Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia bersama SOLOPEDULI menyalurkan 10 program pemberdayaan ternak kambing dan ikan di Kabupaten Pati dan Blora, Jawa Tengah, sebagai upaya memperkuat ekonomi umat berbasis potensi lokal. Program kemaslahatan yang terdiri atas sembilan program pemberdayaan ternak kambing dan satu program pemberdayaan ikan ini diserahkan secara resmi pada Senin (9/2/2026) bertempat di CV Multi Indah, Dukuh Gebyaran, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.
Program kemaslahatan tersebut menyasar 10 kelompok tani ternak yang tersebar di dua kabupaten, yakni Kabupaten Pati dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Total dana yang dialokasikan untuk program pemberdayaan ini mencapai lebih dari Rp400 juta.
Adapun program yang diserahkan meliputi pemberdayaan budidaya ternak kambing sistem penggemukan (fattening) bagi Kelompok Tani Ternak Makmur Jaya di Kabupaten Pati, serta delapan program pemberdayaan budidaya ternak kambing sistem pembibitan (breeding) dan satu program pemberdayaan budidaya ikan bagi kelompok tani ternak di Kabupaten Blora.
Hadir dalam kegiatan ini di antaranya Hj. Sri Wulan, S.E., M.M., selaku mitra strategis BPKH; Harjito, S.Pd.I., CFO LAZ SOLOPEDULI selaku mitra kemaslahatan BPKH; Adityo Negoro selaku Senior Asisten Manajer Pencairan dan Pelaporan Kemaslahatan BPKH RI; serta perwakilan kelompok tani ternak penerima manfaat.
dok.humas: Simbolis Serah Terima Program Pemberdayaan Ternak Kambing dan Ikan
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Sri Wulan, S.E., M.M dalam sambutannya menjelaskan bahwa sektor peternakan merupakan salah satu bidang strategis yang memiliki dampak ekonomi berkelanjutan apabila dikelola dengan baik.
“Pemberdayaan peternakan kambing dan ikan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga peternak, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan di daerah. Kami sebagai mitra strategis tentu mendukung penuh program-program kemaslahatan yang memberikan manfaat nyata bagi umat,” tambahnya.
Sedangkan Adityo Negoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa program kemaslahatan ini merupakan bentuk nyata optimalisasi dana manfaat keuangan haji agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“BPKH berkomitmen menyalurkan dana kemaslahatan secara produktif dan berkelanjutan. Program pemberdayaan peternakan ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kelompok tani ternak,” ujar Adityo.
Sementara itu, Harjito, S.Pd.I. menegaskan bahwa SOLOPEDULI tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga melakukan pendampingan agar program berjalan optimal.
“Kami melihat kelompok tani ternak di Pati dan Blora memiliki potensi besar. Sarana dan prasarana sudah tersedia, namun jumlah bibit masih terbatas. Melalui kolaborasi dengan BPKH, kami berharap kapasitas produksi meningkat dan kesejahteraan peternak dapat terangkat secara berkelanjutan,” jelas Harjito.
Sepuluh kelompok tani ternak penerima manfaat berasal dari wilayah dengan potensi alam yang mendukung pengembangan peternakan, ditunjang kondisi geografis yang sesuai serta ketersediaan pakan alami yang melimpah. Selama ini, keterbatasan jumlah bibit menjadi kendala dalam mengoptimalkan kapasitas kandang dan lahan, sehingga melalui program bantuan ternak kambing dan ikan dari BPKH diharapkan para peternak mampu meningkatkan jumlah dan kualitas populasi ternak, memperluas skala usaha, serta memperoleh pendapatan yang berkelanjutan sebagai wujud pemberdayaan ekonomi umat di tingkat akar rumput.
dok.humas: Penyerahan Kambing Breeding/ Fattening untuk Kelompok Ternak di Pati dan Blora
Selain berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan peternak, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs ke-1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs ke-2 (Tanpa Kelaparan), SDGs ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDGs ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Dengan kolaborasi strategis antara BPKH dan SOLOPEDULI, diharapkan program kemaslahatan ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat berbasis peternakan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.(snk)