Sudah Masuk 10 Hari Menjelang Idul Adha, Ini Persiapan Yang Sebaiknya Dilakukan Umat Islam

Menjelang Idul Adha, umat Islam kembali dipertemukan dengan salah satu momen paling istimewa dalam kalender Islam, yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Banyak orang mengenal Idul Adha hanya sebagai hari penyembelihan hewan qurban. Padahal, kemuliaan bulan ini sudah dimulai jauh sebelum hari raya tiba.

Bahkan, Rasulullah SAW menyebut bahwa tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibanding amal yang dilakukan pada 10 hari pertama Dzulhijjah. Karena itu, hari-hari ini menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri.

Sayangnya, masih banyak yang melewatkan momen ini begitu saja. Kesibukan pekerjaan, persiapan liburan, hingga rutinitas sehari-hari sering membuat kita lupa bahwa ada peluang pahala besar yang sedang terbuka lebar.

Lalu, apa saja yang sebaiknya dipersiapkan saat sudah masuk 10 hari menjelang Idul Adha?

Memahami Keistimewaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Sebelum membahas persiapan, penting untuk memahami mengapa hari-hari ini begitu istimewa.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada amal saleh yang lebih dicintai Allah dibanding amal yang dilakukan pada 10 hari pertama Dzulhijjah. Bahkan, kemuliaannya disebut melebihi hari-hari biasa lainnya.

Di dalam 10 hari ini juga terdapat:

  1. a. Hari Arafah
  2. b. Hari Nahr (Idul Adha)
  3. c. Hari-hari terbaik untuk beribadah

Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

1. Memperbanyak Amal Ibadah

Persiapan pertama tentu bukan soal makanan atau liburan, melainkan memperbanyak ibadah.

Di 10 hari pertama Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, berdoa dan memperbanyak istighfar

Momen ini bisa menjadi “pemanasan spiritual” sebelum Idul Adha tiba.

Jika selama ini ibadah terasa naik turun setelah Ramadhan, maka Dzulhijjah adalah kesempatan untuk kembali memperbaikinya.

2. Menjalankan Puasa Sunnah Dzulhijjah

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa sunnah, terutama Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah

Puasa Arafah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah bahkan memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang tidak sedang berhaji.

Selain menahan lapar dan haus, puasa juga menjadi latihan untuk mengendalikan diri, membersihkan hati, dan meningkatkan ketakwaan.

3. Mulai Menyiapkan Qurban dari Sekarang

Banyak orang baru mencari hewan qurban saat mendekati hari raya. Padahal, semakin dekat Idul Adha harga hewan bisa naik, pilihan semakin terbatas, dan juga persiapan jadi terburu-buru. Karena itu, 10 hari menjelang Idul Adha menjadi waktu yang tepat untuk mulai menyiapkan qurban. Mulailah dengan menentukan jenis hewan, menyesuaikan budget, dan memilih penyaluran yang terpercaya.

Qurban bukan hanya tentang membeli hewan, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

4. Menata Niat dan Keikhlasan

Idul Adha sejatinya bukan sekadar ritual tahunan. Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan tentang ketaatan kepada Allah SWT, keikhlasan dalam berkorban, dan kesediaan melepaskan hal yang dicintai demi menjalankan perintah Allah. Karena itu, sebelum berqurban, penting untuk memperbaiki niat.

Jangan sampai qurban hanya menjadi ajang formalitas, tradisi keluarga, sekadar mengikuti lingkungan sekitar. Melainkan benar-benar dilakukan karena ibadah dan ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

5. Memperbanyak Sedekah dan Berbagi

Selain qurban, 10 hari pertama Dzulhijjah juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak sedekah. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, berbagi sekecil apa pun tetap memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

Sedekah tidak selalu harus dalam jumlah besar. Bisa dimulai dari memberi makan, membantu tetangga, berdonasi dan membantu kebutuhan orang lain. Karena inti dari Idul Adha adalah menghadirkan kepedulian sosial.

6. Menjaga Lisan dan Perilaku

Persiapan Idul Adha bukan hanya ibadah yang terlihat, tetapi juga menjaga sikap sehari-hari. Sering kali orang rajin beribadah, tetapi mudah marah, suka bergosip, dan menyakiti orang lain lewat ucapan

Padahal, memperbaiki akhlak juga bagian penting dari ibadah. 10 hari pertama Dzulhijjah bisa menjadi momentum untuk menahan emosi, memperbaiki hubungan dengan sesama, mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat

7. Menjadikan Idul Adha Sebagai Momentum Introspeksi

Di era sekarang, Idul Adha kadang hanya identik dengan makan daging, libur panjang, dan konten media sosial. Padahal, makna terbesar dari Idul Adha adalah pengorbanan dan keikhlasan.

Momen ini bisa menjadi waktu untuk bertanya kepada diri sendiri:

  1. Sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih peduli?
  2. Sudahkah kita memprioritaskan Allah dalam hidup?
  3. Sudahkah kita berbagi kepada yang membutuhkan?

Karena sejatinya, Idul Adha bukan hanya tentang hewan yang disembelih, tetapi juga tentang ego dan sifat buruk yang seharusnya ikut “dikorbankan”.

Jangan Lewatkan Kesempatan Pahala Besar Ini

Banyak ulama mengatakan bahwa 10 hari pertama Dzulhijjah adalah “musim ibadah” bagi umat Islam. Kesempatan ini belum tentu datang dua kali dalam hidup kita.

Karena itu, jangan sampai hari-hari istimewa ini berlalu hanya dengan rutinitas biasa. Mulailah dengan, memperbaiki ibadah, menata niat, memperbanyak amal saleh dan menyiapkan qurban terbaik.

Saatnya Menyiapkan Qurban yang Lebih Bermakna

Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi sesama, terutama mereka yang jarang merasakan daging qurban.

Tunaikan qurban Anda sekarang melalui: SOLOPEDULI Qurban

Dengan penyaluran hingga pelosok, wilayah minim qurban, serta program Abon Djoss yang tahan lama dan tepat sasaran, qurban Anda bisa menghadirkan manfaat yang lebih luas dan lebih bermakna di Idul Adha tahun ini.