Dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, SOLOPEDULI terus melaksanakan layanan qurban untuk masyarakat hingga hari tasyrik ketiga. Hingga hari pertama pelaksanaan qurban, pada Rabu (27/5/2026), jumlah shohibul qurban yang tercatat melalui SOLOPEDULI mencapai 489 shohibul qurban. Adapun total hewan qurban yang dihimpun terdiri atas 133 ekor sapi dan 352 ekor domba.
SOLOPEDULI menjalankan dua skema pelaksaanaan program qurban, yaitu qurban pengolahan abon dan qurban konvensional. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar SOLOPEDULI untuk memperluas manfaat qurban hingga menjangkau masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) serta daerah terdampak bencana.
Dalam pelaksanaannya, SOLOPEDULI memusatkan penyembelihan domba di RPH Klaten. Setelah proses penyembelihan selesai, daging domba selanjutnya dibawa ke rumah produksi untuk diolah menjadi abon domba. Adapun penyembelihan sapi dipusatkan di wilayah Boyolali. Hewan qurban yang disembelih di RPH adalah hewan qurban yang diabonkan. Hewan qurban yang disembelih di RPH ini dipastikan berjalan sesuai syariat Islam, profesional, dan higienis.
“SOLOPEDULI menghadirkan inovasi pengolahan daging qurban menjadi abon sebagai solusi distribusi yang lebih efektif. Inovasi ini mulai kami kembangkan sejak masa pandemi Covid-19, ketika mobilitas dan distribusi antarwilayah mengalami berbagai pembatasan. Melalui qurban abon, manfaat qurban dapat tetap tersalurkan secara luas hingga ke daerah pelosok dan wilayah 3T,” ujar CEO LAZ SOLOPEDULI, Sidik Anshori.
“Selain itu, inovasi pengolahan daging qurban menjadi abon juga telah disesuaikan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 37 Tahun 2019 tentang pengawetan dan pendistribusian daging qurban dalam bentuk olahan,” tambahnya.
Qurban abon memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya daya tahan produk yang lebih lama, mudah didistribusikan, praktis dibawa, serta siap dikonsumsi oleh penerima manfaat. Melalui program tersebut, SOLOPEDULI berharap manfaat qurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.
dok.humas: Kandang di RPH SOLOPEDULI Klaten
Sementara itu, distribusi qurban konvensional SOLOPEDULI tersebar di sejumlah wilayah pelosok desa di Jawa Tengah yaitu di antaranya di Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, Wonogiri, hingga Magelang.
Melalui program qurban tahun ini, SOLOPEDULI berharap dapat terus menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat serta menjadi jembatan kebaikan hingga pelosok negeri.(snk)