SOLOPEDULI Audit Surveillance ISO 9001:2015, Bersiap Transisi ISO 9001:2026

LAZ SOLOPEDULI melaksanakan audit surveillance ketiga Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga dan meningkatkan mutu tata kelola lembaga. Audit eksternal tersebut dilaksanakan oleh Mitra Sejati Fazahara—SIS Certification pada Jumat (25/9/2026) di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Pusat SOLOPEDULI.

Audit surveillance ini diikuti oleh Chief Executive Officer (CEO) SOLOPEDULI Sidik Anshori dan jajaran manajemen. Proses audit terhadap jajaran manajemen dilakukan oleh Lead Auditor Mitra Sejati Fazahara, Ivar Kusradi Drajat, S.T., M.Eng. 

ISO 9001 merupakan standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Mutu (SMM) untuk membantu organisasi memastikan proses kerja berjalan secara konsisten, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Bagi SOLOPEDULI, penerapan standar tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme dalam pengelolaan lembaga dan pelaksanaan program sosial.

Pada pelaksanaan audit kali ini, SOLOPEDULI tidak mendapatkan temuan, baik kategori minor maupun mayor. Selain melakukan audit surveillance ISO 9001:2015, proses audit juga menjadi bagian dari persiapan SOLOPEDULI menuju transisi standar terbaru ISO 9001:2026 yang dirilis pada September 2026.

Dalam proses persiapan tersebut, SOLOPEDULI akan melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari digitalisasi proses kerja, pembaruan kebijakan, hingga penguatan pengelolaan sumber daya manusia. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan memperhatikan perkembangan tema dan persyaratan dalam standar terbaru, termasuk isu keberlanjutan, tata kelola, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.

Ivar Kusradi, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil audit transisi Sistem Manajemen Mutu, SOLOPEDULI dinilai telah cukup siap untuk mengimplementasikan standar terbaru ISO 9001:2026.

“Berdasarkan hasil audit transisi Sistem Manajemen Mutu, SOLOPEDULI dinilai sudah cukup siap untuk melakukan implementasi standar terbaru ISO 9001:2026,” ujar Ivar.

dok.humas: Proses Audit Surveillance ISO 9001:2015

Dalam persiapan menuju ISO 9001:2026, terdapat sejumlah isu global yang menjadi perhatian dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu. Salah satunya adalah perubahan iklim yang mengharuskan organisasi memverifikasi relevansi isu tersebut terhadap konteks operasional dan keberlangsungan sistem manajemen mutu.

Selain itu, keamanan informasi dan transformasi digital menjadi aspek penting, khususnya dalam memastikan perlindungan data donatur atau muzaki serta keandalan sistem digital dalam pengelolaan dana. Aspek lainnya adalah ketahanan rantai pasok atau supply chain agility, termasuk evaluasi terhadap fleksibilitas dan keandalan mitra maupun vendor dalam mendukung pelaksanaan program SOLOPEDULI di tengah potensi disrupsi global.

Kesiapan transisi juga diarahkan pada penguatan konteks organisasi dan pemangku kepentingan agar terhubung dengan risiko, sasaran, serta indikator program. SOLOPEDULI juga perlu memperkuat tata kelola data melalui protokol pembersihan, segmentasi, dan keamanan data.

Selanjutnya, aspek ketahanan organisasi dan manajemen perubahan menjadi perhatian dalam memastikan keberlanjutan organisasi, termasuk keberlanjutan hubungan dengan donatur dan penguatan peran kepemimpinan. Pengukuran dampak program juga terus dikembangkan, dari yang sebelumnya berfokus pada output, seperti jumlah bantuan yang disalurkan, menuju pengukuran outcome dan impact yang melihat perubahan serta ketahanan penerima manfaat.

Sedangkan Sidik Anshori, menyampaikan bahwa hasil audit tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan lembaga untuk terus memperbaiki sistem dan kualitas tata kelola.

“Bagi SOLOPEDULI, audit bukan sekadar proses untuk memastikan pemenuhan standar, tetapi menjadi ruang evaluasi untuk melihat sejauh mana sistem yang kita bangun mampu mendukung pelayanan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Dan yang lebih penting adalah bagaimana hasil evaluasi ini dapat menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan,” ungkap Sidik.

Ia menambahkan, persiapan menuju ISO 9001:2026 menjadi momentum bagi SOLOPEDULI untuk semakin adaptif terhadap perubahan, termasuk dalam penguatan digitalisasi, keamanan data, manajemen risiko, serta pengukuran dampak program.

“Kami ingin memastikan bahwa standar mutu tidak berhenti pada dokumen dan prosedur, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap proses kerja dan program. Transisi menuju ISO 9001:2026 akan kami jadikan momentum untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan inovasi program, serta memastikan setiap amanah dari muzaki dapat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.

Dalam rekomendasinya, auditor mendorong SOLOPEDULI untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, mengimplementasikan kebijakan dan program secara konsisten, memperkuat manajemen risiko, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan program sosial.

Hasil audit dan proses persiapan transisi tersebut menjadi bagian dari komitmen SOLOPEDULI untuk menjaga kualitas tata kelola lembaga. Melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu secara berkelanjutan, SOLOPEDULI terus berupaya memastikan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf berjalan secara profesional serta memberikan dampak yang semakin luas bagi penerima manfaat.(snk)