Krisis Air Di Boyolali, SOLOPEDULI Dan Alumni 1990 SMPN 02 Boyolali Salurkan 16.000 Liter Air

Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sebagian warga di Kabupaten Boyolali masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat di Dusun Tempuran, Kecamatan Wonosegoro, dan Dusun Ngelo, Kecamatan Wonosamudro.

Melihat kondisi tersebut, SOLOPEDULI bersama Alumni 1990 SMPN 02 Boyolali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan pada Sabtu (12/9/2026). Tim Program Solopeduli, Ivan, menyalurkan sebanyak 16.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di dua wilayah tersebut.

Bantuan air bersih masing-masing sebanyak 8.000 liter disalurkan kepada 96 warga di Dusun Tempuran dan 120 warga di Dusun Ngelo. Penyaluran ini menjadi bentuk kepedulian SOLOPEDULI bersama mitra dan para donatur untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

dok.humas: Warga Boyolali Antusias Mengambil Air Bersih dari SOLOPEDULI dan Alumni 1990 SMPN 02 Boyolali

Bagi warga, bantuan tersebut memiliki arti penting. Di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas, sebagian masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air dari sumber yang berada di kawasan hutan.

“Kalau kondisi kekeringan seperti ini, kami harus mengambil air dari hutan yang jaraknya sekitar satu sampai dua kilometer. Dalam sehari, kami bisa sampai empat atau lima kali mengambil air karena kebutuhan air cukup banyak,” ujar salah satu warga penerima manfaat.

Keterbatasan sumber air juga membuat warga harus bergantian mengambil air dari sumur yang berada cukup jauh dari permukiman. Kondisi tersebut membutuhkan waktu dan tenaga, terlebih bagi warga yang mengambil air dengan berjalan kaki.

“Kami mengambil air dari sumur di hutan yang jaraknya sekitar dua kilometer dan harus mengantre. Kalau berjalan kaki, biasanya hanya bisa mendapatkan sekitar dua jeriken dalam setengah hari. Sementara itu, warga yang menggunakan sepeda motor bisa membawa lebih banyak,” tuturnya.

Menurut warga tersebut, kondisi kekeringan tidak hanya menyulitkan pemenuhan kebutuhan air, tetapi juga berdampak pada aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus mengandalkan bahan pangan sederhana yang tersedia di sekitar mereka.

“Kalau di sana, kami terkadang sampai kesulitan mendapatkan makanan dan harus membakar singkong. Karena itu, bantuan air bersih seperti ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada SOLOPEDULI dan semua pihak yang telah membantu. Bantuan ini sangat meringankan kebutuhan kami,” ungkapnya.

dok.humas: Potret Warga Boyolali Mengambil Air Bersih

SOLOPEDULI terus berupaya menghadirkan bantuan bagi masyarakat yang menghadapi krisis air bersih di berbagai wilayah. Kolaborasi bersama Alumni 1990 SMPN 02 Boyolali menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.

Melalui penyaluran air bersih ini, SOLOPEDULI berharap masyarakat dapat sedikit terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dukungan dari para donatur dan mitra kolaborasi juga diharapkan terus mengalir sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari gerakan kepedulian tersebut.(snk)