Berita Terbaru

SURAKARTA - Didamping guru dan kepala sekolah, 2 siswa SMK IT Smart Informatika (SMK ITSI) Surakarta melakukan tanda tangan kontrak kerja dengan PT Paramadaksa Teknologi Nusantara (nexSOFT), Selasa (2/3). Dua siswa siswi tersebut adalah Alfa yasmina Fajri (17) dan Muhammad Ilham Akbar (18), kelas XII. NextSOFT sendiri adalah perusahaan IT solution, IT consultant & software architect yang berada di kota Tangerang, Jawa Barat.

Sebelumnya, SMK IT mengirimkan 2 siswa dan 2 siswinya untuk mengikuti tes seleksi kerja di nextSOFT, dan mereka harus bersaing dengan peserta lain dari berbagai SMK di kota Surakarta. “Dari info pihak marketing nextSOFT, Ibu Agnes, perekrutan dilakukan di berbagai kota di Jawa Tengah dan ada sekitar 400 an peserta, dari semarang jogja solo yang diterima 10 siswa, tapi kalau khusus perekrutan yang di Solo kemarin ada total 21 peserta seleksi dari beberapa SMK di Surakarta, alhamdulillahnya di Solo, 2 yang diterima itu siswa siswi kami semua,” jelas tim Bursa Kerja khusus (BKK) SMK ITSI, Diantika Arifianti, S.T. Untuk seleksinya sendiri ada tes tulis, psikotes, coding dan wanancara dan diadakan pada 18 Januari 2020 lalu di SMK 1 Batik Surakarta.

“Seleksinya banyak, ada matematika, logika, psikotes dan coding, yang susah wawancaranya, awalnya kami ber empat lalu yang lolos wawancara dari 21 itu 5 orang, tiganya dari SMK IT, lalu 2 nya yang diterima pun alhamdulilah dari sekolah kita juga,” ungkap Yasmin.

Setelah ini mereka berdua akan mengikuti program beasiswa Bootcamp Progammer dahulu selama 2 bulan dan langsung mulai bekerja di NextSOFT. “Kontraknya 2 tahun mulai 2 September 2020 sampai 1 Juni 2022,” tambah Dian.

Ditemui tim jurnalis sekolah, siswa yang juga pandai berbahasa Inggris ini, Yasmin menyampaikan rasa syukurnya bisa diterima bekerja sebelum lulus sekolah. “Bersyukur, trus waktu ngabarin ibu dan ibu bilang Alhamdulillah, dan mendukung saya bekerja di sana. Saya ingin bisa banggain orang tua dan bisa bantu ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Pihak sekolahpun juga mengungkapkan rasa bangganya dengan prestasi yang diraih kedua siswanya tersebut. “Tidak dapat dipungkiri di era revolusi industri 4.0 saat ini, banyak industri membutuhkan programmer profesional. Kami bersyukur 2 siswa kami sudah mendapat kontrak kerja dan beasiswa bootcamp programmer setelah melalui beberapa tes. Semoga link and match dunia industri dan pendidikan terus dikembangkan sehingga lulusan kita siap kerja sesuai dengan kompetensinya.