Zakat memiliki peran lebih dari sekadar membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik hingga kelak mampu bertransformasi menjadi muzaki.
Komitmen tersebut diwujudkan SOLOPEDULI melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) yang berkolaborasi dengan KUA Karanganom. Salah satu bentuk pendampingannya dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan bertema Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga dan Usaha di KUA Karanganom, Klaten, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh penerima manfaat (PM) Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) dari wilayah Kadirojo, Karanganom, Klaten. Pendampingan kegiatan dilakukan oleh Tim Program SOLOPEDULI yaitu Unstiah Azizah bersama tim, serta Penyuluh KUA Karanganom yang turut mendukung proses pembinaan para peserta.
Pelatihan menghadirkan Hafidz Tamimi, S.E., selaku Direktur Smart Finance Indonesia, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya memisahkan keuangan rumah tangga dan keuangan usaha agar kondisi keuangan dapat terpantau dengan baik.
Menurutnya, pencampuran keuangan pribadi dan usaha dapat menyulitkan pelaku usaha dalam mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya. Oleh karena itu, pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara rutin menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap pelaku usaha.
dok.humas: Pelatihan Keuangan oleh Bapak Hafid Tamimi, S.E
“Pelaku usaha perlu memisahkan keuangan usaha dan keuangan rumah tangga agar arus kas dapat terpantau dengan baik. Jangan sampai keuangan usaha tercampur dengan kebutuhan pribadi atau keluarga karena hal tersebut dapat menyulitkan kita dalam mengetahui kondisi keuangan usaha yang sebenarnya. Oleh karena itu, pencatatan keuangan secara rutin dan tertib menjadi hal penting agar pemasukan, pengeluaran, serta keuntungan usaha dapat diketahui dengan jelas,” ungkap Hafidz Tamimi, S.E.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan pembelajaran praktis mengenai tata kelola dan pencatatan keuangan sederhana yang mudah dipahami serta diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
“Kami membantu membuatkan catatan keuangan yang mudah dipahami. Harapannya, catatan tersebut dapat diterapkan oleh para peserta sehingga mereka lebih mudah mengelola dan memantau perkembangan keuangan usahanya,” jelas Hafidz.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan berkelanjutan SOLOPEDULI setelah penyaluran bantuan usaha. Melalui program PEU, penerima manfaat tidak hanya mendapatkan dukungan berupa modal maupun sarana usaha, tetapi juga pembinaan, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan usaha yang dijalankan dapat berkembang secara optimal.
Upaya tersebut sekaligus menjadi wujud optimalisasi dana zakat untuk pemberdayaan ekonomi umat. Zakat tidak hanya dihadirkan sebagai bantuan yang memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dioptimalkan sebagai sarana membangun kapasitas, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pelaku usaha kecil. Kami jadi belajar bagaimana mengatur keuangan, memisahkan uang usaha dan kebutuhan keluarga, serta membuat catatan pemasukan dan pengeluaran. Harapannya, setelah ini usaha kami bisa lebih tertata, berkembang, dan memberikan penghasilan yang lebih baik bagi keluarga,” tutur Mukhlisin, salah satu penerima manfaat PEU yaitu Alisa Car Wash.
dok.humas: Foto Bersama Seluruh Peserta PEU yang Mengikuti Pelatihan Keuangan
Melalui pendampingan yang berkesinambungan, SOLOPEDULI berharap para penerima manfaat PEU mampu mengembangkan usahanya, meningkatkan pendapatan keluarga, serta membangun kehidupan ekonomi yang lebih sejahtera. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat mengantarkan mustahik menuju kemandirian hingga suatu saat mampu bertransformasi menjadi muzaki yang turut menunaikan zakat dan memberikan manfaat bagi sesama.
Dengan demikian, zakat tidak hanya menghadirkan bantuan hari ini, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak keluarga berdaya di masa depan.(snk)