Temu Duta Peduli SOLOPEDULI Hadirkan Workshop Smart Farming Untuk Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan

SOLOPEDULI menyelenggarakan Temu Duta Peduli bertema Smart Farming di Hotel Minoa, Ahad (25/10/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 417 duta peduli SOLOPEDULI ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus edukasi bagi para Duta Peduli untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, mendorong kemandirian, dan membangun ketahanan pangan berkelanjutan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-27 SOLOPEDULI yang mengusung tema Mengakar melalui Pendidikan, Menumbuhkan Kemandirian, Mewujudkan Peradaban Berkelanjutan.

Dalam sambutannya, CEO LAZ SOLOPEDULI, Sidik Anshori, S.Sos.I., menyampaikan bahwa smart farming bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan kemampuan mengelola lahan produktif secara cerdas dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, ia berharap para peserta semakin mencintai lingkungan dan tergerak untuk berkontribusi dalam menjaga kelestariannya.

“Smart farming bukan sekadar bertani, melainkan bagaimana kita cerdas dalam mengelola lahan produktif. Harapannya, setelah pulang dari sini, kita semakin mencintai lingkungan dan bergerak bersama menjaga kelestariannya,” ungkap Sidik.

Sidik dalam sambutannya juga menyampaikan, selama 27 tahun perjalanan, SOLOPEDULI telah mengelola dana sebesar Rp382,98 miliar dan menghadirkan manfaat bagi 9,25 juta jiwa. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi lembaga untuk terus memperluas kebermanfaatan melalui berbagai program di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kemanusiaan.

Luncurkan Program Pendidikan dan Penguatan Kapasitas

dok.humas: Peluncuran Dua Program yaitu Bebas Buta Al-Qur’an dan Z-PRO

Dalam momentum Milad ke-27, SOLOPEDULI menetapkan sejumlah target program, meliputi penyaluran 27 juta liter air bersih, distribusi 27 ribu mushaf Al-Qur’an, pemberian 27 beasiswa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), serta pelaksanaan 50 operasi katarak gratis.

Dalam agenda ini SOLOPEDULI juga meluncurkan dua program, yaitu Bebas Buta Al-Qur’an dan Z-PRO (Zakat Professional Training). Program Bebas Buta Al-Qur’an merupakan upaya memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Melalui program ini, SOLOPEDULI menargetkan perluasan jangkauan pembelajaran Al-Qur’an di berbagai wilayah Jawa Tengah serta distribusi 27 ribu mushaf Al-Qur’an.

Sementara itu, Z-PRO dihadirkan sebagai program pelatihan profesional berbasis zakat untuk meningkatkan kapasitas penerima manfaat. Kedua program tersebut menjadi bagian dari komitmen SOLOPEDULI dalam mengoptimalkan pengelolaan dana zakat agar memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Workshop Smart Farming, Olah Sampah Menjadi Sumber Daya

dok.humas: Workshop Smart Farming yang Disampaikan dari Yoso Farm

Salah satu agenda utama Temu Duta Peduli adalah lokakarya (workshop) smart farming yang disampaikan oleh Widodo dari Yoso Farm dan dimoderatori oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si (Dosen dan Dewan Pengawas SOLOPEDULI). Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap sampah yang selama ini dianggap tidak berguna menjadi sumber daya potensial untuk mendukung ketahanan pangan.

“Mulai dari akhir (Mudhakir), mulai dari sampah. Karena sampah itu hal yang tidak berguna, tetapi justru kita mulai dari itu,” jelas Widodo.

Ia memperkenalkan konsep integrated farming atau pertanian terpadu yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pengelolaan sampah. Melalui konsep ini, limbah dari satu kegiatan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kegiatan lainnya sehingga penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Peserta juga diperkenalkan dengan prinsip home farming, yaitu pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan rumah untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga. Limbah dapur, sisa tanaman, dan kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk, sedangkan sisa olahan dapur dan maggot dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak sesuai kebutuhan dan pengelolaan yang tepat.

Yoso Farm mengusung prinsip mudah, murah, dan melimpah dalam penerapan pertanian terpadu. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat memulai kegiatan produktif dari lingkungan terdekat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Materi lokakarya juga mencakup pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan rumah tangga melalui pengelolaan yang tepat, pengenalan KASTARI atau kandang ayam lestari dengan desain minimalis dan hemat bahan, serta praktik pembuatan kompos menggunakan paralon bekas dan budidaya maggot sederhana.

Widodo turut mengingatkan pentingnya pengelolaan hasil produksi secara bijak. Ketika hasil pertanian atau peternakan melimpah, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menjual seluruh hasilnya, tetapi terlebih dahulu mempertimbangkan kebutuhan pangan keluarga agar kemandirian dapat terbangun.

Dalam pengelolaan sampah, peserta diajak menerapkan prinsip 3A, yaitu cegah, pilah, dan olah. Prinsip ini mendorong masyarakat mengurangi timbulan sampah, memilah sampah sesuai jenisnya, serta mengolah sampah yang masih memiliki nilai guna menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Perkuat Peran Duta Peduli dalam Keberlanjutan Program

dok.humas: Duta Peduli, Warsini, dari SOLOPEDULI Cabang Klaten

Selain menjadi ruang edukasi, Temu Duta Peduli juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen para Duta Peduli dan donatur dalam mendukung keberlanjutan program-program SOLOPEDULI.

Salah satu Duta Peduli yang telah bergabung sejak 2008, Warsini dari Klaten Utara, mengungkapkan bahwa kepercayaannya terhadap SOLOPEDULI tumbuh dari penyaluran dana amanah kepada masyarakat dan keberagaman program yang memberikan manfaat nyata.

“Saya bergabung dengan SOLOPEDULI sejak tahun 2008 setelah dikenalkan oleh adik saya. Alasan saya tetap setia menjadi Duta SOLOPEDULI hingga saat ini adalah karena SOLOPEDULI menyalurkan dana yang diamanahkan untuk masyarakat. Selain itu, program-programnya beragam dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Hal itulah yang membuat saya tetap berkomitmen menjadi bagian dari Duta SOLOPEDULI,” tuturnya.

Ia berharap para donatur dan Duta Peduli semakin solid serta amanah dalam menjalankan tanggung jawab. Ia juga berharap program-program SOLOPEDULI terus berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Sebagai upaya memperluas gerakan kepedulian, SOLOPEDULI merencanakan penyelenggaraan lomba Duta Peduli pada Januari mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat, termasuk melalui kelompok dasawisma, dalam mengembangkan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan.

Melalui Temu Duta Peduli dan lokakarya smart farming, SOLOPEDULI mendorong semangat berbagi yang tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran bantuan, tetapi juga melalui edukasi, pelestarian lingkungan, dan penguatan kemandirian masyarakat. Dengan kolaborasi antara Duta Peduli, donatur, dan berbagai pihak, SOLOPEDULI berharap upaya membangun ketahanan pangan dan mewujudkan peradaban berkelanjutan dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(snk)