Berita Terbaru

SRAGEN - Walau masih menjadi guru wiyata bakti, niat untuk terus bersedekah tidak pernah luntur. Sedekah telah memperbaiki kehidupan Ibu Septi. Sebelum mengenal sedekah keadaan hidupnya morat marit, suami dan anak sering sakit- sakitan. Ia sering tergesa-gesa, tidak tenang dalam mengerjakan sesuatu.

”Pernah saya mendengar ceramah tentang keutamaan sedekah, lalu suami saya berkata apakah ia kurang sedekah, saya jadi merenung ungkapan suami, agak lama saya merenung, dan akhirnya saya dengan izin suami memutuskan untuk menjadi donatur sedekah nasi setiap hari jumat, dan benarlah setelah itu keluarga sehat semua, semua menjadi tertata rapi, Alhamdulillah padahal waktu itu penghasilan masih tetap sama, kami bertekad untuk terus bersedekah,” ungkap Ibu Septi pada 7/2. Pada pertengahan tahun 2019, Ibu Septi memutuskan ikut menjadi donatur SOLOPEDULI di bawah duta, Ibu Supadmi.

Ibu Septi merupakan guru di SD N 2 Sragen. Ia memiliki 1 anak. "Saya juga nggak tahu rizki saya kok selalu mengalir dari mana-mana tidak terduga, Alhamdulillah," imbuhnya.

SOLOPEDULI selalu memberi pesan agar tetap menjaga keistikomahan beliau untuk bersedekah. ”Sedekah yang kita keluarkan ini yang akan menjadi penolong kita di akhirat dan menjadi jalan kemudahan urusan hidup,” jelas amilin SOLOPEDULI Cabang Klaten, Andi.

Donatur yang menunaikan sedekah, zakat, infak dan wakaf melalui SOLOPEDULI selalu didoakan oleh amilin sebagai Penenang. ”Para muzaki yang datang menunaikan zakat, infak, sedekah dan wakaf dengan hati yang ikhlas dan berharap hanya kepada Allah, Mudah-mudahan doa kami terkabul, amin,” pungkasnya. Dana dari donatur inilah yang digunakan untuk membantu orang-orang dhuafa, anak-anak yatim dan asnaf yang berhak menerimanya.