260 Paket Keluarga Bahagia SOLOPEDULI Untuk Pemulung Di TPA Putri Cempo Surakarta

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berjuang mencari nafkah di tengah keterbatasan, SOLOPEDULI menyalurkan bantuan melalui Program Paket Keluarga Bahagia (PKB) kepada 260 pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Surakarta, pada Kamis (4/6/2026).

Bantuan tersebut diberikan kepada para pemulung dan pekerja yang setiap hari menggantungkan penghasilannya dari mengumpulkan barang-barang bekas yang masih memiliki nilai jual. Mereka bekerja di lingkungan yang penuh tantangan, mulai dari terik matahari, bau menyengat, hingga berbagai risiko kesehatan yang muncul akibat tumpukan sampah.

TPA Putri Cempo menjadi sumber penghidupan bagi ratusan keluarga. Setiap hari, para pemulung menanti kedatangan truk-truk pengangkut sampah yang membawa berbagai jenis barang yang dapat dipilah dan dijual kembali. Dari aktivitas tersebut, mereka memperoleh penghasilan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

dok.humas: Para Pejuang Nafkah, Pemulung di TPA Putri Cempo 

Salah satu pemulung, Ibu Lestari, mengaku telah bekerja di TPA Putri Cempo selama kurang lebih 30 tahun. Ia mengawali pekerjaannya saat anaknya masih berusia dua tahun dan hingga kini tetap bertahan demi menghidupi keluarganya.

"Saya sudah bekerja selama 30 tahun di sini. Sejak anak saya masih berusia dua tahun, saya mencari nafkah di tempat ini untuk menghidupi keluarga," ujar Ibu Lestari.

Menurutnya, penghasilan yang diperoleh para pemulung tidaklah besar. Dalam sehari, mereka rata-rata mendapatkan sekitar Rp25.000 dari hasil penjualan barang-barang bekas yang berhasil dikumpulkan.

"Keseharian kami sebagai pemulung barang bekas di TPA Putri Cempo biasanya mendapatkan sekitar Rp25.000 per hari," tambahnya.

Meski harus menghadapi kondisi kerja yang berat, para pemulung tetap menjalani pekerjaannya dengan penuh ketekunan.

"Capek, panas, dan bau. Kalau musim hujan baunya lebih menyengat. Karena banyak air-air yang mengalir dan bau busuknya menyengat sekali. Kalau tidak hujan, kami sudah terbiasa," ungkap Ibu Lestari.

Mayoritas pemulung yang bekerja di TPA Putri Cempo merupakan perempuan paruh baya yang tetap bersemangat dalam mencari nafkah untuk keluarga. Mereka mulai bekerja sejak pagi hari hingga menjelang siang, kemudian kembali lagi pada siang hingga sore hari untuk melanjutkan aktivitas memilah dan mengumpulkan barang-barang bekas.

dok.humas: Penyaluran Paket Keluarga Bahagia untuk Pemulung di TPA Putri Cempo, Surakarta

Melihat perjuangan tersebut, tim program SOLOPEDULI hadir untuk menyampaikan amanah para donatur melalui penyaluran Paket Keluarga Bahagia. Berkoordinasi dengan Pengurus TPA Putri Cempo Surakarta, bantuan diserahkan secara langsung kepada para penerima manfaat sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap para pejuang keluarga yang setiap hari bekerja di tengah kondisi yang tidak mudah.

Melalui program ini, SOLOPEDULI berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga para pemulung serta menjadi penyemangat bagi mereka yang terus berjuang mencari nafkah demi masa depan keluarga yang lebih baik.(snk)