SOLOPEDULI menerima sertifikat hasil audit surveillance ketiga Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 dari auditor eksternal Mitra Sejati Fazahara—SIS Certification pada Kamis (8/10/2026). Penerimaan sertifikat ini menjadi salah satu bentuk pengakuan atas konsistensi SOLOPEDULI dalam menerapkan sistem manajemen mutu untuk mendukung tata kelola lembaga yang profesional dan berkelanjutan.
Sebagai lembaga amil zakat yang menghimpun, mengelola, dan menyalurkan zakat, infak, sedekah, serta wakaf (ZISWAF), SOLOPEDULI berkomitmen menjaga kualitas layanan dan tata kelola agar amanah dari para muzaki dapat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Sebelumnya, audit surveillance ketiga ISO 9001:2015 telah dilaksanakan pada Jumat (25/9/2026) di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Pusat SOLOPEDULI. Audit tersebut diikuti oleh Chief Executive Officer (CEO) SOLOPEDULI, Sidik Anshori, bersama jajaran manajemen. Proses audit dipimpin oleh Lead Auditor Mitra Sejati Fazahara—SIS Certification, Ivar Kusradi Drajat, S.T., M.Eng.
Dalam pelaksanaan audit tersebut, SOLOPEDULI tidak memperoleh temuan, baik dalam kategori minor maupun mayor. Hasil ini menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan bagi lembaga untuk terus menjaga konsistensi penerapan Sistem Manajemen Mutu dalam setiap proses kerja.
Selain mengevaluasi penerapan ISO 9001:2015, audit kali ini juga menjadi bagian dari persiapan SOLOPEDULI menghadapi transisi menuju standar ISO 9001:2026 yang disebutkan dalam proses audit. Berdasarkan hasil evaluasi, SOLOPEDULI dinilai cukup siap untuk mengimplementasikan standar terbaru tersebut.
“Berdasarkan hasil audit transisi Sistem Manajemen Mutu, SOLOPEDULI dinilai sudah cukup siap untuk melakukan implementasi standar terbaru ISO 9001:2026,” ujar Ivar Kusradi Drajat.
CEO SOLOPEDULI, Sidik Anshori, menyampaikan bahwa penerimaan sertifikat hasil audit tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan lembaga untuk terus meningkatkan kualitas sistem dan tata kelola. Menurutnya, audit tidak hanya bertujuan memastikan kesesuaian terhadap standar, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur efektivitas sistem dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
“Bagi SOLOPEDULI, audit bukan sekadar proses untuk memastikan pemenuhan standar, tetapi menjadi ruang evaluasi untuk melihat sejauh mana sistem yang kita bangun mampu mendukung pelayanan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil evaluasi ini menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan,” ungkap Sidik.
Ia menambahkan, persiapan menuju ISO 9001:2026 menjadi momentum bagi SOLOPEDULI untuk semakin adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan pengelolaan lembaga, termasuk dalam penguatan digitalisasi, keamanan data, manajemen risiko, serta pengukuran dampak program.
“Kami ingin memastikan bahwa standar mutu tidak berhenti pada dokumen dan prosedur, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap proses kerja dan program. Transisi menuju ISO 9001:2026 akan kami jadikan momentum untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan inovasi program, serta memastikan setiap amanah dari muzaki dapat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.
Dalam rekomendasinya, auditor mendorong SOLOPEDULI untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, menerapkan kebijakan dan program secara konsisten, memperkuat manajemen risiko, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan program sosial.
Penerimaan sertifikat hasil audit ini semakin memperkuat komitmen SOLOPEDULI untuk menjaga kualitas tata kelola lembaga. Melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu secara konsisten dan berkelanjutan, SOLOPEDULI terus berupaya memastikan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf berjalan sesuai standar mutu serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan penerima manfaat. (snk)