Berita Terbaru

Maryani, remaja asal Kayen, Gemantar, Jumantono, Karanganyar menderita sakit tumor persendian lutut sejak tahun 2017. Awal tahun 2018 ia mulai melakukan perawatan dengan pengangkatan sendi, tetapi beberapa kali infeksi sehingga tersendat saat proses penanganannya. Bersama orangtuanya ia bolak balik kontrol agar penyakitnya segera sembuh.

Sebenarnya ia berasal dari keluarga dhuafa, tetapi orangtuanya tidak ada pilihan selain menyembuhkannya. Untuk biaya pengobatan sudah tercover BPJS, Tetapi ada beberapa item yang harus dibayar sendiri.

”Untuk keperluan sehari-hari saja kami sudah sangat terbatas, lebih-lebih covid ini membuat kami harus tambah bersabar dengan kondisi yang serba kekurangan, tapi kami akan berusa untuk menyembuhkan anak kami semampu kami,” ungkap Ayah Maryani, Bapak Jumaji. Sehari-hari Bapak Jumaji bekerja sebagai buruh tani, mengembala kambing milik tetangga, sedang istrinya hanya ibu rumah tangga.

SOLOPEDULI memberikan santunan kesehatan untuk sedikit meringankan kebutuhan pengobatan Maryani. SOLOPEDULI juga menawarkan layanan ambulan gratis bila sewaktu-waktu mereka membutuhkan untuk berangkat maupun pulang dari kontrol.

”Alhamdulillah donasi dari para donatur SOLOPEDULI sudah kami salurkan untuk orang-orang dhuafa dan sangat membutuhkan seperti mba Maryani. Mudah-mudahan mba Maryani tetap bersemangat untuk melakukan pengobatan dan lekas sembuh kembali. Kami juga menyampaikan terimakasih banyak kepada donatur SOLOPEDULI atas partisipasi donasinya sehingga banyak kaum dhuafa yang mendapat bantuan. Semoga Allah membalas dengan keberkahan hidup di dunia dan akhirat,” jelas Kepala Cabang SOLOPEDULI Karanganyar, Timbul Hariyadi.