Kepulan asap akibat kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Surakarta, tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Melihat kondisi tersebut, SOLOPEDULI melalui Klinik Solopeduli bersama tim Solopeduli, yang dikomandani oleh Kepala Cabang Solopeduli Solo, Febrianzah, turun langsung memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga terdampak yang mengungsi di GOR UTP, Sabtu (5/9/2026).
Layanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan SOLOPEDULI untuk membantu masyarakat yang terdampak kebakaran. Tim medis melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan warga sekaligus memberikan konsultasi dan edukasi mengenai cara menjaga kesehatan selama berada di tengah kondisi lingkungan yang masih terdampak asap.
Selain pemeriksaan kesehatan, tim Solopeduli juga membagikan masker kepada warga. Masker diberikan sebagai salah satu upaya untuk membantu mengurangi paparan langsung terhadap asap dan partikel di udara.
dok.humas: Tim Medis SOLOPEDULI Membantu Memasang Oksigen untuk Warga yang Sesak Nafas Akibat Asap Kebakaran TPA Putri Cempo
Dalam kegiatan tersebut, pelayanan kesehatan diberikan kepada warga Sularrejo RT 05, 06, 07, 08, 09, dan 10 RW 09, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, yang berada di lokasi pengungsian GOR UTP.
Berdasarkan data penerima manfaat, pemeriksaan kesehatan menjangkau sedikitnya 130 warga, terdiri atas RT 05 sebanyak 25 orang, RT 06 sebanyak 15 orang, RT 07 sebanyak 20 orang, RT 08 sebanyak 43 orang, RT 09 sebanyak 15 orang, dan RT 10 sebanyak 12 orang.
Tim medis juga memberikan edukasi kepada warga agar tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, mencukupi kebutuhan cairan, menjaga kondisi tubuh, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, pusing, atau gangguan kesehatan lainnya.
Kondisi asap dari kebakaran TPA menjadi perhatian karena masyarakat dapat terpapar berbagai partikel hasil pembakaran. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu, perlu mendapatkan perhatian lebih selama situasi darurat berlangsung.
Kehadiran tim medis SOLOPEDULI di lokasi pengungsian juga mendapat perhatian dari Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M. yang datang meninjau kondisi warga terdampak. Dalam kunjungannya, Bupati Karanganyar turut melihat secara langsung pelayanan pemeriksaan kesehatan serta memberikan apresiasi untuk Klinik Solopeduli bersama tim Solopeduli.
dok.humas: Foto Bersama Bupati Karanganyar dengan Medis dan tim SOLOPEDULI Ketika Membantu Para Penyintas yang ada di Pengungsian
“Kami mengapresiasi kepedulian SOLOPEDULI yang hadir langsung membantu masyarakat terdampak kebakaran. Pelayanan pemeriksaan kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan warga, khususnya mereka yang berada di pengungsian dan terdampak asap,” ujar Bupati Karanganyar.
Sementara itu, salah satu warga terdampak yang mengungsi mengungkapkan bahwa asap dari kebakaran TPA dirasakan cukup mengganggu pernapasan. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan asap pembakaran biasa karena sumber kebakaran berasal dari tumpukan sampah dengan berbagai jenis material.
“Kalau membakar daun biasa saja sudah membuat sesak, apalagi yang terbakar kali ini adalah sampah dengan berbagai macam jenis. Terkena asapnya sedikit saja sudah terasa sesak dan membuat sulit bernapas.”
Bagi SOLOPEDULI, pelayanan kesehatan di tengah kondisi kebencanaan bukan hanya tentang memberikan pemeriksaan medis, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak memperoleh perhatian dan pendampingan selama menghadapi situasi darurat.
Kepala tim medis dan tim SOLOPEDULI di lapangan terus berkoordinasi untuk melihat kebutuhan warga serta memberikan pelayanan sesuai kondisi yang ditemukan. Pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi warga sekaligus membantu mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius akibat paparan asap.
Melalui Klinik Solopeduli dan tim Solopeduli, SOLOPEDULI berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam berbagai situasi kebencanaan. Respons kesehatan ini menjadi bagian dari ikhtiar SOLOPEDULI untuk meringankan beban penyintas kebakaran TPA Putri Cempo serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan di tengah kondisi darurat.
“Bagi kami, hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana merupakan bagian dari amanah kemanusiaan. Kami ingin memastikan warga terdampak tidak menghadapi kondisi ini sendirian. Selain bantuan logistik, layanan kesehatan juga menjadi kebutuhan penting yang harus segera direspons,” demikian ujar Kepala Cabang Solopeduli Solo, Febrianzah dalam semangat melayani para penyintas.(snk)