Wakafkan 1.000 Al-Qur’an Untuk Warga Bireuen, Aceh, SOLOPEDULI Dan IPHI Surakarta Atasi Krisis Mushaf Pascabanjir

Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir, krisis mushaf Al-Qur’an menjadi salah satu persoalan yang dihadapi warga Desa Ceubo, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen. Banyak Al-Qur’an milik warga dan sarana ibadah rusak atau tidak lagi layak digunakan akibat terendam banjir. Menjawab kebutuhan tersebut, Lembaga Amil Zakat (LAZ) SOLOPEDULI berkolaborasi dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Surakarta menyalurkan 1.000 mushaf Al-Qur’an dari Percetakan Al-Qur'an Ma’sum kepada masyarakat setempat.

Penyaluran wakaf Al-Qur’an dilaksanakan pada Sabtu, 3 Januari 2026, di langgar dan tempat pengajian warga Desa Ceubo, yang selama ini menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat. Program bertajuk Penyaluran Wakaf 1.000 Al-Qur’an IPHI & SOLOPEDULI ini difokuskan untuk membantu warga terdampak banjir, khususnya jamaah pengajian, dalam mengatasi keterbatasan mushaf pascabencana.

Chief Program SOLOPEDULI, Megawati Nurjannah, menyampaikan bahwa wakaf Al-Qur’an ini merupakan bagian dari ikhtiar pemulihan menyeluruh, tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga spiritual masyarakat terdampak.

dok.humas: Chief Program Solopeduli, Megawati Nurjannah, ketika sambutan serah terima Al-Qur'an

“Banjir tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga mushaf Al-Qur’an yang digunakan warga sehari-hari. Melalui wakaf Al-Qur’an ini, kami ingin membantu mengatasi krisis mushaf sekaligus menjaga semangat ibadah dan keimanan warga Ceubo,” ujar Megawati.

Ia menambahkan, penyaluran Al-Qur’an tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian respons kemanusiaan SOLOPEDULI di Desa Ceubo sejak masa tanggap darurat bencana.

Sementara itu, Ketua IPHI Surakarta, Drs. Zaenal Abidin Zain, menegaskan bahwa seluruh mushaf Al-Qur’an yang disalurkan merupakan Al-Qur’an baru yang dicetak langsung dari percetakan dan secara khusus diwakafkan untuk para penyintas banjir.

“Al-Qur’an Ma’sum ini kami siapkan langsung dari percetakan agar layak, bersih, dan nyaman digunakan. Kami berharap wakaf ini dapat membantu warga mengatasi keterbatasan mushaf pascabanjir serta menjadi amal jariyah bagi para muwakif,” ungkap Zaenal.

Diketahui, sebelum penyaluran wakaf Al-Qur’an ini, SOLOPEDULI juga telah mendirikan dapur umum di Desa Ceubo sejak 15 Desember 2025. Dapur umum tersebut dibuka untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak bencana yang saat itu bertahan di posko pengungsian dengan keterbatasan akses terhadap makanan layak.

dok.humas: Warga Pengajian Desa Ceubo bersama SOLOPEDULI dan IPHI ketika serah terima 1.000 wakaf Al-Qur'an

Melalui kolaborasi kemanusiaan bersama IPHI Surakarta, SOLOPEDULI menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, mulai dari pemenuhan kebutuhan darurat hingga penguatan nilai-nilai keimanan dan kebersamaan dalam proses pemulihan pascabencana.(snk)