Berita Terbaru

KLATEN - Berjualan dan mangkal di SD Jetis Wetan 2 menjadi aktivitas sehari-hari Ibu Sri Sumarni (42 tahun). Tetapi semenjak wabah covid-19 menerjang, jualannya berhenti, ia kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suaminya bekerja serabutan yang kadang bisa mendapatkan uang dan kadang tidak, tetapi wabah ini menjadikan ia kesusahan bekerja.

”Kami sekeluarga merasa sedih karena pendapatan berkurang karena saya seharian bekerja di sekolahan, jadi pendapatan keluarga kami berkurang. Terimakasih sekali atas bantuan dari SOLOPEDULI yang membantu keluarga kami dan mensejahterakan keluarga. Semoga bermanfaat dan berkah untuk SOLOPEDULI dan donatur,” ungkap Ibu Sri Sumarni.

”Ibu Sri Sumarni merupakan salah satu penerima bantuan sembako dari SOLOPEDULI dan Masjid Raya Al Barru. Hampir semua yang menerima bantuan ini adalah orang-orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup akibat terkena dampak covid-19. Maka kami berinisiati memberikan bantuan agar mereka bisa terpenuhi kebutuhan hidupnya untuk beberapa bulan ke depan,” jelas Harjito selaku Direktur Pendayagunaan SOLOPEDULI. Ia menerima paket sembako berupa beras, gula, minyak, mie, susu dan sarden.

SOLOPEDULI bermitra dengan Masjid Raya Al Barru Kunden, Jetis Wetan, Pedan, Klaten mendistribusikan 140 sembako untuk warga dan lansia (lanjut usia) yang terkena dampak covid-19 pada 17/5. ”Alhmdulillah atas bantuan dari SOLOPEDULI, kita dari Akhwat (wanita) Ahad Pagi Masjid Al barru Kunden Jetiswetan Pedan Klaten, bisa menyiapkan lebih banyak paketan sembako buat dhuafa. InsyaAllah sangat membantu mereka yang sangat kena imbas covid-19 saat ini. Jazakallah buat Semua Team SOLOPEDULI dan semua donatur hingga bisa lancar acara ini. Semoga Allah Ridho, Allah balas semua niat baik,” ungkap Ibu Maylia, salah satu perwakilan Masjid Raya Al Barru

”Untuk kesekian kali, SOLOPEDULI hadir memberikan paket keluarga bahagia kepada masyarakat yang ada di kecamatan Pedan. Di pekan terakhir Ramadhan ini tim pendayagunan full distribusi bantuan termasuk amanah zakat fitrah,” pungkas Harjito.