Unit Program Solopeduli - Klinik Rawat Inap Solopeduli (Klinik Solopeduli) sebagai unit program SOLOPEDULI menerima bantuan hibah alat kesehatan dari PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di The Soga Eatery pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Program bantuan tersebut dijembatani oleh Yayasan Sahabat Pedalaman (SAPA) dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan gathering karyawan KPEI. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung peningkatan sarana dan kualitas pelayanan kesehatan di Klinik Rawat Inap Solopeduli.
Setelah melalui tiga kali asesmen yang dilakukan oleh tim SAPA dan tim KPEI, Klinik Solopeduli dipercaya untuk menerima bantuan alat kesehatan. Bantuan tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan kesehatan di Klinik Rawat Inap Solopeduli, khususnya dalam mendukung pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi pasien lainnya.
dok.humas: Survei dan Asessment oleh tim KPEI dan SAPA ke Klinik Solopeduli
Adapun alat kesehatan yang diserahkan ada 10 jenis meliputi: Infant Bed, Infantometer, Suction Pump, Doppler, Tensimeter Digital, Air Purifier, dan Baby Scale.
dok.humas: Beberapa Alat Kesehatan yang Disalurkan untuk Menunjang KIA
Turut hadir dalam acara serah terima tersebut, Sidik Anshori, selaku Pemilik Klinik sekaligus Ketua Yayasan Solopeduli Ummat; Antonius Herman Azwar selaku Direktur Utama KPEI; Satya Birawa selaku Direktur Kliring Penjaminan dan Pengawasan; Irmawati selaku Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Proyek; serta Ignatius Denny Wicaksono selaku Direktur Keanggotaan, Riset, dan Dukungan Bisnis KPEI; Zuhair Wafiq Muhammad selaku CEO Yayasan Sahabat Pedalaman; serta Dewi Sulastri, selaku Kepala Klinik Rawat Inap Solopeduli sebagai penerima manfaat program CSR.
“Klinik Rawat Inap Solopeduli lahir dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat, terutama setelah krisis 1998 ketika kami melihat masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan, termasuk mereka yang berada di wilayah pinggiran Kota Solo.” ucap Sidik Anshori dalam sambutannya.
“Kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang dapat membantu masyarakat, mulai dari kelahiran hingga kebutuhan kesehatan lainnya. Karena itu, dukungan seperti yang diberikan KPEI hari ini sangat berarti untuk memperkuat pelayanan kami agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat.” imbuhnya.
Sementara itu, Irmawati selaku Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Proyek KPEI, menyampaikan “Sebagai perusahaan, KPEI memiliki komitmen untuk menjalankan program CSR dan memastikan bantuan yang diberikan dapat tersalurkan kepada pihak yang tepat dan benar-benar membutuhkan. Melalui program ini, kami melihat bahwa kebutuhan terhadap dukungan pelayanan kesehatan tidak hanya ada di wilayah terpencil. Di tengah kota pun ternyata masih terdapat fasilitas kesehatan dan masyarakat yang membutuhkan dukungan. Kami berharap bantuan alat kesehatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan mendukung pelayanan di Klinik Rawat Inap Solopeduli.”
Program hibah alat kesehatan ini sebelumnya diawali dengan dua kali kunjungan KPEI bersama Yayasan Sahabat Pedalaman ke Klinik Rawat Inap Solopeduli. Kunjungan pertama dilaksanakan pada Juli 2026 untuk melihat kondisi fasilitas dan kebutuhan klinik, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan survei ulang pada Agustus 2026.
dok.humas: Kunjungan ketiga oleh pihak KPEI dan SAPA diterima oleh Kepala Klinik Solopeduli, Dewi
Rangkaian kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses asesmen sebelum bantuan disalurkan, sehingga alat kesehatan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan dan mampu dimanfaatkan secara optimal dalam pelayanan.
Klinik Rawat Inap Solopeduli menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) serta Yayasan Sahabat Pedalaman atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan.
Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat sarana pelayanan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat yang mendapatkan pelayanan di Klinik Rawat Inap Solopeduli.
Melalui kolaborasi antara dunia usaha, lembaga sosial, dan fasilitas kesehatan, dukungan terhadap pelayanan kesehatan diharapkan dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang layak dan berkualitas.(snk)