Respons Karhutla Gunung Lawu, SOLOPEDULI Bergerak Bersama 50 Relawan Dan Bantu Logistik

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Lawu mendorong SOLOPEDULI bergerak cepat untuk mendukung upaya penanganan di lapangan. Melalui penerjunan tim dan relawan serta penyaluran bantuan logistik, SOLOPEDULI turut berkontribusi dalam upaya pemadaman kebakaran sekaligus mendukung kebutuhan para petugas dan relawan yang bertugas di kawasan terdampak.

Pada Minggu, 19 Oktober 2026, sebanyak 5 relawan SOLOPEDULI bersama BPBD, TNI, Polri, Basarnas, serta unsur potensi SAR atau relawan lokal lainnya melaksanakan penyisiran di wilayah lereng utara Gunung Lawu. Kegiatan ini dilakukan menyusul kebakaran yang terjadi sejak Jumat, 16 Oktober 2026, dengan masih ditemukannya sejumlah titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

dok.humas: Tim SOLOPEDULI Gabungan Ikut Membantu Memadamkan Api Pohon Supaya Tidak Merembet ke Lahan Lain

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan penyisiran dan pemantauan kondisi lapangan, penyekatan area terdampak, serta upaya pemadaman pada titik api dan bara sisa kebakaran yang masih aktif. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke kawasan hutan di sekitarnya.

Selain menerjunkan tim, SOLOPEDULI juga menyalurkan bantuan logistik makanan dan air mineral untuk mendukung kebutuhan konsumsi 50 relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian SOLOPEDULI terhadap para petugas dan relawan yang terus berupaya mengendalikan kebakaran di tengah kondisi lapangan yang menantang.

“Kami membantu memadamkan sejumlah pohon besar yang terbakar supaya tidak merembet ke lahan lain. Kami juga menyalurkan bantuan berupa makanan dan air mineral untuk mendukung kebutuhan konsumsi para relawan yang sedang berjuang melakukan penanganan kebakaran,” ujar Ivan Diva, Tim Program SOLOPEDULI.

Ia berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan para relawan sekaligus menambah semangat mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Harapannya, bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menambah semangat para petugas serta relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” imbuhnya.

Hingga Senin (19/10/2026), kobaran api dilaporkan masih belum sepenuhnya padam. Upaya pemadaman terus dilakukan, termasuk melalui pengerahan water bombing untuk menjatuhkan air ke area terdampak kebakaran. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

dok.humas: Penyaluran Logistik untuk Relawan Pemadaman Karhutla Lawu

Melalui penerjunan tim dan penyaluran bantuan logistik ini, SOLOPEDULI berupaya mengambil bagian dalam penanganan darurat karhutla Gunung Lawu. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran tugas para petugas dan relawan sekaligus memperkuat sinergi berbagai pihak dalam menghadapi bencana.

SOLOPEDULI berharap kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Lawu dapat segera dikendalikan dan seluruh titik api berhasil dipadamkan. Semoga seluruh petugas dan relawan yang bertugas senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalankan misi kemanusiaan.(snk)