SOLOPEDULI terus menunjukkan komitmennya dalam membantu pemulihan pascabencana banjir di Aceh Tamiang. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran penyaluran bantuan adalah Pondok Pesantren Yasunnah yang berlokasi di Kampung Johar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan yang disalurkan oleh SOLOPEDULI meliputi pompa air, terpal, mukena, obat-obatan dan vitamin, serta bahan makanan. Bantuan tersebut diberikan kepada 150 penerima manfaat yaitu santri dan santriwati, ustaz dan ustazah yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Yasunnah, pada Ahad (04/01/2026).
Relawan SOLOPEDULI, Nurdin yang terjun langsung ke lokasi menyampaikan bahwa Pondok Tahfiz Johar merupakan salah satu pondok pesantren yang terdampak cukup parah akibat banjir dan lumpur. Hingga saat ini, pondok tersebut masih belum mendapatkan bantuan yang memadai.
Dimas Tri Wardoyo, selaku amil sekaligus relawan SOLOPEDULI yang berangkat ke Aceh untuk menyalurkan bantuan ke lokasi, menjelaskan bahwa aktivitas belajar mengajar di pondok pesantren tersebut terpaksa diliburkan sementara.
“Saat ini Pondok Pesantren Yasunnah masih diliburkan karena kondisinya belum memungkinkan untuk digunakan. Proses pembersihan dan perbaikan masih terus dilakukan pascabanjir,” ujar Dimas.
Ia juga mengungkapkan rasa harunya melihat kondisi pondok yang belum dapat difungsikan kembali.
“Kami merasa sangat terharu melihat kondisi pondok ini. Hingga sekarang belum bisa digunakan karena masih dalam tahap pembersihan akibat lumpur dan kerusakan yang cukup parah,” tambahnya.
dok.humas: Kitab, Al-Qur'an, dan Sepeda Onthel yang Rusak di Depan Ponpes Yasunnah
Sementara itu, Abdullah selaku pengurus Pondok Pesantren Yasunnah menjelaskan bahwa banjir yang melanda terjadi sangat cepat dan mencapai ketinggian yang ekstrem.
“Air banjir mencapai sekitar 3,5 meter. Al-Qur’an dan kitab-kitab seluruhnya hancur dan tidak dapat diselamatkan karena air naik dengan sangat cepat. Kejadiannya pada malam hari, sehingga para santri langsung menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi,” tutur Abdullah.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi pondok pesantren yang masih memprihatinkan. Di bagian depan pondok, tampak buku-buku dan mushaf Al-Qur’an berceceran di teras. Selain itu, beberapa sepeda ontel milik santri terlihat terendam lumpur dan tidak dapat digunakan lagi.
Melalui penyaluran bantuan ini, SOLOPEDULI berharap dapat meringankan beban pengurus dan santri Pondok Pesantren Yasunnah, sekaligus mendukung percepatan pemulihan agar kegiatan pendidikan dan keagamaan dapat kembali berjalan seperti sedia kala.(snk)