SOLOPEDULI Ulurkan Kepedulian Untuk Ibu Eli, Penyintas Disabilitas Yang Bertahan Di Tengah Keterbatasan

SOLOPEDULI kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat prasejahtera melalui program benah rumah dan penyaluran Paket Keluarga Bahagia (PKB). Kali ini, bantuan diberikan kepada Ibu Eli Purwanti, seorang penyintas disabilitas fisik dan mental yang tinggal bersama putri dan bibinya di Dusun Gunungmas RT 02 RW 010, Kelurahan Pangutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, pada Kamis (18/6/2026).

Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh tim program SOLOPEDULI sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi rumah yang ditempati Ibu Eli saat ini sangat memprihatinkan. Lantai rumah masih berupa tanah, sementara dinding rumah terbuat dari seng yang sudah tidak layak. Dalam kondisi tersebut, Ibu Eli dan keluarganya harus menjalani aktivitas sehari-hari dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.

dok.humas: Penyaluran Bahan Bangunan untuk Benah Rumah Ibu Eli, Penyintas Disabilitas

Melalui program benah rumah, SOLOPEDULI menyalurkan bantuan bahan bangunan semen yang akan digunakan untuk memperbaiki lantai rumah agar lebih layak dan nyaman untuk dihuni. Selain itu, SOLOPEDULI juga menyerahkan Paket Keluarga Bahagia yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga sekaligus memberikan semangat baru bagi Ibu Eli dan putrinya dalam menjalani kehidupan.

Ibu Eli merupakan penyandang disabilitas fisik dan mental yang membutuhkan pendampingan dalam beraktivitas. Untuk berjalan dan berpindah tempat, ia harus dibantu oleh anggota keluarga karena tidak mampu melakukannya secara mandiri.

Perjalanan hidup Ibu Eli juga penuh perjuangan. Sejak kecil, ia ditinggalkan oleh kedua orang tuanya yang merantau untuk mencari nafkah. Sebelum berangkat, kedua orang tuanya menitipkan Ibu Eli kepada bibinya, Ibu Sri Rahayu. Namun hingga saat ini, mereka tidak pernah kembali dan tidak diketahui keberadaannya.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Ibu Eli memiliki seorang putri bernama Lia yang saat ini berusia 16 tahun dan duduk di bangku kelas XI SMA. Meski masih berstatus pelajar, Lia turut membantu Ibu Sri Rahayu dalam merawat ibunya sehari-hari.

Melihat kondisi keluarga tersebut, SOLOPEDULI hadir memberikan dukungan agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Bantuan yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun dari aspek tempat tinggal yang lebih sehat dan layak huni.

“Kami sangat berterima kasih kepada SOLOPEDULI dan para donatur yang telah peduli kepada keluarga kami, khususnya kepada keponakan saya yang kondisinya seperti ini. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami dan membantu proses renovasi rumah agar menjadi lebih layak untuk ditempati,” ujar Ibu Sri Rahayu, bibi sekaligus pengasuh Ibu Eli.

Melalui program benah rumah dan penyaluran Paket Keluarga Bahagia, SOLOPEDULI terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Dukungan para donatur menjadi jembatan kebaikan yang membantu keluarga-keluarga prasejahtera memperoleh kehidupan yang lebih layak, sehat, dan penuh harapan.(snk)