Kekeringan 3 Bulan, SOLOPEDULI Kirim 24.000 Liter Air Bersih Untuk 748 Warga Sragen 

Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen membuat warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong SOLOPEDULI kembali bergerak menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.

Pada Kamis (3/9/2026), tim program SOLOPEDULI yang dipimpin Ivan bersama tim menyalurkan sebanyak 24.000 liter air bersih kepada warga Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Bantuan tersebut disalurkan melalui tiga tangki air dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter.

Air bersih disalurkan ke enam titik tampungan yang tersebar di wilayah Dusun Kowang, Dusun Ngargorejo, serta RT 7A dan RT 7B Dusun Kowang. Bantuan tersebut dimanfaatkan oleh 187 kepala keluarga atau sekitar 748 penerima manfaat.

dok.humas: Penyaluran Air Bersih SOLOPEDULI untuk Warga Dusun Kowang, Sragen

Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya SOLOPEDULI untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau dan kekeringan yang berkepanjangan.

Salah satu warga Dusun Kowang RT 07, Samitorebo, mengatakan bahwa kondisi kekeringan membuat sumber air warga semakin sulit diandalkan. Sumur yang selama ini digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mulai mengering dan hanya menyisakan pasir.

“Kalau kemarau begini sulit mendapatkan air bersih. Air biasanya kami ambil dari sumur, tetapi saat musim kemarau seperti sekarang, airnya sudah tidak ada. Yang tersisa hanya pasir di bawahnya. Kalau membutuhkan air, kami harus membeli. Kemarau ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan dan belum turun hujan,” ujar Samitorebo.

Kondisi serupa juga dirasakan Sandiyem, warga Dusun Ngargorejo 21A. Menurutnya, warga biasanya mengandalkan sumur timba ketika sumber air mulai berkurang. Namun, saat ini debit air semakin sedikit sehingga sulit dipompa menggunakan mesin.

“Biasanya kalau tidak ada air seperti ini, kami mengambil air dari sumur timba. Namun, sekarang airnya tinggal sedikit sehingga tidak bisa disedot menggunakan sanyo. Sumurnya juga terus digali hingga sekitar 16 meter,” ungkap Sandiyem.

Ia mengatakan, bantuan air bersih yang disalurkan SOLOPEDULI sangat membantu warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, memasak, hingga minum.

“Air bantuan seperti ini kami gunakan untuk mandi, memasak, dan minum. Air ini sangat bermanfaat bagi kami. Terima kasih sekali kepada SOLOPEDULI dan para donatur air,” tuturnya.

dok.humas: Tim SOLOPEDULI Menyalurkan Air Bersih ke 6 Titik di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen

Melalui penyaluran tersebut, SOLOPEDULI berharap bantuan air bersih dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi dampak kekeringan. Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan dasar yang harus terus dijaga, terutama bagi warga yang sumber airnya mulai mengering selama musim kemarau.

SOLOPEDULI juga mengajak para donatur dan masyarakat untuk bersama-sama membantu warga yang terdampak kekeringan melalui dukungan terhadap program penyaluran air bersih. Setiap bantuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.(snk)