SOLOPEDULI melaksanakan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Kamis, (16/04/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Gubernur Jawa Tengah sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga sosial dan pemerintah daerah.
Dalam audiensi tersebut, SOLOPEDULI diwakili oleh Ketua Dewan Pembina Danie H. Soe’oed, didampingi Chief Program Megawati Nurjannah dan Chief Fundraising Harjito, S.Pd.I. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan komitmen SOLOPEDULI dalam menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak luas bagi masyarakat.
Agenda utama pertemuan adalah menginisiasi kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pelaksanaan program bakti sosial operasi katarak gratis. Program ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi tingginya angka kebutaan akibat katarak, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
“Kami di SOLOPEDULI melihat bahwa persoalan katarak bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami berharap program operasi katarak gratis ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dhuafa yang membutuhkan, sehingga mereka dapat kembali melihat, beraktivitas, dan menjalani hidup dengan lebih baik,” ujar Megawati Nurjannah, Chief Program SOLOPEDULI.
Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia yang sebenarnya dapat disembuhkan melalui tindakan operasi. Namun demikian, tingginya jumlah penderita yang belum tertangani masih menjadi tantangan besar. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 70–80% kasus kebutaan disebabkan oleh katarak, dengan prevalensi kebutaan nasional mencapai sekitar 1,5%. Diperkirakan sebanyak 2,4% penduduk Indonesia menderita katarak, tetapi 60,8% di antaranya belum menjalani operasi. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan dan akses terhadap layanan kesehatan.
Dampak katarak tidak hanya terbatas pada penurunan fungsi penglihatan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas hidup, kemandirian, produktivitas, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat. Di Jawa Tengah, permasalahan ini menjadi semakin serius karena termasuk dalam lima besar provinsi dengan jumlah kasus katarak tertinggi di Indonesia. Berbagai kendala seperti keterbatasan akses layanan, faktor ekonomi, distribusi tenaga medis, serta kondisi geografis masih menjadi hambatan, meskipun layanan telah tersedia melalui program jaminan kesehatan nasional.
Menanggapi kondisi tersebut, SOLOPEDULI menginisiasi program bakti sosial operasi katarak gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dhuafa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, menurunkan angka kebutaan, serta membantu percepatan penanganan backlog kasus katarak di Jawa Tengah.
Melalui audiensi ini, SOLOPEDULI berharap dapat membangun kolaborasi yang kuat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.(snk)