Hijaukan Pesisir Semarang, SOLOPEDULI Tanam Mangrove Untuk Cegah Abrasi Pantai Dan Efektif Serap Karbon

Komitmen SOLOPEDULI dalam menjaga kelestarian lingkungan terus menunjukkan hasil yang positif. Empat bulan setelah pelaksanaan penanaman mangrove bersama LindungiHutan dalam kampanye "Darurat! Abrasi Mengancam Hidup Warga Mangunharjo", perkembangan pohon-pohon bakau yang ditanam di Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, menunjukkan pertumbuhan yang baik.

Program penanaman yang dilaksanakan pada 7 Februari 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya SOLOPEDULI untuk mendukung pelestarian lingkungan, mencegah abrasi pantai, mengurangi dampak banjir rob, sekaligus meningkatkan kemampuan penyerapan karbon alami. Hingga pembaruan pada 4 Juli 2026, sebanyak 131 batang mangrove jenis Rhizophora telah tumbuh dengan tinggi rata-rata mencapai 52 sentimeter.

dok.humas: Penanaman Mangrove di Pantai Mangunharjo, Kota Semarang

Dalam kegiatan tersebut, 31 peserta turut berpartisipasi menanam mangrove di lahan seluas 12 meter persegi di kawasan Pantai Mangunharjo. Berdasarkan hasil pemantauan, mangrove yang telah ditanam mampu menyerap karbon sebesar 1,77 kg CO2eq, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Chief Program SOLOPEDULI, Megawati Nurjannah, menjelaskan bahwa program penghijauan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian lembaga terhadap isu lingkungan yang semakin mendesak.

"Kami menghimpun donasi untuk penanaman mangrove di Pantai Mangunharjo, Kota Semarang, dan bekerja sama dengan LindungiHutan dalam pelaksanaannya. Program ini selaras dengan fokus penghijauan yang kami jalankan. Pohon bakau merupakan salah satu jenis pohon yang memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah tinggi," ujar Megawati.

“Kami akan terus menggalakkan program penghijauan di berbagai daerah di Jawa Tengah hingga akhir tahun ini,” imbuhnya.

Mangrove dikenal sebagai salah satu penyerap karbon alami paling efektif di dunia. Ekosistem mangrove mampu menyerap karbon hingga empat sampai lima kali lebih banyak dibandingkan hutan tropis daratan. Oleh karena itu, keberadaan hutan mangrove menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Selain berfungsi sebagai penyerap karbon, penanaman mangrove juga bertujuan mengurangi laju abrasi yang selama ini mengancam kawasan Pantai Mangunharjo. Pantai yang berada di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, tersebut telah lama menjadi wilayah percontohan pelestarian ekosistem pesisir. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, garis pantainya terus mengalami penyusutan akibat abrasi hingga hanya berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga.

dok.humas: Penanaman Mangrove Rhizophora

Melalui penanaman mangrove jenis Rhizophora, SOLOPEDULI bersama LindungiHutan berupaya membantu pembentukan daratan baru melalui proses penangkapan sedimen. Selain itu, keberadaan hutan mangrove juga diharapkan dapat memperindah kawasan pesisir dan mendukung pengembangan ekowisata berbasis lingkungan.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kegiatan penanaman mangrove sejalan dengan sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya meningkatkan tutupan hijau (SDG 15), membantu pengurangan emisi karbon (SDG 13), meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir (SDG 1), serta membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar (SDG 8).

Sejak tahun 2017, kegiatan pelestarian mangrove di Pantai Mangunharjo telah melibatkan masyarakat setempat secara aktif. Melalui kolaborasi bersama LindungiHutan, SOLOPEDULI berharap upaya penghijauan pesisir ini terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Semarang.(snk)