LAZ SOLOPEDULI bersama Bank Indonesia Perwakilan Solo resmi memulai Program Wakaf Produktif melalui seremoni penanaman 2.000 bibit pisang Cavendish di atas lahan wakaf seluas satu hektare di Dusun Ngablak, Desa Jetis, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Rabu (22/7/2026). Program ini menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan aset wakaf agar memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi santri penghafal Al-Qur'an.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SOLOPEDULI, Bank Indonesia Perwakilan Solo, serta dukungan dari muwakif tanah, Ibu Indiyati beserta keluarga. Ke depan, hasil panen kebun pisang Cavendish akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional Pondok Pesantren Baiturrahmah SOLOPEDULI sekaligus memperkuat kemandirian pesantren.
dok.humas: Penyerahan mockup Program Wakaf Produktif untuk Santri Penghafal Al-Qur'an
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh santri Pondok Pesantren Baiturrahmah SOLOPEDULI, dilanjutkan doa bersama, sambutan dari para tamu undangan, penyerahan simbolis dukungan program, hingga prosesi penanaman bibit pisang Cavendish secara bersama-sama di lahan wakaf.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat; CEO LAZ SOLOPEDULI, Sidik Anshori, S.Sos.I.; Kepala Desa Jetis, Drs. E. Rudi Purwanto; mitra, duta, dan donatur SOLOPEDULI; serta masyarakat Dusun Ngablak, Desa Jetis, Delanggu, Klaten.
Dalam sambutannya, CEO LAZ SOLOPEDULI, Sidik Anshori, menegaskan bahwa wakaf produktif merupakan salah satu instrumen strategis untuk membangun kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.
"Selama ini masyarakat lebih mengenal wakaf untuk tiga hal, yaitu makam, masjid, dan madrasah. Padahal, wakaf memiliki potensi yang jauh lebih luas untuk dikembangkan menjadi aset produktif yang memberikan manfaat secara berkelanjutan. Melalui program wakaf produktif pisang Cavendish ini, kami ingin menunjukkan bahwa wakaf dapat dikelola secara profesional sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang terus mengalir," ujar Sidik Anshori.
"Insyaallah, hasil kebun pisang Cavendish ini akan menjadi salah satu penopang keberlangsungan pendidikan para santri penghafal Al-Qur'an sekaligus menjadi contoh nyata bahwa wakaf mampu menghadirkan kemaslahatan bagi umat," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, mengapresiasi terwujudnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, program ini menjadi contoh nyata pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui pengelolaan wakaf yang produktif.
"Sebenarnya, berwakaf itu mudah. Dana untuk wakaf produktif ini berasal dari skema crowdfunding. Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk berbagi dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Bank Indonesia terus mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai bentuk kolaborasi.” tutur Dwiyanto Cahyo Sumirat.
Program wakaf produktif bersama SOLOPEDULI ini menjadi bukti bahwa aset wakaf dapat dikelola secara produktif sehingga tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," tambahnya.
dok.humas: Penanaman Bibit Pisang Cavendish
Sebagai simbol dimulainya program, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo menyerahkan mockup dukungan program kepada CEO LAZ SOLOPEDULI yang didampingi Kepala Desa Jetis, Drs. E. Rudi Purwanto, serta muwakif tanah, Ibu Indiyati. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit pisang Cavendish secara bersama-sama di lokasi kebun wakaf.
Melalui program ini, SOLOPEDULI kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pemberdayaan berbasis wakaf produktif. Tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang bagi santri penghafal Al-Qur'an, program ini juga diharapkan menjadi model pengelolaan wakaf yang produktif, profesional, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.(snk)