Pulihkan Asa Anak-anak Pascabencana, SOLOPEDULI Hadirkan Pendampingan Psikososial Di Bireuen, Aceh

Pasca banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Bireuen, Aceh, SOLOPEDULI terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pemulihan masyarakat terdampak, khususnya anak-anak. Melalui program pendampingan psikososial, SOLOPEDULI menghadirkan ruang aman dan edukatif bagi anak-anak korban bencana.

Pendampingan psikososial ini dilaksanakan pada Sabtu (3/1/2026) oleh para relawan SOLOPEDULI yang dihadiri langsung oleh CEO SOLOPEDULI, Sidik Anshori. Kegiatan dipusatkan di Aula Yayasan Pendidikan Islam Darussa’adah, Desa Blang Guron, Gandapura, Bireuen, Aceh, yang juga menjadi lokasi posko kemanusiaan SOLOPEDULI.

Sebanyak 70 anak dengan rentang usia 2 hingga 12 tahun mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Anak-anak tampak ceria mengikuti beragam aktivitas yang disiapkan relawan, mulai dari belajar mengajar, permainan edukatif, menulis, menggambar, mewarnai, hingga bernyanyi dan bermain bersama.

dok.humas: Anak-anak mengikuti kegiatan menulis, menggambar dan mewarnai bersama SOLOPEDULI

Kegiatan ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi anak-anak, mengingat telah sekitar satu bulan sejak akhir bulan November mereka tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar akibat dampak bencana. Padahal, mereka dijadwalkan akan kembali masuk sekolah pada 5 Januari 2026.

Selain pendampingan psikososial, SOLOPEDULI bersama para relawan juga membagikan bingkisan paket gizi yang berisi susu dan camilan sehat untuk anak-anak. Bantuan ini disambut dengan senyum dan kegembiraan, menambah semangat mereka untuk kembali belajar dan beraktivitas.

CEO SOLOPEDULI, Sidik Anshori, yang memantau langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan bantuan fisik.

“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis saat bencana terjadi. Karena itu, SOLOPEDULI hadir tidak hanya membawa bantuan material, tetapi juga dukungan moral dan pendampingan psikososial agar mereka kembali merasa aman, bahagia, dan siap melanjutkan pendidikan,” ujar Sidik Anshori.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang SOLOPEDULI dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana secara menyeluruh.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tetap mendapatkan haknya atas pendidikan dan keceriaan masa kanak-kanak, meskipun berada dalam situasi pascabencana,” tambahnya.

Melalui kegiatan pendampingan psikososial ini, SOLOPEDULI menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga upaya memulihkan harapan, semangat, dan kesehatan mental masyarakat, khususnya anak-anak, sebagai generasi penerus bangsa.(snk)