Abon Djoss Tembus Pelosok 3T: Qurban Berkelanjutan Hadirkan Harapan Di Dusun Weru Wonogiri

SOLOPEDULI terus berkomitmen dalam menghadirkan manfaat qurban yang berkelanjutan melalui penyaluran Abon Djoss ke wilayah pelosok. Tim Program SOLOPEDULI menyalurkan Abon Djoss ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Dusun Weru RT 02 RW 03, Songbledeg, Paranggupito, Wonogiri, pada Senin, (27/04/2026).

Sebanyak 55 kepala keluarga (KK) menerima manfaat dari program ini. Dalam penyaluran tersebut, tim SOLOPEDULI yang dikomandani oleh Kepala Cabang Solopeduli Wonogiri, Sumarno, turut mendistribusikan 65 paket Abon Djoss (60 abon sapi dan 5 abon kambing).

Dusun Weru merupakan salah satu wilayah kategori 3T yang masih memiliki keterbatasan akses, termasuk dalam ketersediaan hewan qurban. Selama ini, masyarakat setempat jarang merasakan distribusi qurban secara rutin dan umumnya hanya menerima bantuan dari luar daerah pada momen tertentu.

Kedatangan tim SOLOPEDULI disambut hangat oleh warga. Masyarakat berkumpul di masjid setempat sebagai bentuk antusiasme dan kebersamaan dalam menyambut program penyaluran tersebut. Selain mendistribusikan bantuan, tim juga berdialog langsung dengan warga untuk memahami kondisi sosial dan pelaksanaan ibadah qurban di wilayah tersebut.

dok.humas: Penyerahan Abon Djoss untuk Masyarakat Dusun Weru, Wonogiri

Program Abon Djoss sendiri merupakan inovasi qurban berkelanjutan (sustainable), di mana daging qurban diolah menjadi abon berkualitas tinggi yang tahan lama dan mudah didistribusikan. Produk ini menjadi solusi agar manfaat qurban dapat dirasakan sepanjang tahun, terutama bagi masyarakat di daerah pelosok dan rawan bencana.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Biasanya kami jarang mendapatkan daging qurban. Dengan adanya abon ini, kami bisa menyimpannya lebih lama dan dimakan bersama keluarga. Terima kasih kepada para donatur dan SOLOPEDULI yang sudah peduli dengan kami di sini,” ungkap Sutarno, salah satu penerima manfaat di Dusun Weru.

dok.humas: Kebahagiaan Lansia Ketika Menerima Abon Djoss dari SOLOPEDULI

Sementara itu, Sumarno menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memperluas jangkauan manfaat qurban.

“Abon Djoss merupakan bentuk inovasi qurban agar manfaatnya bisa lebih luas dan berkelanjutan. Dengan pengolahan yang higienis dan tahan lama, kami bisa menjangkau wilayah pelosok seperti Dusun Weru ini. Harapannya, qurban tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang,” jelas Sumarno.

Selain praktis dan siap konsumsi, Abon Djoss juga memiliki nilai gizi tinggi serta diproses dari daging qurban berkualitas sesuai syariat. Dengan daya tahan hingga satu tahun, produk ini sangat efektif untuk distribusi di wilayah minim akses.

Melalui program ini, SOLOPEDULI berharap dapat terus menghadirkan solusi qurban yang lebih tepat sasaran. Program Abon Djoss menjadi bukti bahwa qurban tidak hanya tentang penyembelihan, tetapi juga tentang keberlanjutan manfaat dan pemerataan kebahagiaan hingga ke pelosok negeri.(snk)