SOLOPEDULI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa melalui Program Beasiswa Orang Tua Asuh (OTA). Melalui program ini, SOLOPEDULI menyalurkan bantuan pendidikan kepada dua siswa yang memiliki semangat besar di tengah keterbatasan, yakni Raditya Rahmadhani di Klaten dan Aulia Nandia Utami di Surakarta.
Penyaluran pertama dilakukan pada Kamis (15/01/2026) kepada Raditya Rahmadhani, siswa kelas XII jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara. Beasiswa diserahkan oleh Amil SOLOPEDULI Cabang Klaten, Andi Jaya Ijaya, didampingi Angga, S.Kom., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
dok.humas: Raditya (tengah), Amil SOLOPEDULI, Andi Jaya Ijaya (kiri), didampingi Angga, S.Kom, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum (kanan).
Melalui Program OTA, SOLOPEDULI tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menanamkan pembinaan karakter dan akhlak. Setiap penerima beasiswa dibekali kewajiban menghafal minimal satu juz Al-Qur’an sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.
Raditya telah menjadi penerima manfaat Program OTA sejak duduk di bangku kelas X SMK. Hingga kini, SOLOPEDULI secara konsisten mendampingi pendidikannya hingga ia menyelesaikan studi di kelas XII.
Raditya, yang akrab disapa Radit, merupakan anak dari seorang ibu buruh jahit yang menjadi tulang punggung keluarga. Ayahnya telah lama pergi dan tidak lagi memberikan nafkah. Meski hidup dalam keterbatasan, Radit tetap berjuang meraih masa depan.
“Saya ingin membahagiakan ibu. Dengan pendidikan dan hafalan Al-Qur’an, saya berharap bisa menjadi pribadi yang bermanfaat dan sukses di masa depan,” tutur Raditya penuh harap.
Ia menjadikan prinsip Man jadda wajada siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil sebagai pegangan hidupnya.
“Saya akan terus belajar, memperbaiki akhlak, menambah ilmu agama, dan berusaha mewujudkan cita-cita,” tambahnya.
Pada hari yang sama, pada Kamis (15/1/2026), SOLOPEDULI kembali menyalurkan Beasiswa Orang Tua Asuh (OTA) kepada Aulia Nandia Utami, siswi kelas VI Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 18 Surakarta. Penyaluran dilakukan di sekolah dan rumah Aulia yang berlokasi di Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, oleh Tim Program SOLOPEDULI, Nida.
dok.humas: Aulia (tengah), Ibu guru Ni'matul Hasanah, S.Pd.I (kiri), Tim Program SOLOPEDULI, Nida (kanan)
Aulia merupakan anak dari kedua orang tua penyandang tunanetra. Setiap hari, ia berangkat ke sekolah dengan pendampingan petugas sekolah atau sang kakak karena kedua orang tuanya memiliki keterbatasan penglihatan. Meski demikian, Aulia dikenal sebagai siswa yang aktif, rajin, dan mudah bergaul.
Ni’matul Hasanah, S.Pd.I., guru Aulia, menyampaikan bahwa Aulia memiliki semangat belajar yang tinggi. Saat ditanya mengenai cita-cita, Aulia dengan polos menjawab ingin menjadi seorang koki karena gemar memasak.
Ayah Aulia, Budhi, bekerja sebagai tukang pijat dengan penghasilan tidak menentu, berkisar Rp50.000–Rp70.000 setiap kali layanan. Ibunya juga bekerja sebagai tukang pijat panggilan dengan kondisi serupa.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur dengan rezeki yang luas, keberkahan hidup, dan kesehatan,” ujar Budhi dengan mata berkaca-kaca.
Meski hidup dalam keterbatasan, kedua orang tua Aulia bertekad memberikan pendidikan terbaik bagi putrinya, terutama pendidikan akhlak dan agama sebagai bekal masa depan. Dengan adanya beasiswa OTA dari SOLOPEDULI, biaya pendidikan Aulia kini terjamin hingga kelulusan.
Program Beasiswa Orang Tua Asuh (OTA) menjadi bukti nyata peran SOLOPEDULI dalam mendampingi pendidikan generasi muda, tidak hanya untuk mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter yang berakhlak mulia dan berdaya juang tinggi.(snk)