Konten Islami

Bagi beberapa anak, hari pertama masuk sekolah sudah dinanti-nantikan dengan sangat gembira. Namun, di sisi lain ada juga anak yang justru takut dan rewel saat masuk sekolah. Biasanya anak rewel di hari pertama sekolahnya karena belum memiliki banyak teman, takut ditinggal ibunya, dan sebagainya.

Hari pertama masuk sekolah menjadi pengalaman tidak terlupakan oleh anak yang mulai bersekolah di Taman Kanak-kanak. Mulai hari itu, ia bersekolah dan harus berpisah beberapa jam dengan mamanya untuk belajar dan bermain di kelas bersama guru dan teman-teman sekelasnya. Bangun pagi-pagi, berseragam rapi, menggendong tas, dan memakai sepatu baru membuat anak tak sabar sampai di sekolah.

Setelah sampai di sekolah, ternyata anak tak mau berpisah dengan Anda. Menggandeng tangan erat-erat, meminta Anda ikut masuk ke dalam kelas dan duduk di sampingnya, sampai enggan masuk ke dalam kelas untuk belajar bersama teman-temannya.

Hal tersebut membuat Anda kerepotan menghadapi si Kecil, apalagi kalau kerewelannya berlangsung hingga berhari-hari. Memang, dalam hal ini anak baru membiasakan diri mengenal lingkungan barunya. Ia takut ditinggal sendirian di tempat yang baru baginya dan juga di antara orang-orang yang belum dikenalnya, yakni guru dan teman-teman barunya. Wajar saja jika ketakutan yang dirasakannya membuatnya tidak nyaman dan berujung menangis atau rewel. Sebenarnya, apa yang dialami oleh si Kecil ini masih wajar, kok, Mam. Namun, Anda bisa mencari solusi untuk menghadapi anak rewel di hari pertama sekolahnya.

Lantas, bagaimana cara orang tua menghadapi kerewelan anak di hari pertama masuk sekolah di taman kanak-kanak? Berikut ini kami membaginya untuk Anda.

Mengunjungi sekolah

Sebelum hari pertama masuk sekolah tiba, ajak si Kecil mengunjungi sekolahnya. Ajak ia melihat ruangan kelas, hasil prakarya murid-murid, tempat bermain dan permainannya, lapangan sekolah, toilet, hingga kantin. Katakan kepada si Kecil bahwa tak lama lagi, ia akan bersekolah di sana. Hal ini akan membuat anak mengenal lebih dulu kondisi sekolah barunya.

Mengenalkan kepada guru

Supaya anak tidak merasa takut dan berujung rewel di hari pertamanya masuk sekolah, Anda dapat mengenalkannya terlebih dulu pada gurunya. Hal ini tentu saja akan membuat si Kecil tidak merasa asing dengan gurunya di hari pertamanya nanti. Katakan kepada si Kecil bahwa gurunya nanti akan menemaninya di kelas bersama teman-temannya.

Ceritakan tentang kegiatannya

Masuk Taman Kanak-kanak di tahun ajaran baru ini menjadi pengalaman baru bagi si Kecil. Ia belum tahu apa yang akan dilakukannya di sekolah. Tak ayal, hal ini akan membuatnya membayangkan apa yang akan dilaluinya sendiri dan seringkali membuatnya cemas. Sebelum anak masuk sekolah, sebaiknya Anda menjelaskan kegiatan yang akan dilalui anak di sekolah, misalnya belajar, bernyanyi, dan bermain. Cerita ini akan membuatnya mendapatkan gambaran jelas sehingga menghindarkannya dari rasa cemas dan takut berlebihan.

Atur Waktu

Di hari pertama sekolah, atur waktu agar anak tidak terburu-buru berangkat ke sekolah. Beri jarak waktu mulai dari ia bangun tidur, mandi, sarapan, dan bersiap berangkat. Hal ini dapat membangun mood anak agar tidak rewel saat di sekolah nanti.

Berikan Pengertian

Sebelum masuk sekolah, jauh-jauh hari sebaiknya berikan pengertian kepada si Kecil bahwa Anda tidak dapat bersamanya di sekolah nanti karena orang tua tak boleh ikut pelajaran di kelas dan teman-temannya pun juga tidak ada yang ditemani orang tuanya saat di kelas. Dengan cara ini, si Kecil akan tahu bahwa Anda tak bisa terus-terusan menemaninya saat di sekolah.

Bersikap tenang

Ketika si Kecil ternyata menangis di hari pertama sekolahnya, usahakan untuk tetap tenang dan jangan panik. Bersikap tenang akan membuat Anda lebih mudah dalam menenangkan si Kecil. Di hari pertamanya ini, tidak ada salahnya Anda menunggu si Kecil di luar ruangan. Katakan kepadanya bahwa ia akan baik-baik saja bersama guru dan teman-temannya, Anda juga tidak akan meninggalkannya. Namun, sebaiknya hindari untuk ikut mendampinginya di dalam kelas, karena akan mengganggu proses belajar dan juga menghambat kemandirian dan proses sosialisasi si Kecil. Anda boleh menemani anak di hari-hari pertamanya, yakni 3-5 hari. Selanjutnya, bisa meninggalkannya supaya anak berlatih mandiri.

 

Semoga bermanfaat.

 

 

Sumber: ibu&mama