (02/08/2023).

    Bantuan air bersih dari SOLO PEDULI didistribusikan langsung oleh kepala cabang Wonogiri, Sumarno. Masyarakat begitu antusias mengantri dan ramai-ramai menampung air menggunakan ember. Sebagian dari air ini juga dialirkan ke penampungan di masjid dan rumah-rumah lansia serta beberapa rumah masyarakat yang sedang sakit.

    Kepala Dusun Jambu, Desa Songbledeg, Slamet, menyatakan bahwa desanya telah mengalami kekeringan selama dua bulan terakhir.

    "Masyarakat Dusun Jambu dan Weru, Desa Songbledeg berterima kasih atas kepedulian SOLO PEDULI dan para donatur yang telah menyalurkan bantuan air bersih. Semoga bantuan ini membawa berkah dan kebaikan," ucap Slamet.

    Sumarno, Kepala Kantor SOLO PEDULI cabang Wonogiri, mengatakan bahwa program pemberian air bersih ini adalah respons cepat SOLO PEDULI untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial, terutama dalam situasi kekeringan.

    "Ini merupakan komitmen SOLO PEDULI untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan di wilayah Solo Raya. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi solusi atas kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan," tambah Sumarno.

  • SOLO PEDULI Distribusikan 16.000 Liter Air Bersih Ke Sragen


    Sragen - Dampak musim kemarau dirasakan sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di wilayah Solo Raya seperti Kabupaten Sragen. Beberapa desa di Sragen membutuhkan bantuan air bersih karena mengalami kekeringan. Tim SOLO PEDULI merespons persoalan ini dengan Program Sedekah Air Bersih di dua lokasi sekaligus pada Senin (01/08/2023).

    Distribusi pertama dilakukan di Dukuh Sambirobyong RT.11, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Meski dekat dengan Waduk Kedung Ombo, desa di Kecamatan Sumberlawang ini sudah beberapa bulan berjuang mengatasi kelangkaan air.

    "Desa kami mengalami kekurangan air bersih sejak Mei," jelas Suwarno, Ketua RT.11 Dukuh Sambirobyong, saat berbincang dengan Tim SOLO PEDULI. Beliau juga mengucapkan banyak terima kasih untuk SOLO PEDULI, karena Program Sedekah Air Bersih ini sangat membantu warganya yang sedang mengalami krisis air.

    Lokasi kedua adalah Dukuh Sukomulyo, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Daerah ini berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur. Warga di daerah ini sudah mengalami kesulitan air bersih selama kurang lebih 2 bulan terakhir. SOLO PEDULI mendistribusikan 16.000 liter air untuk 280 KK di dua daerah tersebut, dengan total  sekitar 840 jiwa penduduk. Salah satu penerima bantuan adalah Pondok Pesantren Daarul Falah dengan total 38 santri.

    "Terima kasih atas bantuan air bersih dari SOLO PEDULI dan para donatur. Dengan program sedekah air bersih SOLO PEDULI ini, kami terbantu, dan berharap dapat memanfaatkan air bersih ini dengan sebaik-baiknya. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah bagi para donatur," ujar Bapak Nurrohim, pengurus Pondok Pesantren Daarul Falah.

    Salah satu Tim SOLO PEDULI yang hadir untuk mendistribusikan bantuan adalah Sony, Staff Charity dan Pendayagunaan Solopeduli. Ia menjelaskan bahwa Program Sedekah Air Bersih ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat selama periode kekeringan dan meringankan kesulitan mereka secara efektif.

    Harapannya, Program Sedekah Air Bersih SOLO PEDULI dapat memberikan bantuan nyata dan signifikan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih, terutama ketika mereka mengalami kondisi penuh tantangan seperti musim kemarau yang parah seperti saat ini.

    Mari Bantu Warga Masyarakat Yang Terdampak Kekeringan Dengan Cara :

    1 Klik tombol “DONASI SEKARANG”

    2 Masukkan nominal donasi

    3 Pilih metode pembayaran melalui BCA/Mandiri/BRI/BSM/CIMB Niaga Syariah/BNI Syariah/GOPAY/OVO/DANA/LinkAja/QRIS

    4 Transfer sesuai intruksi yang muncul.

    www.solopeduli.com

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 09 Oktober 2026

Mujaddid

  • Rp 150.000

  • 08 Oktober 2026

Semoga barokah

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 02 Oktober 2026

Semoga bermanfaat

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 28 September 2026

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 18 September 2026

Bismillah semoga lancar, berkahi kami sehat selalu, lancar rejeki, lunas semua hutang, selamat dunia dan akherat, Aamiin yaa robbal alamin

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 28 Agustus 2026

Nurul Sukma Setyana

  • Rp 15.000

  • 17 Agustus 2026

Hamba Allah

  • Rp 50.000

  • 15 Agustus 2026

Naima Nur Isnawati

  • Rp 50.000

  • 14 Agustus 2026

Dimas Aji Nur Yasin

  • Rp 100.000

  • 13 Agustus 2026

Bismillah

Naima Nur Isnawati

  • Rp 50.000

  • 10 Juli 2026

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 29 Juni 2026

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 20 Juni 2026

Semoga bermanfaat

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 27 Mei 2026

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 26 Mei 2026

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 15 Mei 2026

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 25 Maret 2026

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 25 Maret 2026

Donasi ini untuk an alm bpk iswanto

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 19 Maret 2026

Ya Allah, ampunilah kami, keluarga kami, orang tua kami. Undanglah kami ke Baitullah. Ridhoilah kami dan berikan petunjuk kpd kami. Mudahkanlah urusan kami. Aamiin

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 18 Maret 2026

Ya Allah, ampunilah kami, keluarga kami, orang tua kami. Undanglah kami ke Baitullah. Ridhoilah kami dan berikan petunjuk kpd kami. Mudahkanlah urusan kami. Aamiin

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 18 Maret 2026

Ya Allah, ampunilah kami, keluarga kami, orang tua kami. Undanglah kami ke Baitullah. Ridhoilah kami dan berikan petunjuk kpd kami. Mudahkanlah urusan kami. Aamiin

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 27 November 2025

Mohon doanya ya agar saya dan orangtua saya selalu dalam. Lindungan allah dan dilancarkan rezeki serta urusanya, aamiin

Hamba Allah

  • Rp 50.000

  • 15 November 2025

Semoga berkah

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 12 September 2025

Hamba Allah

  • Rp 50.000

  • 29 Agustus 2025

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 21 Agustus 2025

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 11 Agustus 2025

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 11 Agustus 2025

Ya Allah, sembuhkanlah ibu hamba yg sdg sakit. Berikanlah kesehatan pada suami, anak dan semua keluarga kami. Dan berikanlah kebahagiaan dunia akhirat, rejeki yg berkah dan melimpah Aamiin

Hamba Allah

  • Rp 1.000.000

  • 01 Agustus 2025

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 07 Juli 2025

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 05 Juni 2025

Bismillah bisa beli mobil rumah dgn cara yg ‘afiah diberikan kesehatan dan panjang umur sekeluarga

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 29 Mei 2025

Semoga Usaha saya lancar dan Bisa bermanfaat

Widianto

  • Rp 50.000

  • 15 Mei 2025

Hamba Allah

  • Rp 250.000

  • 06 Mei 2025

AN.Arifin

  • Rp 300.000

  • 26 Maret 2025

Semoga bermanfaat...

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 08 Maret 2025

Semoga jadi keberkahan untuk kita semua

Hamba Allah

  • Rp 50.000

  • 18 Januari 2025

Aswin Priyo Baskara

  • Rp 50.000

  • 15 November 2024

Bismillah, semoga bermanfaat dan bisa membantu masyarakat disana untuk mendapatkan fasilitas air yang layak. Amin

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 25 Oktober 2024

Hamba Allah

  • Rp 350.999

  • 22 Oktober 2024

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 12 Oktober 2024

Hamba Allah

  • Rp 50.000

  • 20 September 2024

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 13 September 2024

Hamba Allah

  • Rp 300.000

  • 10 September 2024

Hilea Agustin

  • Rp 200.000

  • 07 Juni 2024

“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 17 Mei 2024

Semoga ibu angkat saya Ngatni binti bukhori diberi kemudahan, kelancaran, kelapangan di alam kubur.. Diampuni dosa dan diterima amal ibadahnya.. Semoga khusnul khotimah.. Semoga saya lekas mendapatkan jodoh

Hamba Allah

  • Rp 50.000

  • 15 Mei 2024

Semoga bermanfaat

Hamba Allah

  • Rp 1.500.000

  • 25 April 2024

Saya niat wakaf a.n nenek saya Hj. Maemunatun semoga diampuni dosanya, ditempatkan ditempat terbaik, dihindarkan dari siksa kubu. Semoga bermanfaat dan wakafnya menjadi amal jariyah untuk beliau. Aamiin

Hamba Allah

  • Rp 30.000

  • 12 April 2024

Semoga ibu angkat saya Ngatni binti bukhori diberi kemudahan, kelancaran, kelapangan di alam kubur.. Diampuni dosa dan diterima amal ibadahnya.. Semoga khusnul khotimah.. Semoga saya lekas mendapatkan jodoh

Hamba Allah

  • Rp 30.000

  • 05 April 2024

Semoga ibu angkat saya Ngatni binti bukhori diberi kemudahan, kelancaran, kelapangan di alam kubur.. Diampuni dosa dan diterima amal ibadahnya.. Semoga khusnul khotimah.. Semoga saya lekas mendapatkan jodoh

Hamba Allah

  • Rp 200.000

  • 01 April 2024

Hamba Allah

  • Rp 30.000

  • 22 Maret 2024

Semoga ibu angkat saya Ngatni binti bukhori diberi kemudahan, kelancaran, kelapangan di alam kubur.. Diampuni dosa dan diterima amal ibadahnya.. Semoga khusnul khotimah.. Semoga saya lekas mendapatkan jodoh

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 17 Maret 2024

Hamba Allah

  • Rp 30.000

  • 15 Maret 2024

Semoga ibu angkat saya Ngatni binti bukhori diberi kemudahan, kelancaran, kelapangan di alam kubur.. Diampuni dosa dan diterima amal ibadahnya.. Semoga khusnul khotimah.. Semoga saya lekas mendapatkan jodoh

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 17 Februari 2024

Semoga ibu angkat saya Ngatni binti buchori diberi kemudahan, kelancaran, dan sembuh dari segala penyakitnya.. Dapat bernafas normal tanpa bantuan alat.. Dan segera pulih kesehatannya

Ahmadi

  • Rp 500.000

  • 30 September 2023

Hamba Allah

  • Rp 50.000

  • 30 September 2023

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 22 September 2023

Ginanjar

  • Rp 1.000.000

  • 18 September 2023

Heru

  • Rp 20.000

  • 09 September 2023

Mohon kesembuhan dari cidera patah tulang bahu kiri akibat kecelakaan motor

Hamba Allah

  • Rp 10.000

  • 24 Agustus 2023

Hamba Allah

  • Rp 200.000

  • 24 Agustus 2023

Semoga anakku sehat, cerdas dan Sholih aamiin

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 20 Agustus 2023

semoga berkah

Anonim

  • Rp 20.000

  • 21 Mei 2023

Mujaddid

  • Rp 200.000

  • 20 April 2023

Semoga barokah

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 31 Maret 2023

Hamba Allah

  • Rp 82.000

  • 26 Maret 2023

Hamba Allah

  • Rp 82.000

  • 17 Maret 2023

Hamba Allah

  • Rp 50.000

  • 16 Maret 2023

Hamba Allah

  • Rp 6.856

  • 05 Februari 2023

SEMOGA BERKAH! UNTUK CREATOR & DONATUR????????????

Fajarwati

  • Rp 100.000

  • 21 Oktober 2022

Hamba Allah

  • Rp 50.000

  • 29 September 2022

Muhammad Rizky Devianto

  • Rp 100.000

  • 01 September 2022

Semoga bermanfaat dan berkah untuk semua

Surono

  • Rp 3.000.000

  • 21 Agustus 2022

Semoga menjadi amal jariyah

MUDIAR MASJA

  • Rp 50.000

  • 03 Juni 2022

Semoga sukses, beramal dan membantu sesama

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 27 Mei 2022

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 04 Maret 2022

Semoga bermanfaat dan diberikan keberkahan . Aaamin ya Robbal Alamin

Ari

  • Rp 50.000

  • 24 Februari 2022

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 04 Februari 2022

Semoga segera terlaksana program air bersih dan memberikan keberkahan utk masyarakat sekitar . Aamiin ya Robbal Alamin

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 09 Januari 2022

semoga memberikan keberkahan dan kebahagiaan untuk masyarakat sekitar . Aamiin ya Robbal Alamin

Muhammad Rizky Devianto

  • Rp 50.000

  • 22 Desember 2021

Ats Nm Almarhum Bapak Ponidi

  • Rp 100.341

  • 20 Oktober 2021

RIZQA AFTHONI

  • Rp 100.000

  • 29 September 2021

Semoga dimudahkan segala urusanku dan doa doa ku terkabul

Palupi

  • Rp 50.061

  • 17 September 2021

Hamba Allah

  • Rp 14.068

  • 16 September 2021

Semoga berkah

Hamba Allah

  • Rp 1.530

  • 11 September 2021

Cek dulu

Hamba Allah

  • Rp 26.552

  • 11 September 2021

Semoga allah memberi rejeki air yang melimpah

Hamba Allah

  • Rp 20.000

  • 10 September 2021

Erwin Kartinawati

  • Rp 500.000

  • 09 September 2021

aku bersyukur kepada Allah atas karunia diberikan, semoga Allah selalu melindungi, meridhoi dan memberkahi setiap langkahku dan keluargaku. menjauhkan dari siksa kubur dan api neraka.aamiin yra

Hamba Allah

  • Rp 50.009

  • 06 September 2021

Semoga segera terlaksana program air bersihnya dan smg airny mbrikan keberkahan.

Danik Erfiani

  • Rp 50.000

  • 21 Agustus 2021

Hamba Allah

  • Rp 50.705

  • 07 Agustus 2021

Semoga Allah memberkahi

Hamba Allah

  • Rp 50.899

  • 04 Agustus 2021

Aku ingin merried tahun ini dengan dg cowok yg beriman,mapan,kaya,tampan dr warga negara India, aamiin

Hamba Allah

  • Rp 50.000

  • 30 Juli 2021

Bismillah, semoga diberikan kesehatan dan keselamatan dunia akhirat oleh Allah swt.. Aamiin

Hamba Allah

  • Rp 50.921

  • 28 Juli 2021

Semoga menjadi amal jariyah. Aamiin yaa rabbalalamin

Andi Rahmat

  • Rp 102.153

  • 28 Juli 2021

Himah Maulidiah

  • Rp 20.812

  • 29 Juli 2021

Bismillah semoga menjadi sumber kebahagiaan bagi warga setempat yang membutuhkan air. Semoga menjadi amal jariyah kita semua. Aamiin

Hamba Allah

  • Rp 50.903

  • 29 Juli 2021

Semoga Allah mempermudah urusan kita semua

Hamba Allah

  • Rp 20.588

  • 26 Juli 2021

Hamba Allah

  • Rp 100.000

  • 20 Juli 2021

Didik Sugiarto

  • Rp 502.126

  • 20 Juli 2021

Alm. Sukardi martowikromo

D

  • Rp 100.840

  • 19 Januari 2021

Semoga tersalurkan secara amanah, untuk mbantu air bersih. Semoga berkah buat smuanya.aamiin

Hamba Allah

  • Rp 200.828

  • 06 Januari 2021

Semoga bermanfaat aamiin

Fira

  • Rp 100.800

  • 22 Desember 2020

Semoga bermanfaat, aamiin

Fira

  • Rp 100.756

  • 19 November 2020

Semoga bermanfaat. Aamiin

Hamba Allah

  • Rp 0

  • 30 Oktober 2020

Fira

  • Rp 100.712

  • 28 Oktober 2020

Semoga bermanfaat aamiin

Solopeduli

  • Rp 170.536.689

  • Donasi Offline