Krisis Air Melanda Grobogan, SOLOPEDULI Dan LAZ Al Abidin Salurkan 18.000 Liter Air Bersih

Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Merespons kondisi tersebut, LAZ SOLOPEDULI berkolaborasi dengan LAZ Al Abidin menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di tiga lokasi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (18/9/2026).

Bantuan air bersih disalurkan ke Dusun Kemiri dan Dusun Teguhan, Desa Depok, Kecamatan Toroh, serta Dusun Cingkrong, Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi. Sebanyak 18.000 liter air bersih disalurkan dengan masing-masing 6.000 liter untuk setiap lokasi.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 72 kepala keluarga atau sekitar 288 warga. Rinciannya, sebanyak 25 KK atau 100 warga di Dusun Kemiri, 21 KK atau 84 warga di Dusun Teguhan, dan 26 KK atau 104 warga di Dusun Cingkrong.

dok.humas: Penyaluran Air Bersih oleh Ivan, Tim Program SOLOPEDULI

Kondisi kekeringan membuat sebagian warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Mbah Moko, warga Dusun Kemiri, Desa Depok, menuturkan bahwa sumur warga telah mengering sehingga masyarakat harus mengandalkan sumber air yang tersisa.

“Di sini memang masalahnya air. Sudah kekeringan dan sama sekali tidak ada air. Sumur juga kering, tidak ada sumber air. Kami biasanya membuat belik di sungai, tetapi harus antre dan bergantian mengambil air,” ungkapnya.

Menurut Mbah Moko, air dari belik tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memasak. Dalam kondisi tertentu, warga hanya mampu mendapatkan air dalam jumlah terbatas dan harus membaginya dengan tetangga.

“Kalau bisa mendapatkan sekitar sepuluh galon dalam sehari saja sudah sangat membantu. Air tersebut kemudian dibagi kepada tetangga. Untuk kebutuhan minum, kami biasanya membeli air galon,” lanjutnya.

Hal serupa dirasakan warga Dusun Teguhan. Keterbatasan sumber air membuat warga harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan air ketika sumur tidak lagi mencukupi kebutuhan.

“Kondisi air di sini memang kekeringan. Kalau ada sumur pun, kami harus membeli air. Kalau tidak ada sumur, kami mengandalkan bantuan air bersih karena sumber air di sini sudah kering kerontang,” ujar salah satu warga Dusun Teguhan.

Ia menambahkan, warga terkadang harus menunggu hingga sumber air kembali tersedia. Sebagian warga juga membeli air menggunakan tangki untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Kami biasanya membeli air satu tangki sekitar Rp120 ribu. Setelah itu air dimasukkan ke sumur karena tidak memiliki wadah penampungan. Biasanya satu tangki bisa digunakan sekitar satu minggu,” jelasnya.


dok.humas: Penerima Manfaat mengambil Air Bersih dari SOLOPEDULI dan LAZ Al Abidin

Penyaluran bantuan air bersih ini menjadi bagian dari ikhtiar SOLOPEDULI untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

SOLOPEDULI menyampaikan terima kasih kepada LAZ Al Abidin, para donatur, dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya penyaluran bantuan air bersih tersebut. Kolaborasi dan dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Semoga bantuan air bersih ini dapat memberikan manfaat bagi warga di Dusun Kemiri, Dusun Teguhan, dan Dusun Cingkrong serta meringankan kebutuhan mereka selama masa kekeringan. SOLOPEDULI juga berharap hujan segera turun dan membawa keberkahan serta mencukupi kebutuhan air masyarakat. Aamiin.(snk)