Kebakaran yang melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kota Surakarta, masih memberikan dampak bagi warga sekitar. Kepulan asap dari area pegunungan sampah membuat sebagian warga harus mengungsi dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Melihat kondisi tersebut, SOLOPEDULI kembali melakukan respons darurat dengan menyalurkan bantuan logistik tahap kedua pada Kamis, 3 September 2026. Bantuan diberikan kepada warga terdampak, pengepul sampah, serta petugas pemadam kebakaran yang masih terlibat dalam penanganan kebakaran di kawasan TPA Putri Cempo.
Dalam penyaluran tersebut, tim SOLOPEDULI yang dikomandani Nurdin bersama tim membawa bantuan Logistik berupa 7 dus air mineral dan 73 roti siap makan. Bantuan disalurkan secara langsung di tempat pengungsian dan sekitar lokasi terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan warga dan pihak yang masih berada di lapangan.
dok.humas: Penyaluran Logistik SOLOPEDULI untuk Warga Pengungsi di Kelurahan Mojosongo diterima oleh Petugas Kelurahan
Sejumlah warga memilih mengungsi ke Pendopo atau Kantor Kelurahan Mojosongo. Sekitar 73–75 warga dari wilayah terdampak, termasuk Tegalrejo dan Jengglong, berada di lokasi pengungsian untuk menghindari paparan asap.
Respons ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan SOLOPEDULI dalam mendampingi masyarakat yang terdampak kebakaran TPA Putri Cempo. Sebelumnya, tim dan relawan SOLOPEDULI juga telah turun langsung ke lokasi untuk membantu proses penanganan kebakaran serta membagikan masker kepada warga dan petugas yang berada di sekitar area terdampak.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar TPA, tetapi juga oleh masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pemilahan dan pengumpulan sampah.
Sebanyak sekitar 1.000 kepala keluarga (KK) dari tiga dusun, yakni Dusun Ingastejo, Mojorejo, dan Ngrancang, dilaporkan terdampak asap kebakaran TPA Putri Cempo. Sementara itu, sekitar 278 pemulung rosok dan 93 pemulung pakan ternak berpotensi kehilangan mata pencaharian sementara akibat kondisi kebakaran. Kelompok rentan juga merasakan dampak secara langsung. Sekitar 200 jiwa dari 70 KK dilaporkan mengalami dampak kesehatan, terutama gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran.
dok.humas: Para Pengungsi di Kelurahan Mojosongo yang Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo
Salah seorang warga Mojosongo yang mengungsi, Daryono, menceritakan bahwa kondisi kebakaran berubah dengan cepat. Ia mengatakan, kebakaran mulai terlihat pada sore hari dan asap kemudian mengarah ke permukiman.
“Kebakaran sejak jam 6 sore. Rumah saya di RT 02, dan yang parah itu di RT 03. Asapnya masih ada. Tadi pagi asapnya berbalik ke arah utara. Keluarga saya ada yang sakit jantung, jadi mengungsi. Saya tahunya sudah besar. Pagi tidak ada apa-apa, jam 12 saya pulang, tahu-tahu jam 6 sore tiba-tiba kebakaran dan api sudah besar,” ujar Daryono.
Dampak kebakaran juga dirasakan para pemulung yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas di TPA Putri Cempo. Dariyem (67), salah seorang pemulung, mengaku kondisi kebakaran membuat aktivitasnya semakin sulit.
“Sekarang pekerjaan saya sulit karena sekarang kebakaran seperti ini, kami tidak mendapat apa-apa. Sekarang susah,” ungkapnya.
“Awal tahu kebakaran ini, tahun lalu juga pernah. Ketika kebakaran disirami pakai pesawat. Ketika kebakaran saya di rumah, padahal sore saya masih di sini. Awalnya api dari pinggir, lalu ada angin dan kemudian merembet ke seluruh lokasi,” ujar Dariyem.
Sementara itu, hingga penyaluran bantuan berlangsung, penyebab kebakaran di kawasan TPA Putri Cempo belum diketahui secara pasti. Kondisi warga di sekitar lokasi relatif mulai terkondisikan, tetapi asap belum sepenuhnya padam.
dok.humas: Tim SOLOPEDULI Juga Menyambangi Petugas Pemadam di Sekitar TPA Putri Cempo
Melalui penyaluran bantuan tahap kedua ini, SOLOPEDULI berupaya memastikan dukungan tetap diberikan kepada masyarakat yang terdampak sekaligus kepada pihak-pihak yang berada di garis depan penanganan kebakaran. Bantuan air mineral dan makanan siap konsumsi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, pemulung, pengepul sampah, serta petugas pemadam kebakaran selama kondisi darurat masih berlangsung.
SOLOPEDULI juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, mitra, relawan, dan seluruh pihak yang terus mendukung upaya penanganan kebakaran TPA Putri Cempo. Dukungan tersebut menjadi energi bagi SOLOPEDULI untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.(snk)