Bergantian Kursi Roda Dengan Suami, SOLOPEDULI Bantu Bu Tanti Lebih Leluasa Beraktivitas

Selama ini, satu kursi roda harus digunakan secara bergantian oleh Bu Tanti dan suaminya. Keduanya sama-sama memiliki keterbatasan fisik yang membuat aktivitas sehari-hari tidak mudah dilakukan. Kini, melalui Program Peduli Disabilitas, SOLOPEDULI menghadirkan kursi roda tambahan untuk membantu mereka menjalani aktivitas dengan lebih leluasa.

Bantuan berupa satu unit kursi roda tersebut disalurkan kepada Sri Hartanti, atau akrab disapa Bu Tanti, warga Norowangsan RT 04 RW 013, Pajang, Laweyan, Surakarta, pada Selasa (3/11/2026).

“Sejak kecil saya mengalami polio pada kedua kaki sehingga tidak bisa berjalan. Untuk berpindah tempat dan melakukan aktivitas sehari-hari, saya harus menggunakan kursi roda. Suami saya juga mengalami gangguan pada kaki sehingga kesulitan berjalan dan membutuhkan alat bantu mobilitas,” ungkap Bu Tanti.

Sebelum menerima bantuan dari SOLOPEDULI, keduanya hanya memiliki satu kursi roda yang harus digunakan secara bergantian. Situasi tersebut membuat aktivitas mereka kurang leluasa karena salah satu harus menunggu ketika kursi roda sedang digunakan oleh anggota keluarga lainnya.

Di tengah keterbatasan fisik tersebut, Bu Tanti tidak menyerah untuk tetap produktif. Ia menjalankan usaha kecil-kecilan dari rumah dengan berjualan tape ketan dan menerima jasa permak baju. Kedua usaha tersebut menjadi sumber penghasilan utama keluarga, terutama karena sang suami saat ini tidak dapat bekerja akibat kondisi kesehatannya.

“Setiap hari saya membuat sekitar 3 kilogram tape ketan dengan keuntungan Rp15.000–Rp20.000. Selain itu, saya juga menerima jasa permak baju dengan penghasilan sekitar Rp100.000–Rp300.000 per minggu. Jika digabungkan, penghasilan keluarga rata-rata sekitar Rp900.000 per bulan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak,” tutur Bu Tanti.

Meskipun anaknya telah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp1.200.000 per tahun, keluarga masih harus memenuhi kebutuhan pendidikan lainnya, termasuk biaya SPP sebesar Rp215.000 per bulan dan uang saku harian sekitar Rp15.000–Rp20.000.

Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, Bu Tanti tetap berusaha menjalankan usaha semampunya. Baginya, usaha kecil yang dikerjakan dari rumah menjadi salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

dok.humas: Ibu Tanti dengan Kursi Roda Baru dari SOLOPEDULI

“Selama ini saya dan suami harus menggunakan kursi roda secara bergantian. Kalau salah satu sedang memakai, yang lain harus menunggu. Alhamdulillah, sekarang saya mendapatkan bantuan kursi roda dari SOLOPEDULI. Semoga dengan adanya kursi roda ini, aktivitas kami bisa lebih mudah dan tidak perlu bergantian lagi. Terima kasih kepada para donatur dan SOLOPEDULI yang sudah peduli kepada keluarga kami,” ungkap Bu Tanti.

Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat mengurangi kendala mobilitas yang selama ini dihadapi Bu Tanti dan suaminya. Dengan tersedianya alat bantu tambahan, keduanya dapat lebih leluasa melakukan aktivitas sesuai kebutuhan masing-masing, termasuk mendukung Bu Tanti dalam menjalankan usaha dari rumah.

Melalui Program Peduli Disabilitas, SOLOPEDULI berkomitmen menghadirkan kepedulian yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat penyandang disabilitas. Bantuan alat bantu mobilitas menjadi salah satu upaya untuk mendukung aksesibilitas, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka kesempatan bagi penerima manfaat agar tetap produktif dan mandiri.

SOLOPEDULI menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan bantuan tersebut. Semoga kursi roda yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi Bu Tanti dan keluarga, sekaligus menjadi amal jariyah yang mendatangkan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.(snk)