Sholat Rawatib merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dilakukan sebagai pelengkap dan penyempurna sholat wajib lima waktu. Selain memiliki pahala yang besar, sholat rawatib juga menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Masih banyak yang bertanya, sholat rawatib kapan saja bisa dilaksanakan dan bagaimana pembagiannya. Untuk memahami lebih jauh, simak penjelasan berikut mengenai pengertian, waktu pelaksanaan, serta keutamaan sholat rawatib.
Apa Itu Sholat Rawatib dan Mengapa Sangat Dianjurkan?
Sholat rawatib adalah sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib lima waktu. Sholat ini dilakukan sebelum (qabliyah) atau sesudah (ba'diyah) sholat fardhu sebagai bentuk penyempurnaan ibadah yang mungkin masih memiliki kekurangan.
Dalam ajaran Islam, sholat rawatib terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Rawatib Muakkadah, yaitu sholat sunnah yang sangat dianjurkan dan hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.
2. Rawatib Ghairu Muakkadah, yaitu sholat sunnah yang juga dianjurkan tetapi tingkat penekanannya tidak sekuat rawatib muakkadah.
Beberapa contoh sholat rawatib muakkadah yang sering dikerjakan Rasulullah SAW adalah dua rakaat sebelum Subuh, dua atau empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat setelah Zuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah Isya.
Anjuran melaksanakan sholat rawatib didasarkan pada banyak hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan besarnya pahala dan keutamaan bagi orang yang istiqamah mengerjakannya.
Sholat Rawatib Kapan Saja Dilaksanakan? Ketahui Waktu-Waktu yang Tepat
Pertanyaan yang sering muncul adalah, sholat rawatib kapan saja dilaksanakan? Jawabannya adalah sholat rawatib dilakukan mengiringi waktu sholat wajib.
Berikut waktu pelaksanaan sholat rawatib:
1. Sebelum Sholat Subuh (Qabliyah Subuh)
Dilaksanakan dua rakaat sebelum sholat Subuh. Ini termasuk sholat sunnah yang paling utama dan sangat dianjurkan.
2. Sebelum dan Sesudah Sholat Zuhur
- Dua atau empat rakaat sebelum Zuhur.
- Dua rakaat setelah Zuhur.
3. Sebelum Sholat Ashar
Empat rakaat sebelum Ashar termasuk rawatib ghairu muakkadah yang dianjurkan.
4. Setelah Sholat Maghrib
Dua rakaat setelah Maghrib termasuk rawatib muakkadah yang sangat dianjurkan.
5. Sebelum dan Sesudah Sholat Isya
- Dua rakaat sebelum Isya (ghairu muakkadah).
- Dua rakaat setelah Isya (muakkadah).
Penting untuk diketahui bahwa sholat rawatib dikerjakan pada waktu yang berdekatan dengan sholat wajib. Oleh karena itu, seorang Muslim perlu memperhatikan jadwal sholat agar dapat mengamalkannya secara rutin.
Keutamaan Sholat Rawatib dalam Kehidupan Seorang Muslim
Melaksanakan sholat rawatib secara konsisten memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, di antaranya:
1. Menyempurnakan Kekurangan Sholat Wajib
Sholat sunnah rawatib dapat menjadi pelengkap apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan sholat fardhu.
2. Mendapatkan Rumah di Surga
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang menjaga dua belas rakaat sholat sunnah rawatib setiap hari, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.
3. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Semakin banyak ibadah sunnah yang dilakukan, semakin dekat pula seorang hamba kepada Rabb-nya.
4. Menambah Pahala dan Kebaikan
Setiap rakaat yang dikerjakan akan menjadi tambahan pahala yang sangat berharga di akhirat kelak.
5. Membentuk Kebiasaan Disiplin dalam Beribadah
Orang yang terbiasa mengerjakan sholat rawatib akan lebih menjaga waktu sholat dan memiliki kedisiplinan yang lebih baik dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
Mari Lengkapi Ibadah dengan Sedekah Terbaik
Selain menjaga sholat wajib dan mengamalkan sholat rawatib, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Sedekah tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Yuk, wujudkan kebaikan dan raih keberkahan dengan berpartisipasi dalam program infak dan sedekah melalui SOLOPEDULI: https://solopeduli.com/campaign-106-infak-sedekah.html
Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk istiqamah dalam menjalankan sholat rawatib dan memperbanyak amal saleh yang bermanfaat bagi dunia maupun akhirat. Aamiin.(snk)