SOLOPEDULI terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan reforestation atau penghijauan kembali kawasan pesisir. Bersama Solusi Wakaf Indonesia (SWI), Yayasan Nusantara Peduli (YNP), Solusi Zakat Indonesia (SZI), dan berkolaborasi dengan LindungiHutan, SOLOPEDULI menanam 250 bibit pohon bakau (mangrove) di kawasan Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Ahad (18/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata SOLOPEDULI dalam mendukung pemulihan ekosistem pesisir yang menghadapi ancaman abrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Tidak hanya melibatkan tim pelaksana, SOLOPEDULI juga mengajak para relawan, khususnya generasi muda, untuk berpartisipasi langsung dalam penanaman mangrove.
Dipimpin oleh Farida Chusnuryati bersama tim, para peserta menuju lokasi penanaman menggunakan perahu bersama relawan. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang mempertemukan peserta secara langsung dengan kondisi kawasan pesisir dan upaya pelestarian lingkungan yang dapat dilakukan bersama.
Bagi SOLOPEDULI, gerakan ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan juga membangun kepedulian dan mendorong keterlibatan berbagai kalangan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Generasi muda memiliki peran penting dalam upaya tersebut karena merekalah yang akan melanjutkan estafet kepedulian terhadap bumi pada masa mendatang.
SOLOPEDULI Dorong Kepedulian Lingkungan melalui Aksi Nyata
dok.humas: Tim SOLOPEDULI dan Relawan Menanam Bibit Mangrove
Farida Chusnuryati menyampaikan bahwa isu lingkungan menjadi salah satu perhatian SOLOPEDULI, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Melalui kampanye reforestation, SOLOPEDULI berupaya menghadirkan gerakan positif yang dapat menginspirasi masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kelestarian alam.
“Isu lingkungan menjadi fokus SOLOPEDULI, khususnya di Jawa Tengah. Kampanye ini menjadi gerakan positif sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan. Melalui gerakan ini, kami juga turut mendukung pencapaian SDGs serta mempersiapkan SOLOPEDULI dalam transisi menuju manajemen mutu ISO 9001:2026 yang turut memberikan perhatian pada aspek perubahan iklim,” ujar Farida Chusnuryati.
Penanaman mangrove dipilih karena tanaman ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Sistem perakarannya membantu menahan sedimen, mengurangi pengikisan garis pantai, serta menjadi habitat dan tempat berkembang biak bagi berbagai biota laut. Selain itu, ekosistem mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar, termasuk karbon biru (blue carbon), sehingga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.
Melalui penanaman 250 bibit mangrove ini, SOLOPEDULI berharap upaya pemulihan lingkungan pesisir dapat terus berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Untuk memastikan keberlanjutan program, perkembangan bibit akan dipantau selama tiga bulan ke depan dengan dukungan perawatan dari tim dan relawan.
Libatkan Relawan Muda, Tumbuhkan Kepedulian dari Lingkungan Sekitar
dok.humas: Tim SOLOPEDULI dan Relawan Tanam Bibit Pohon Mangrove
Komitmen menjaga lingkungan juga diwujudkan melalui pelibatan relawan dalam kegiatan penanaman mangrove. Salah satu relawan yang berpartisipasi adalah Nasywaa Ensa Kautsar, mahasiswi Biologi Universitas Diponegoro (Undip) yang berdomisili di Semarang.
Bagi Nasywaa, keterlibatannya dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan di daerah tempat tinggalnya sendiri. Ia melihat kawasan pesisir perlu mendapat perhatian, terutama di tengah tantangan kenaikan muka air laut dan abrasi.
“Tidak perlu banyak alasan untuk kita menjaga alam dan kelestarian lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan ikut menanam mangrove di Semarang. Aku melihat bahwa tempat tinggalku sendiri, khususnya kawasan pesisir, harus dijaga. Makin hari, kenaikan muka air laut dan abrasi menjadi hal yang perlu diperhatikan. Ini adalah bentuk nyata kepedulianku untuk menjaga lingkungan di daerah tempat tinggalku, salah satunya dengan ikut kegiatan reforestation,” ungkap Nasywaa.
Ia mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Sebagai pengalaman pertamanya mengikuti penanaman mangrove, Nasywaa belajar mengenal jenis tanaman yang ditanam, alasan pemilihan mangrove, hingga teknik penanamannya.
“Ini sebenarnya pertama kalinya aku mengikuti kegiatan seperti ini dan ada banyak hal yang bisa dipelajari, mulai dari mengapa harus mangrove yang ditanam, jenis mangrove yang digunakan, hingga cara menanamnya. Bagian paling seru adalah saat praktik menanam karena ternyata ada teknik tersendiri yang perlu dipahami,” imbuhnya.
Keterlibatan relawan muda ini menjadi salah satu wujud upaya SOLOPEDULI untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap orang dapat mengambil peran melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, termasuk berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan dan pemulihan ekosistem.
Dukung SDGs, Bangun Manfaat Lingkungan yang Berkelanjutan
dok.humas: Keseruan Tanam Bibit Pohon Mangrove
Gerakan reforestation yang dilakukan SOLOPEDULI bersama para mitra turut mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Laut, dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan.
Melalui penanaman mangrove, kegiatan ini berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim, perlindungan ekosistem pesisir, serta pemulihan kawasan yang membutuhkan perhatian lingkungan. Mangrove juga berpotensi mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir melalui ekosistem perikanan dan pengembangan ekowisata yang dikelola secara bertanggung jawab.
Selain itu, kolaborasi SOLOPEDULI, SWI, YNP, SZI, LindungiHutan, dan para relawan mencerminkan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi lintas lembaga dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memperluas dampak kegiatan pelestarian lingkungan.
SOLOPEDULI berharap 250 bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi ekosistem serta masyarakat sekitar. Pemantauan dan perawatan bibit menjadi langkah penting agar kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut menjadi upaya pemulihan lingkungan yang terjaga.
Melalui gerakan ini, SOLOPEDULI mengajak masyarakat, komunitas, dan generasi muda untuk turut mengambil bagian dalam menjaga bumi. Sebab, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dengan kesadaran, tetapi perlu diwujudkan melalui aksi nyata dan kolaborasi berkelanjutan.
SOLOPEDULI menyampaikan terima kasih kepada Solusi Wakaf Indonesia (SWI), Yayasan Nusantara Peduli (YNP), Solusi Zakat Indonesia (SZI), LindungiHutan, serta seluruh relawan dan pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga setiap ikhtiar kebaikan menjadi amal jariyah, menghadirkan manfaat bagi lingkungan, dan menginspirasi semakin banyak pihak untuk bersama-sama merawat bumi demi generasi mendatang.(snk)