Pendidikan menjadi salah satu fokus utama program penyaluran SOLOPEDULI dalam mendukung masa depan generasi penerus. Wujud kepedulian tersebut kembali diwujudkan melalui program Santunan Pendidikan yang dilaksanakan pada Selasa (19/5/2026) di SDN Serengan 01 dengan membantu pelunasan tunggakan sekolah Agnesya Putri Aprilia, siswi kelas 6 yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Agnesya merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Ibunya, Neni Wijayanti (36), harus berjuang seorang diri membesarkan kelima anaknya setelah ayah Agnesya meninggal dunia. Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, kebutuhan sehari-hari hingga biaya pendidikan anak-anak menjadi tantangan berat bagi keluarga tersebut.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ibu Neni bekerja sebagai juru masak dengan penghasilan sekitar Rp105 ribu per hari kerja. Namun, penghasilan tersebut belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan keluarga sehingga dirinya juga harus berhutang ke koperasi demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anaknya.
Melihat kondisi tersebut, tim program SOLOPEDULI yang diwakili oleh Ivan mendatangi langsung SDN Serengan 01 untuk menyalurkan bantuan pembayaran tunggakan sekolah Agnesya. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak yatim agar Agnesya dapat terus melanjutkan sekolah tanpa terkendala biaya. Kehadiran tim SOLOPEDULI disambut hangat oleh pihak sekolah, dan bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada wali guru Agnesya.
dok.humas: Tim Program SOLOPEDULI Berkunjung ke Sekolahan Agnesya untuk Menyalurkan Santunan Pendidikan
“Terima kasih SOLOPEDULI atas bantuan pendidikannya. Semoga para donatur diberikan kelancaran rezeki dan terus bisa membantu orang lain juga,” ujar Agnesya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Ibu Neni Wijayanti mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
“Saya benar-benar terbantu dengan adanya bantuan dari SOLOPEDULI. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur karena bantuan ini sangat meringankan beban kami,” ungkap Neni Wijayanti.
Melalui program Santunan Pendidikan, SOLOPEDULI berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa agar tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak serta meraih masa depan yang lebih baik. (snk)