Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama SOLOPEDULI sebagai mitra kemaslahatan melaksanakan serah terima sekaligus peresmian tiga program kemaslahatan umat di Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/2/2026). Tiga program tersebut meliputi peresmian Gedung Kelompok Bermain (KB) Rumah Semut Kecil, rehabilitasi Madrasah Diniyah Miftahul Huda, serta bantuan perawatan Masjid Al Fallah di Desa Margoyoso.
Acara peresmian dihadiri oleh H. Abdul Wachid sebagai mitra strategis, Deputi Kemaslahatan BPKH Miftahudin, serta CEO SOLOPEDULI Sidik Anshori, S.Sos.I. Turut hadir Kepala Desa Margoyoso Ahmad Abdul Kholiq, Kepala Desa Rajekwesi Legimin, para ulama, tokoh masyarakat, serta para penerima manfaat program.
Kegiatan serah terima dipusatkan di Gedung KB Rumah Semut Kecil dan diawali dengan tahlil bersama yang diikuti oleh tamu undangan, tokoh masyarakat, serta para wali murid KB Rumah Semut Kecil.
dok.humas: Simbolis Serah Terima Gedung KB Rumah Semut Kecil
Dalam sambutannya, H. Abdul Wachid menyampaikan bahwa mitra strategis memiliki peran penting dalam mengawal kinerja BPKH agar terus profesional, transparan, dan akuntabel dalam mengelola dana haji. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pengelolaan dana haji karena dijalankan secara hati-hati sesuai regulasi.
Deputi Kemaslahatan BPKH, Miftahudin, menjelaskan bahwa dana yang dikelola oleh BPKH merupakan Dana Abadi Umat yang diamanahkan untuk kemaslahatan umat.
“Dana yang dikelola BPKH adalah Dana Abadi Umat yang diamanahkan kepada kami. Pengelolaannya telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, baik untuk penyelenggaraan ibadah haji maupun untuk program-program kemaslahatan umat seperti yang kita resmikan hari ini,” ujar Miftahudin.
CEO SOLOPEDULI, Sidik Anshori, S.Sos.I., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BPKH kepada SOLOPEDULI sebagai mitra kemaslahatan di Jawa Tengah.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BPKH atas kepercayaan yang diberikan kepada SOLOPEDULI untuk mengawal program kemaslahatan, khususnya di Jawa Tengah. Dari 14 mitra kemaslahatan BPKH di seluruh Indonesia, SOLOPEDULI menjadi salah satu lembaga yang dipercaya,” ungkap Sidik Anshori.
Ia berharap keberadaan Gedung KB Rumah Semut Kecil dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami berharap gedung KB Rumah Semut Kecil ini dapat menjadi sarana pendidikan yang mampu mencetak generasi berprestasi dan berakhlak mulia sebagai bagian dari kontribusi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi simbolis serah terima tiga program menggunakan mock-up. Total nilai program yang disalurkan mencapai kurang lebih Rp2,5 miliar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simbolis pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya Gedung KB Rumah Semut Kecil serta 2 program lainnya.
dok.humas: Simbolis Serah Terima Bantuan Perawatan Masjid Al Fallah
Perwakilan penerima manfaat, Nu’tih Kamalia, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BPKH dan SOLOPEDULI atas dukungan yang diberikan. Saat ini, KB Rumah Semut Kecil memiliki 46 siswa dengan sarana dan prasarana yang memadai. Ke depan, pihaknya berencana menambah jumlah siswa serta mengajukan perizinan untuk peningkatan status menjadi taman kanak-kanak (TK).
Rehabilitasi Madrasah Diniyah Miftahul Huda turut memberikan dampak positif terhadap kenyamanan para siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, bantuan perawatan Masjid Al Fallah, khususnya pada bagian atap dan kubah, semakin meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan ibadah serta berbagai kegiatan dakwah Islam lainnya.
dok.humas: Simbolis Serah Terima Rehabilitasi Madrasah Diniyah Miftahul Huda
Melalui kolaborasi ini, BPKH dan SOLOPEDULI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan sarana kemaslahatan umat di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat dakwah dan memperluas syiar Islam secara berkelanjutan.(snk)