SOLOPEDULI Berikan Beasiswa Kedokteran Kepada Qoni, Penghafal Al-Quran Dari Keluarga Duafa

SOLOPEDULI terus mendukung akses pendidikan tinggi bagi generasi muda berprestasi melalui program Beasiswa Pendidikan Perguruan Tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) beasiswa yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026, di Ruang Meeting Lantai 1 Kantor Pusat SOLOPEDULI, Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Yayasan Solopeduli, Sidik Anshori, beserta jajaran sebagai pihak pertama dengan Aulia Qoni Haqqi sebagai pihak kedua, didampingi kedua orang tuanya, Sugeng Raharjo dan Ratna Astutiningsih. Proses penandatanganan tersebut turut disaksikan dan diperantarai oleh Notaris dan PPAT Luqiana, S.H., M.Kn.

Beasiswa tersebut diberikan kepada Aulia Qoni Haqqi (18), yang akrab disapa Qoni, setelah melalui serangkaian proses seleksi, mulai dari asesmen hingga wawancara bersama Qoni dan kedua orang tuanya. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, SOLOPEDULI menetapkan Qoni sebagai salah satu penerima Beasiswa Pendidikan Perguruan Tinggi.

Qoni merupakan calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Selain memiliki prestasi akademik yang baik, ia juga dikenal sebagai seorang penghafal Al-Qur'an yang telah menghafal 8 juz. Prestasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses seleksi beasiswa, di samping kondisi ekonomi keluarga yang tergolong duafa.

Qoni adalah anak kedua dari empat bersaudara yang tinggal bersama kedua orang tuanya di Cengkawakrejo, Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ayahnya, Sugeng Raharjo, sebelumnya menjalankan usaha peternakan. Namun, usaha tersebut mengalami kebangkrutan saat pandemi COVID-19 melanda. Kini, Sugeng berusaha bangkit dengan menjalankan usaha ternak puyuh dan menjual hasil telurnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Meski terus berjuang, penghasilan dari usaha tersebut belum mampu mencukupi biaya kuliah kedokteran yang dikenal membutuhkan biaya besar. Di sisi lain, keluarga juga masih harus membiayai pendidikan anak-anak lainnya. Kondisi inilah yang menjadi salah satu dasar pertimbangan SOLOPEDULI dalam memberikan dukungan pendidikan kepada Qoni.

dok.humas: Penandatanganan MoU oleh Sidik Anshori untuk Beasiswa Kedokteran untuk Qoni

"Ini merupakan bagian dari amanah yang kami emban sebagai amil zakat. Bapak Sugeng beserta keluarga perlu mengetahui bahwa beasiswa yang diterima Mas Qoni berasal dari dana zakat yang telah dititipkan oleh para muzaki kepada SOLOPEDULI. Oleh karena itu, kami memiliki tanggung jawab untuk menyalurkannya," ujar Ketua Yayasan Solopeduli, Sidik Anshori.

"Sejak didirikan pada tahun 1999, program pendidikan menjadi salah satu fokus utama SOLOPEDULI. Selama 27 tahun perjalanan lembaga ini, kami telah melalui berbagai dinamika, tetapi komitmen untuk menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan tidak pernah berubah. Kami berharap beasiswa ini menjadi jalan bagi Mas Qoni untuk meraih cita-citanya sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," tutur Sidik Anshori ketika bertemu Qoni dan Keluarga. 

Dalam wawancara setelah penandatanganan MoU, Qoni mengungkapkan bahwa cita-citanya menjadi dokter telah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

dok.humas: Penandatanganan MoU oleh Aulia Qoni Haqqi untuk Beasiswa Kedokteran dari SOLOPEDULI

"Saya ingin menjadi dokter karena dulu ketika SMP saya sering ke rumah sakit dan melihat dokter sangat hebat dalam membantu orang-orang. Dari situlah saya termotivasi untuk menjadi dokter," ujar Qoni.

Ia juga mengaku sangat bersyukur atas beasiswa yang diberikan oleh SOLOPEDULI karena dapat meringankan beban biaya pendidikan yang akan ditempuhnya.

"Sudah menjadi rahasia umum bahwa kuliah kedokteran membutuhkan biaya yang sangat besar, terutama untuk praktik dan berbagai kebutuhan lainnya. Karena itu, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan beasiswa dari SOLOPEDULI. Terima kasih banyak atas bantuan ini," ungkapnya.

Bagi Qoni, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi penyemangat untuk mewujudkan cita-citanya.

"Beasiswa ini sangat berarti bagi saya karena membantu saya meraih cita-cita menjadi dokter dan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas," katanya.

Ke depan, Qoni berharap ilmu yang diperolehnya dapat menjadi sarana untuk mengabdi kepada masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu.

"Saya ingin membuka klinik bagi masyarakat kurang mampu, sehingga mereka tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau atau membayar seikhlasnya," tuturnya.

Melalui Program Beasiswa Pendidikan Perguruan Tinggi, SOLOPEDULI terus berupaya menghadirkan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda berprestasi dari keluarga duafa. Dukungan ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat dan bangsa.(snk)