Berita Terbaru

LOMBOK - Keluarga Ibu Sahra (19 thn) kebingungan mencari ambulan untuk mengantarkan Sahra ke Rumah Sakit di Lombok. Penyakit sesak nafasnya mendadak kambuh.  ”Penyakitnya Sahra sudah diderita semenjak kecil, jadi kami selalu bersiap-siap kalau sewaktu-waktu Sahra Sakit, tetapi hari ini dari pagi kami mencari ambulan tidak juga dapat, layanan ambulan disini penuh semua,” ungkap salah satu keluarga Sahra, ihkwan pada 19/8.

 

Sahra merupakan warga Dusun Telok Tangor Desa  Rempek Kecamatan Gangga Lombok utara NTB. Beberapa tahun ini penyakit Sahra sering kambuh sehingga keluarganya meminta Shara untuk banyak istirahat di rumah dan bekerja ringan.

 

Ihkwan menuturkan bahwa Sahra, rutin ke dokter minimal 1 bulan sekali. ”Seringnya kami mengantarkan Sahra menggunakan motor, tetap kalau sakitnya parah dan Sahra tidak memungkinkan diantar dengan motor, baru kami cari ambulan atau armada lainnya. syukurlah hari ini ada ambulan Solopeduli yang mengantarkan Sahra dengan sangat baik,” imbuh Ikhwan.

 

Ikhwan menuturkan pelayanan ambulan gratis Solopeduli sangat nyaman, disamping pelayannya yang sangat ramah, hati-hati dalam perjalanan, Solopeduli juga  mengratiskan 100 persen. Ikhwan menuturkan sangat berterimakasih atas bantuannya.

 

”Yang saya dengar permintaan layanan ambulan gratis Solopeduli di Lombok sangat banyak, syukurlah Solopeduli bisa mengantar Sahra dengan segera,” ungkapnya. Ihkwan berharap Ambulan gratis Solopeduli bisa terus melayani sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa segera terbantu.

 

Direktur Umum Solopeduli, Sidik Anshori menyampaikan pihaknya akan berupaya untuk terus mengoperasikan ambulan Gratis di luar Jawa, khususnya di Lombok. Lombok merupakan wilayah yang masih terus kami bantu hingga dirasa kondisi masyarakat dan perekonomiannya membaik. Ambulan Gratis merupakan salah satu program Solopeduli untuk melayani masyarakat yang membutuhkan untuk pengantaran pasien. ”Mengingat banyaknya permintaan ambulan, saat ini kami sedang mencari donatur yang bersedia untuk menyediakan ambulan, atau bisa dalam bentuk donasinya untuk program pengadaan dan operasional ambulan dengan angka berapapun, insya Allah kami terima. Karena dari yang sedikit demi sedikit inilah program kami bisa terealisasi,” imbuh Sidik Anshori.