Perjalanan sebuah lembaga tidak hanya diukur dari lamanya berdiri, tetapi juga dari perjuangan, ketulusan, dan manfaat yang dihadirkan bagi masyarakat. Semangat tersebut menjadi refleksi dalam Tasyakuran Milad ke-27 SOLOPEDULI yang diselenggarakan pada Ahad (11/10/2026).
Mengusung tema “Mengakar melalui Pendidikan, Menumbuhkan Kemandirian, Mewujudkan Peradaban Berkelanjutan”, peringatan ini menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan SOLOPEDULI sekaligus memperkuat komitmen dalam membersamai umat melalui program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, sosial kemanusiaan, dan dakwah.
Salah satu rangkaian acara adalah sesi Tutur Milad yang menghadirkan kisah perjalanan dan pesan inspiratif dari tokoh-tokoh yang berperan dalam pertumbuhan SOLOPEDULI. Tiga narasumber yang berbagi pengalaman ialah Ketua Pengurus Yayasan SOLOPEDULI Ummat sekaligus CEO LAZ SOLOPEDULI, Sidik Anshori, S.Sos.I.; Ketua Dewan Pembina SOLOPEDULI, Danie H. Soe’oed; serta Kepala SMK IT Smart Informatika, Sutono, S.Pd.T.
Bertumbuh melalui Tantangan dan Ketulusan
dok.humas: CEO LAZ SOLOPEDULI, Sidik Anshori, S.Sos.I
Sidik Anshori mengenang perjalanan awalnya bersama SOLOPEDULI yang dimulai dari penugasan di cabang Klaten. Berbagai tantangan menjadi bagian dari proses pembelajaran hingga tumbuh cita-cita untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi lembaga.
“Tidak ada rasa transaksional dalam perjalanan saya di SOLOPEDULI. Awalnya, saya berada di cabang Klaten. Kemudian, saya mendapat tantangan untuk menumbuhkan 10 visi. Dari proses itulah, perlahan muncul mimpi untuk bisa menjadi direktur,” tutur Sidik.
Kisah tersebut menggambarkan bahwa perjalanan dalam sebuah lembaga bukan sekadar tentang posisi atau jabatan, melainkan kesediaan menerima tantangan, terus belajar, dan bertumbuh bersama visi lembaga.
Pesan reflektif juga disampaikan oleh Danie H. Soe’oed. Ia mengajak seluruh keluarga besar SOLOPEDULI untuk memaknai kehidupan melalui kontribusi dan kebermanfaatan bagi sesama.
dok.humas: Ketua Pembina Solopeduli, Bapak Danie H. Soe'oed
“Kita semua akan mati, tetapi sebelum mati, apa yang sudah kita perbuat?” tutur Danie.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap amanah dan kesempatan hendaknya dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan serta meninggalkan jejak kebermanfaatan bagi masyarakat.
SMK IT Smart Informatika, Perjalanan Pendidikan yang Penuh Tantangan
dok.humas: Kepala Sekolah SMK IT Smart Informatika, Sutono, S.Pd.T.
Tutur Milad turut menghadirkan kisah perjuangan pendidikan yang disampaikan oleh Sutono, S.Pd.T. Ia menceritakan perjalanan SMK IT Smart Informatika yang telah eksis sejak 2009 dan berhasil meluluskan 18 angkatan.
Perjalanan tersebut diwarnai berbagai tantangan yang membutuhkan komitmen, kesabaran, dan keikhlasan. Berbagai tantangan menjadi bagian dari perjuangan dalam menjalankan amanah pendidikan dan mempersiapkan generasi penerus.
Perjalanan SMK IT Smart Informatika menjadi gambaran bahwa pendidikan membutuhkan keteguhan dan pengabdian. Setiap angkatan yang diluluskan bukan sekadar pencapaian institusi, melainkan bagian dari upaya membuka kesempatan dan mempersiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Hal ini sejalan dengan tema Milad ke-27 SOLOPEDULI, bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kemandirian dan mewujudkan peradaban berkelanjutan.
Supomo Mengenang Perjuangan SOLOPEDULI Sejak 2004
dok.humas: Dewan Pembina Solopeduli, Supomo, S.S., M.M.
Setelah sesi Tutur Milad, acara dilanjutkan dengan prakata dari Supomo, S.S., M.M., selaku Dewan Pembina SOLOPEDULI. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan kisah perjalanan dan pengalamannya bersama SOLOPEDULI sejak bergabung pada 2004, ketika kondisi lembaga tengah menghadapi masa sulit dan berada di ambang pembubaran.
Perjalanan panjang tersebut menjadi saksi bagaimana perjuangan, keteguhan, dan komitmen berbagai pihak turut mengantarkan SOLOPEDULI hingga mencapai usia ke-27 tahun. Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlangsungan lembaga tidak terlepas dari kesediaan untuk bertahan, berbenah, dan terus melanjutkan perjuangan.
“Ketika saya masuk SOLOPEDULI pada 2004, kondisinya sudah hampir bubar. Namun, perjalanan ini membuktikan bahwa dengan perjuangan, komitmen, dan kebersamaan, SOLOPEDULI mampu bertahan hingga hari ini dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Supomo.
Kisah tersebut memberikan perspektif bahwa perjalanan SOLOPEDULI hingga saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang penuh tantangan. Usia ke-27 bukan sekadar penanda bertambahnya usia lembaga, melainkan momentum untuk menghargai perjuangan masa lalu sekaligus memperkuat langkah menuju masa depan.
Pemotongan Tumpeng, Puncak Tasyakuran Milad ke-27
dok.humas: Seluruh Pengurus Yayasan Solopeduli Ummat
Sebagai puncak acara tasyakuran, dilaksanakan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan SOLOPEDULI selama 27 tahun. Prosesi ini menjadi ungkapan syukur atas kesempatan untuk terus bertumbuh, melewati berbagai tantangan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Pemotongan tumpeng juga menjadi simbol harapan agar SOLOPEDULI senantiasa diberikan keberkahan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah. Momentum ini sekaligus memperkuat semangat kebersamaan seluruh keluarga besar SOLOPEDULI untuk melanjutkan perjuangan dalam melayani umat.
Tausiyah dan Apresiasi untuk Menguatkan Semangat Pengabdian
dok.humas: Ustaz Arju Rahmanto
Rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustaz Arju Rahmanto. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan empat prinsip penting dalam bekerja, yaitu Kerja untuk mencari ridho Allah, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja keras, dan kerja tuntas.
Keempat prinsip tersebut menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar SOLOPEDULI untuk menjalankan amanah dengan optimal, penuh ketulusan, dan bertanggung jawab hingga pekerjaan selesai.
Pada momentum yang sama, SOLOPEDULI memberikan apresiasi kepada karyawan melalui tiga kategori penghargaan, yaitu Leader Excellent, Fundraising Excellent, dan Staff Excellent. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, kontribusi, dan kinerja karyawan dalam mendukung perjalanan serta pencapaian lembaga.
dok.humas: Apresiasi kepada Karyawan
Apresiasi tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh karyawan untuk meningkatkan kinerja, memperkuat loyalitas terhadap SOLOPEDULI, dan terus memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan amanah.
Menguatkan Perjuangan untuk Masa Depan
dok.humas: Seluruh Tamu dan Karyawan Solopeduli
Berbagai kisah dalam sesi Tutur Milad, prakata Dewan Pembina, tausiyah, hingga apresiasi karyawan menjadi refleksi tentang pentingnya ketulusan, keikhlasan, kerja keras, dan komitmen dalam menjalankan amanah. Perjalanan SOLOPEDULI selama 27 tahun menjadi pengingat bahwa keberlanjutan lembaga membutuhkan perjuangan bersama dan semangat untuk terus menghadirkan manfaat.
Melalui momentum Milad ke-27 ini, SOLOPEDULI berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi, memperluas manfaat program, dan menjaga amanah dalam melayani masyarakat. Dengan semangat mengakar melalui pendidikan dan menumbuhkan kemandirian, SOLOPEDULI berharap dapat terus mengambil bagian dalam mewujudkan peradaban yang berkelanjutan.(snk)